1Yoh. 2:18-21; Yoh. 1:1-18
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Detik terahir tahun 2013 sebentar lagi akan beralih menyongsong fajar pertama tahun 2014. Adalah moment yang penting untuk menengok kembali apa yang telah terjadi hari kemarin, sambil tetap menatap apa yang bakal kita jalani di hari esok. Akan menjadi peristiwa yang indah kalau kita juga boleh menoreh pengalaman kita akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita selama setahun ini dan tetap menyadari kehadiranNya dalam setiap tapak-tapak hidup kita di tahun yang sebentar lagi kita sambut.
Sangat menarik bahwa diakhir tahun ini, bacaan injil justru mengajak kita kembali ke awal mula penciptaan: Pada mulanya adalah Firman…
Bacaan injil memberikan kepada kita kesimpulan tentang misteri Kristus: SABDA/FIRMAN. Pada mulanya adalah Firman. Firman itu menjadi Manusia dan tinggal diantara kita, sebagaimana kita baru rayakan pada hari Natal dan akan tinggal bersama kita hingga akhir zaman.
Adalah sangat menarik kalau kita merefleksikan perjalanan hidup kita diakhir tahun ini dalam terang FIRMAN. Sebagai pengikut Kristus, kita patut berbangga bahwa hidup kita ada dalam lingkaran Firman. Apapun pribadi kita, siapa pun diri kita, FIRMAN selalu berada bersama kita, tidak hanya sekarang tetapi sebelumnnya dan sampai akhir dunia. Hal ini menunjukkan bahwa siapapun kita: orang berdosa atau orang suci, kita semua dicintai oleh Tuhan. Dari awal Dia menghendaki agar hidup kita menyerupai Dia. Ketika kita jatuh dalam dosa, Dia rela memikul dosa-dosa kita agar kita selalu layak hidup bersama DIA. Inilah kehebatan TUHAN kita.
Pada detik-detik terakhir tahun 2013, kita diajak untuk secara jujur melihat diri kita, sejauh mana kita sungguh menjadi pengikut Kristus sejati? Apakak kita berani menyerupai DIA dalam hidup harian kita?
Mari kita mohon terang Roh Kudus untuk menyinari hati dan pikiran kita agar segala sesuatu yang kita lakukan ditahun yang baru nanti senantiasa menjadi sarana pewartaan FIRMAN kepada setiap insan yang kita jumpai.
Selamat Tahun Baru untukmu semua.