MENCINTAI ALLAH DAN SESAMA
Kamis, 7 Juni 2018
[2 Tim. 1:1-3.6-12; Mzm. 123:1-2a.2bcd; Mrk. 12:28b-34]
MENCINTAI ALLAH DAN SESAMA
Di paroki-paroki tentu kita mengenal Komisi PSE (Pengembangan Sosial dan Ekonomi), yang mengurusi kesejahteraan umat, terutama bagi umat yang KLMTD. Komisi PSE di keuskupan atau paroki mana pun hendak menampilkan gereja yang ‘berbuat’, sebagai bagian dari gereja yang ‘berdoa’. Berdoa dan berbuat (hal yang baik), adalah sesuatu yang tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan beriman. Kalau kita bisa setiap hari berdoa, hafal Kitab Suci, berdevosi setiap hari, tapi tetap berbuat jahat, maka hidup beriman kita belumlah sesuai dengan kehendak Allah sendiri. Maka, hendaklah kita juga ambil bagian dalam tugas gereja yang ‘berbuat’ ini, dengan terus melakukan hal-hal yang baik, dalam tugas dan pelayanan di gereja dan masyarakat. Hidup beriman yang baik, hendak mengejawantahkan hukum Allah yang terutama, yaitu hukum kasih.
Sabda Tuhan hari ini hendak mengingatkan kepada kita bahwa kasih kepada Allah, perlu diwujudkan pula dengan kasih kepada sesama. Yesus bersabda: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti diriu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.” Kasih kepada Allah adalah prioritas kehidupan kita, namun kasih itu perlu diwujudkan bukan hanya dalam doa, namun dalam tindakan nyata, yang baik dan berguna bagi sesama. Sabda Tuhan hari ini, terasa begitu sering didengar dan begitu mudah diucap, namun justru paling sulit dilakukan. Semoga, Tuhan sendiri yang menggenapi dan menyempurnakan semua usaha kita.
Selamat pagi, selamat mencintai Allah dan sesama. GBU