Peringatan Santa Agatha

Peringatan Santa Agatha

SENIN PEKAN BIASA V

(Peringatan Santa Agatha)

Raja-raja 8:1-7, 9-13; Markus 6:53-56

Acara doa atau ibadah penyembuhan, dalam beberapa waktu belakangan ini sangat populer di banyak negara. Mereka tidak hanya dicari oleh orang miskin, yang tidak mampu membayar dokter atau rumah sakit, tapi juga oleh orang kaya yang menderita penyakit terminal atau kritis. Beberapa pelayan penyembuhan itu benar-benar mendapatkan karunia dari Tuhan, tapi ada banyak pelayan penyembuhan itu adalah pelayan palsu. Saya memiliki pengalaman yang baik dengan seseorang yang mendapatkan karunia penyembuhan. Dia bisa menyembuhkan dengan syarat, jika orang yang sakit tersebut memiliki iman yang kuat kepada Tuhan.

Dalam pembacaan Injil hari ini orang-orang memandang Yesus hanya sebagai tabib belaka. Banyak orang sakit mendatanginya untuk disembuhkan. Popularitas Yesus sebagai penyembuh sudah pasti meluas karenanya, bahkan orang-orang non-Yahudi pun mengenalinya. Tetapi jika kita mencoba untuk melihat motivasi mengapa orang-orang ini pergi kepada Yesus, kita dapat menemukan bahwa mereka hanya ingin mendapatkan sesuatu dari Dia. Mereka ingin disembuhkan. Yesus berharap bahwa setelah disembuhkan mereka akan mengenali Dia sebagai Mesias, Sang Juruselamat dan melihat kebaikan serta kasih Allah yang lebih besar. Sayangnya, beberapa dari mereka yang sembuh, seperti sepuluh penderita kusta, bahkan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan.

Ada baiknya kita sejenak merefleksikan motivasi kita sendiri, mengapa kita datang kepada Tuhan atau mengapa kita berdoa. Apakah kita datang kepada Tuhan karena kita membutuhkan sesuatu dari Dia ataukah karena kita mengasihi Dia? Alasan terakhir ini menurut saya adalah motivasi yang paling tepat. Meskipun kita merasakan sukacita yang besar saat datang kepada-Nya untuk meminta bantuan Tuhan pada

saat-saat berat hidup kita, namun “menjadi satu dengan Tuhan” harusnya menjadi keinginan utama atau motivasi kita dalam berdoa. Jika motivasi doa kita hanya untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan, akibatnya kita akan mudah kecewa, marah atau bahkan menolak Tuhan jika Dia tidak menjawab permintaan kita seperti yang kita inginkan. Tetapi jika kita benar-benar mencintai Tuhan dan percaya pada cinta-Nya, meskipun doa kita tampak tidak diperhatikan, kita tetap akan memuji dan bersyukur kepada Tuhan dan merindukan kehadiran-Nya

Comments are closed.
Translate »