BELAJAR UNTUK RENDAH HATI
RABU, 19 SEPTEMBER 2018
BELAJAR UNTUK RENDAH HATI
1Kor 12:31-13:13
Luk 7:31-35
Orang-orang yang menolak kehadiran Yesus, yaitu orang Farisi dan Ahli Taurat, berusaha menghambat dan menggagalkan karya-karya Yesus. Dimana mata mereka apapun yang baik yang dilakukan oleh Yesus, bagi mereka salah. Hati dan pikiran mereka tertutup oleh kesombongan dan kebencian. Namun Yesus tidak berhenti untuk tetap berkarya. Yesus mengkritik mereka karena “kekerasan hati mereka”, sehingga dengan sikap mereka yang demikian rahmat Allah mereka abaikan.
Injil, mengajak kita untuk kembali merenungkan bahwa kehadiran Yesus Kristus dalam diri kita, membutuhkan kesiapan untuk menerima Nya. Kesiapan hati terlihat dari keberanian kita untuk menyangkal diri, yaitu menolak segala bentuk kesombongan dan kejahatan. Jika hati manusia masing terbelenggu dengan kesombonganya, maka sulit bagi orang tersebut merasakan kasih Allah.
Seringkali manusia tidak menyadari bahwa kesombongan membuat relasi dengan Allah menjadi jauh. Ketika relasi kita dengan Allah jauh, maka relasi kita dengan sesama juga kan buruk. Tanda bahwa ada ketidakberesan menyangkut relasi dengan Allah dan sesama, yaitu munculnya sikap curiga, iri hati, benci, marah, dendam, tidak mau kalang, mudah tersinggung dll. Jika muncul hal-hal tersebut, itu tanda bahwa relasi dengan Allah jauh. Kita hari ini diajak melepaskan segala bentuk kesombongan diri agar rahmat, damai dan belas kasih Allah semakin tercurah dalam hidup kita.
Marilah berdoa,
Allah yang maha Kasih, terima kasih atas kesetiaan dan kasih yang selalu mengalir dalam hidup kami. Kami menyerahkan hidup kamu kedalam tangan Mu. Bimbinglah kami di jalan yang benar dan jauhkanlah sikap sombong, agar hanya nama Mu yang selalu kami muliakan dalam hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.