Dilahirkan Kembali dalam Semangat Kebangkitan
Dilahirkan Kembali dalam Semangat Kebangkitan
Yohanes 3:7b-15
Injil hari ini berbicara tentang percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Nikodemus telah mendengar orang berbicara tentang hal-hal yang dilakukan Yesus dan ingin berbicara dengan Yesus agar dapat memahami Dia dengan lebih baik. Dalam percakapan itu, Yesus mengatakan bahwa satu-satunya cara di mana Nikodemus dapat memahami hal-hal tentang Tuhan adalah dengan dilahirkan kembali secara baru!
Bagaimana mungkin ini terjadi? Demikian pertanyaan Nikodemus mendengar jawaban Yesus mengenai kelahiran kembali secara baru. Bagaimana bisa seorang pria dewasa masuk kembali ke rahim ibunya dan mengalami kelahiran kembali? Tentu saja, Yesus menjawab bukan secara fisik, tetapi dalam hal iman dan gaya hidup. Seseorang dilahirkan kembali ketika dia memasuki komunitas Kristen, ketika dia dibaptis dalam air dan hidup dalam Roh.
Bacaan pertama bisa merupakan jawaban atas pertanyaan Nikodemus. Dalam bacaan pertama untuk hari ini, dari Kisah Para Rasul 4:32-37, kita mendapatkan sekilas gambaran tentang Gereja Kristen awal. Dikisahkan bahwa para murid terus memberitakan Kristus yang bangkit dan sementara mereka yang percaya saling menjaga satu sama lain dan memastikan bahwa tidak ada diantara anggota komunitas yang berkekurangan. Kehidupan komunitas yang kuat ini memungkinkan mereka untuk hidup tanpa rasa takut dan memberikan kesaksian yang kuat kepada Tuhan Yang Bangkit. Kebangkitan Tuhan telah membawa harapan dan iman yang baru dalam hidup mereka.
Itulah Hidup Baru yang dimaksudkan Yesus: memberitakan Kristus yang bangkit dan saling menjaga satu sama lain sebagai saudara. Mungkin hari ini kita dapat merefleksikan sikap kita sendiri terhadap barang-barang material yang ada pada kita dalam konteks hidup baru di dalam komunitas: bagaimana kita memperolehnya, bagaimana kita menggunakannya, sampai sejauh mana kita berbagi berkat material yang ada pada kita dengan mereka yang benar-benar membutuhkan?