Mengenal dan mencintai Allah dan sesama 

Mengenal dan mencintai Allah dan sesama 

Mengenal dan mencintai Allah dan sesama

Yoh 17:20-26

Dalam doa-Nya kepada Bapa kita dapat melihat bahwa Yesus berdoa bukan saja bagi murid-murid-Nya melainkan juga mereka yang akan percaya dan mengikuti Dia karena pewartaan para murid itu: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka.”

Teks hari ini dapat memicu kita untuk bertanya tentang orang-orang yang berperan dalam hidup kita untuk sampai kepada iman, yakni Kristus sendiri. Pertama-tama pastinya adalah kedua orang tua kita. Saya sendiri bersyukur masih menyimpan sebuah foto kusam saat saya dibaptis. Saat itu saya berumur hampir tiga bulan. Saya lihat dalam foto itu banyak teman-teman saya juga bersama orang tua mereka yang juga mendapat baptisan yang sama. Selain romo yang membaptis saya, nampak mama menggendong saya, dan juga om saya yang bungsu yang adalah bapa serani/permandian juga nampak. Ketika saya memeriksa dalam surat permandian, terlihat jelas romo yang membaptis saya. Saya yakin bahwa saat itu namaku disebut saat imam membaptis saya sambil berkata: “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.” Saat itulah saya juga secara resmi masuk menjadi anggota Gereja.

Mengingat kejadian ini, di mana saya sendiri tidak tahu apa dan bagaimana pembaptisan itu terjadi, saya ingat lagi kata-kata di atas ketika Yesus berdoa. Bahwa Yesus berdoa bukan hanya untuk para rasul-Nya “tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku” oleh pemberitaan para rasul. “Orang-orang yang percaya” kepada Yesus adalah Anda dan saya – kita adalah angota-anggota Gereja Kristus. Maka di sini juga kita ingat Allah bersabda dalam kitab Yeremia: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau” (Yer 1:5). Allah telah mengenal kita jauh sebelum kita dibentuk. Karena Allah mengenal kita maka kita juga harus mengenal Allah. Karena Allah lebih dulu mencintai kita maka kita juga harus mencintai Allah; karena “Allah adalah Kasih.”

Merasa bersyukur atas rahmat hidup, iman dan panggilan Tuhan dalam diri kita masing-masing, marilah kita berdoa seperti Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya dan juga bagi kita semua, buah-buah pewartaan para rasul Kristus. Agar kita saling menguatkan dalam memberi kesaksian iman demi tumbuhnya kerajaan Allah agar Allah boleh meraja dalam hati setiap orang.

Comments are closed.
Translate »