Pw. Santo Vincentius A Paulo
Pw. Santo Vincentius A Paulo
Pengkhotbah 1:2-11; Lukas 9:7-9
Akhir-akhir ini dunia perpolitikan Indonesia sedang memanas dengan berbagai trik dan intrik untuk mempersiapkan pemilihan presiden 2019 nanti. Masing-masing partai membuat persiapan agak calonnya menjadi orang nomer satu di negeri ini. Mereka ingin menjadi partai yang paling besar, memiliki calon yang bisa menjadi orang nomer satu di negeri ini, mempunyai pengaruh paling besar di negeri ini dst. Padahal menjadi orang besar, baik dalam jabatan maupun dalam usaha seringkali justru sulit untuk bisa menikmati kebahagiaan dalam hidupnya. Ada kecemasan-kecemasan yang seringkali muncul dalam hati mereka. Mereka cemas bila ada orang lain yang lebih pandai, popular dan sukses karena takut bila kedudukannya akan digeser. Mereka juga takut kalau ada pencuri yang datang menjarah barang-barang miliknya. Dan masih banyak lagi kecemasan serta kegelisahan yang mengganggu hidupnya.
Pengalaman kecemasan itu juga terjadi pada diri Herodes. Ia telah menyingkirkan orang-orang yang mengganggu dirinya, antara lain Yohanes Pembaptis. Ia juga telah berusaha agar tidak ada orang yang menjadi tandingan hidupnya. Namun tiba-tiba ia mendengar seseorang yang sangat berpengaruh dan diikuti banyak orang, yaitu Yesus. Herodes menjadi gelisah dan mulai bertanya-tanya, siapakah Yesus itu?? Lalu ia berusaha untuk bertemu, namun tentu saja bukan bermaksud baik melainkan untuk membungkamNya.
Hidup dalam suasana persaingan memang tidak membahagiakan. Orang akan selalu cemas apabila ada orang lain muncul, apalagi bila mereka lebih baik, lebih populer, lebih diterima dan mempunyai banyak bakat. Hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menjadi orang yang rendah hati, turut bahagia ketika orang lain dapat berprestasi, turut memberi kesempatan kepada orang yang lebih muda, lebih mampu dan membawa keadaan keluarga, komunitas, atau pun Gereja menjadi lebih baik lagi. Kita mohon rahmat kerendahhatian dari Tuhan agar membimbing kita menjadikan hidup kita lebih bahagia dan komunitas kita lebih dewasa.