Sabtu Oktaf Paskah

Sabtu Oktaf Paskah

Renunga oleh Fr. Diakon Yusuf Widiarko

Kis 4:13-21; Mat 16:9-15

 

MANUSIA PASKAH: PERGI DAN MEMBERITAKAN INJIL

Dalam masyarakat hukum, semakin dibutuhkan peran saksi untuk menyatakan dan menegakkan kebenaran. Dalam sidang-sidang di pengadilan itu, keberadaan saksi dibutuhkan untuk meneguhkan kebenaran yang tengah diperjuangkan. Sebagai warga Gereja, kita tentu juga tahu bahwa selalu ada saksi dalam setiap pernikahan katolik yang hendak dilaksanakan. Keberadaan saksi menjadi syarat penting dalam perkawinan katolik. Dalam khasanah Bahasa Indonesia, juga dikenal istilah saksi bisu. Saksi bisu ditujukan untuk menyebut saksi yang mengalami suatu peristiwa, namun tak bisa mewartakan peristiwa itu. Ini berbeda dengan saksi hidup. Saksi hidup mengalami suatu peristiwa dan bisa mewartakan peristiwa itu.

Bacaan I hari ini mengisahkan bagaimana Petrus menyatakan dirinya sebagai saksi atas kebangkitan Yesus. Petrus mengalami hidup Yesus dari dekat selama menjadi murid, termasuk di hari-hari akhir hidup Yesus. Petrus juga menjadi salah satu orang awal yang mengalami kebangkitan dan penampakan Yesus. Hal itulah yang membuatnya mantap mewartakan kebangkitan dan ajaran Yesus. Petrus tentu sadar bahwa dengan menjadi saksi kebangkitan Yesus ia akan menghadapi tantangan dan penderitaan. Ia tahu, mewartakan Yesus yang bangkit akan mengantarkannya pada banyak kesulitan. Petrus sebenarnya punya dua pilihan: menjadi saksi hidup yang mendatangkan penderitaan atau saksi bisu yang akan membuatnya aman. Petrus memilih yang pertama. Ia tak gentar mewartakan Yesus dan ajaran-Nya sampai kelak mati dengan cara disalib terbalik. Karena mengalami sendiri kebangkitan Yesus, Petrus menjadi pribadi baru yang pemberani. Kalau sebelum Yesus bangkit ia takut-takut dan bahkan menyangkal Yesus, kini Petrus berani mewartakan Yesus yang bangkit.

Kita adalah murid Yesus yang baru saja merayakan pesta Paskah. Kita juga diutus menjadi saksi-Nya. Pada akhir Injil hari ini, Yesus bersabda: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!” Yesus tak ingin kita hanya menjadi saksi bisu; mengalami, tapi tak mewartakan. Yesus mengutus kita menjadi saksi hidup atas kebangkitan-Nya. Menjadi saksi hidup atas kebangkitan Tuhan berarti kita dituntut untuk hidup semakin selaras dengan ajaran dan kehendak Yesus. Kalau kita masih hidup dalam dosa dan menikmatinya, berarti kita hanyalah saksi bisu. Saksi hidup kebangkitan Yesus haruslah menjadi pribadi baru yang meninggalkan dosa dan yang jahat. Kebangkitan Yesus selayaknya mengubah hidup para saksi hidup-Nya.

Mari menjadi Manusia Paskah dengan pergi dan memberitakan Injil Tuhan!

Comments are closed.
Translate »