You are What You Eat

You are What You Eat

Image result for you are what you eat

Kamis, 19 April 2018

Kis 8:26-40; Yoh 6:44-51

 Renungan oleh Fr. Diakon Widiarko

 

You are what you eat! Kita adalah apa yang kita makan. Kata-kata ini ada benarnya. Kalau yang kita makan adalah makanan sehat bergizi, tubuh kita pun akan sehat dan kuat. Kalau yang kita makan adalah makanan yang tidak sehat, tubuh kita akan rapuh dan mudah sakit. Saya punya umat yang sudah berumur 79 tahun. Ia rajin misa pagi dan berangkat ke gereja dengan jalan kaki. Saat saya tanya apa resepnya bisa tetap bugar di usia lanjut, ia menjawab bahwa ia banyak makan sayur dan buah. Sayur dan buah rupanya membuat tubuh tetap sehat dan segar. Hal ini jelas berbeda dengan kisah di Bandung beberapa waktu yang lalu. Puluhan orang meninggal karena mengkonsumsi miras (minuman keras) oplosan. Karena bahan-bahan campuran dalam miras oplosan berbahaya, maka hidup mereka yang mengkonsumsinya juga terancam. Apa yang kita makan menentukan hidup kita; juga siapa kita. You are what you eat!

Tubuh kita membutuhkan makanan jasmani. Demikian juga jiwa kita membutuhkan makanan rohani. Apakah makanan rohani bagi jiwa kita? Injil hari menyatakan bahwa makanan rohani atau santapan jiwa utama kita tak lain dan tak bukan adalah Yesus sendiri. Yesus berkata: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Yesus adalah roti hidup. Roti hidup itu turun dari sorga yang berarti dari Allah sendiri. Roti hidup itu akan memberikan kehidupan kekal bagi siapa saja yang menyantap-Nya. Siapa yang menyantap roti hidup itu ia akan hidup dalam Kristus dan Kristus hidup dalam diri-Nya.

Ekaristi adalah anugerah istimewa yang diberikan Allah pada Gereja. Ekaristi menjadi sumber dan puncak hidup kita. Mengapa menjadi sumber dan puncak hidup, karena dalam ekaristi kita menyantap Tubuh dan Darah Kristus. Dengan menyantap Tubuh dan Darah-Nya, kita mengalami persatuan dengan Kristus. Perjumpaan dan persatuan dengan Kristus mengalirkan kekuatan iman bagi hidup kita sekaligus menjadi puncak syukur atas hidup yang penuh berkat dari Allah. You are what you eat! Dengan semakin sering menerima santapan rohani, pada gilirannya kita pun akan semakin serupa dengan Kristus.

Sadar akan betapa berharga dan berdayanya Tubuh Kristus, santapan jiwa kita, apakah kita akan mudah melewatkan ekaristi? Atau kalaupun ikut ekaristi, apakah kita hanya akan menganggapnya sebagai rutinitas sambil lalu semata? Semoga saja tidak! Kita harus menjadi Kristus-Kristus yang lain bagi sesama dan dunia kita dengan hidup yang ekaristis; hidup yang bersatu dengan Kristus karena santapan rohani. Sebab, you are what you eat!

 

Comments are closed.
Translate »