TERBUKA UNTUK  PELAYANAN

TERBUKA UNTUK  PELAYANAN

RENUNGAN LUBUK HATI

 

Rabu, 23 Mei 2018

 

TERBUKA UNTUK  PELAYANAN

 

Yak 4:13-17

Mrk 9:38-40

 

Ada seseorang diluar pengikut Kristus mengusir setan dengan memakai nama Yesus Kristus. Kemudian hal itu oleh murid-murid dilaporkan kepada Yesus Kristus. Apa jawaban Yesus? “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.” Yesus ingin para muridNya memiliki pandangan yang terbuka dan tidak sombong. Berpikir terbuka artinya tidak hanya memikirkan kepentingan-kepentingan diri atau kelompok, namun berpikir untuk kebaikan bersama. Bersikap sombong artinya merasa diri lebih baik dari orang lain dan menganggap rendah sesamanya.

 

Keterbukaan bisa terwujud jika orang tidak terpaku dengan ego dan pemikiranya sendiri, namun mau menempatkan kebaikan dan kasih diatas segala-galanya. Jika orang bertitik tolak pada niat baik dan kasih maka ia akan mampu menerima siapa pun yang memiliki niat yang sama untuk mewujudkan kebaikan tersebut dalam kehidupan. Hambatan utama dalam membangun keterbukaan adalah diri sendiri yang sombong. Sikap sombong menutup seseorang akan segala kebaikan, keutamaan dan harapan yang ada didepannya.

 

Seseorang akan melihat anugerah Allah dan kebaikanNya dalam diri sesama jika ia menanggalkan kesombongannya. Kesombongan bisa dipatahkan dengan keberanian menyangkal diri menolak segala bentuk pemikiran yang menganggap diri lebih dari yang lain. Seperti Yesus Kristus sendiri mau menerima mereka yang punya niat yang sama dalam memperjuangkan kebenaran kendatipun orang tersebut bukan murid Kristus, maka kita dipanggil untuk bersikap terbuka dan selalu rendah hati dalm pelayanan.

 

Marilah berdoa,

 

Allah Bapa yang Maha Kasih, hadirlah selalu didalam diri kami, agar kasihMu memenuhi hati kami.  Kasih Mu adalah sumber kebahagiaan kami. Semoga kami siap menerima sesama apa adanya dan untuk mewartakan belas kasih Mu kepada mereka yang menderita. Demi Kristus Tuhan dan mengantara kami, Amin.

 

 

 

Comments are closed.
Translate »