Menjadi dewasa dalam iman karena kerendahan hati

Menjadi dewasa dalam iman karena kerendahan hati

Rabu, 18 Juli 2018

Menjadi dewasa dalam iman karena kerendahan hati

Matius 11:25-27

Dalam kehidupan kita sehari-hari tak jarang orang miskin atau orang yang dipandang lemah kurang diperhitungkan dan bahkan seringkali mereka mengalami kekerasan dan

ketidakadilan. Namun dalam bacaan Injil hari ini kita merenungkan bagaimana misteri iman dinyatakan bukan kepada mereka yang bijak dan pandai. Iman akan Allah yang berkuasa atas langit dan bumi dengan cinta dan belaskasihanNya yang begitu berlimpah. Namun seringkali manusia bersikap acuh tak acuh dengan cinta Allah yang begitu besar. Kesombongan dan keangkuhan diri manusia seringkali menutup hatinya dan akhirnya menjauhkan dirinya dari Allah.

Dalam doa Yesus yang kita dengarkan dalam bacaan Injil hari ini mengungkapkan beberapa hal. Pertama, kesombongan dan cinta diri membutakan diri kita untuk merasakan dan mengalami cinta kasih Allah. Kesombongan menjadi akar dari segala dosa manusia. Oleh karena itu kerendahan hati adalah seperti humus tanah yang mampu menyuburkan tanaman dan akhirnya memberi pertumbuhan dan menghasilkan buah. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (Yak 4:6). Hanya dengan sikap rendah hati, kita mampu menerima kebijaksanaan dan memahami kehendak Allah. Apakah kita dengan rendah hati dan penuh ketaatan menerima kehendakNya ? Kedua, Yesus juga mengkontraskan sikap kesombongan itu dengan sikap rendah hati, kepolosan dan kesederhanaan dari orang miskin dan seorang anak kecil. Kesederhanaan dan kerendahan hati adalah keutamaan iman yang memampukan kita mensyukuri Rahmat dan memupuk harapan dan kegembiraan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita disuguhi suatu tontonan yang lebih mengunggulkan prestasi gemilang, kesuksesan, kesempurnaan. Tak heran kegagalan, ketidakberdayaan dan kekalahan cenderung menjadi sumber keputusasaan. Namun dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengundang kita untuk menghayati kerendahan hati dan kesederhanaan sehingga kita pun menemukan harapan dan sukacita di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan.

“Tuhan Yesus Kristus, berilah kami sikap seperti anak kecil yang penuh kesederhanaan, kepolosan dan kepercayaan. Singkirkanlah kesombongan dan keraguan dan ketakutan dalam hati kami agar kami pun mampu menerima KehendakMu penuh ketaatan”

Comments are closed.
Translate »