Kemuliaan melalui jalan salib
Kemuliaan melalui jalan salib
Yoh 17:1-11a
Injil hari ini membawa kita untuk masuk dalam pergumulan diri Yesus dengan misteri salib. Makna di balik salib dan penderitaan Yesus ini tidak terlalu nampak bagi dunia, bahkan bagi orang-orang terdekat-Nya terasa jauh. Hanya sedikit sekali orang yang mampu menyelidiki misteri ini kalau hatinya penuh iman. Sebab salib dan penderitaan Tuhan hanya bisa diimani secara benar jika dikehendaki oleh Allah sendiri tanpa mengabaikan sama sekali usaha manusia untuk mencari dan mengenal serta mengasihi-Nya secara pribadi.
Yesus mewahyukan kesatuan Ilahi-Nya dengan Bapa dalam doa-Nya itu. Bahwa hanya melalui pengenalan dan kasih yang benar akan kehendak Bapa-Nya manusia bisa sampai pada pemuliaan dirinya.
Iman di sini berarti bahwa Allah mengasihi kita dalam diri Putra-Nya yang dalam ketaatan penuh melaksanakan kehendak Bapa. Seperti hidup para martir, iman dan kasih memberanikan mereka memberi segalanya, termasuk nyawa mereka sendiri. Ini adalah pengalaman yang sulit dan tidak masuk akal bagi manusia.
Masuk dalam pengenalan dan ikatan kasih dengan Allah ini menuntut pengosongan diri seutuhnya; suatu penyangkalan diri yang radikal agar Allah sendiri dalam Roh-Nya menyatu dan tinggal dengan manusia. Kesatuan personal dengan Allah ini terpusat pada Kristus. Di dalam Dia kasih Allah sampai kepada kita. Jika hati kita terbuka kepada kasih Allah yang datang maka pertobatan adalah jalan yang harus dilalui. Pertobatan ini membantu kita memahami arti dan rahasia terdalam dari penyangkalan dan pengorbanan diri Yesus dan pada sat yang sama membuka jalan bagi keselamatan kita sendiri.
Dengan memahami dan menerima misteri salib dan pengorbanan diri Yesus ini rahmat dan belas kasih Allah boleh menyembuhkan luka dan cacat cela akibat dosa-dosa kita. Roh Kudus adalah Roh penyembuh luka-luka kita. Roh Kudus pula yang menyucikan dan menyatukan keterpisahan kita dari cinta kasih Bapa melalui Putra-Nya. Maka pertobatan yang benar adalah karya Roh, suatu gerakan rohani di dalam hati manusia untuk kembali kepada jalan yang benar, jalan Allah. Ini juga adalah jalan penyucian – yang di dalam pembaptisan melalui Air dan Roh Kudus. Karya Ilahi ini semata-mata adalah karena kasih Allah sendiri sehingga memampukan kita berseru: Ya Abba, ya Bapa …
Sambil menyelami doa Yesus sebagai Imam Agung melalui Injil hari ini, marilah dalam iman membuka hati dan seluruh diri kita kepada kehendak Bapa – misteri terdalam tersuci iman kita agar kita dimampukan untuk melakukan kehendak-Nya secara berani, jujur dan terbuka di jalan salib kita masing-masing; demi kemuliaan Tuhan dan demi keselamatan semua orang.