KASIH ALLAH SUNGGUNG NYATA
Sabtu, 19 Januari 2019
KASIH ALLAH SUNGGUNG NYATA
Ibr 4:12-16
Mrk 2:13-17
Yesus bertemu dengan lewi seorang pemungut cukai dan lewi dijadikan muridNya. Yesus juga ikut makan bersama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Mengapa Yesus mau mengujungi mereka? Yesus memiliki tujuan, yaitu membawa mereka pada pertobatan. Pertobatan adalah penyembuhan rohani, dimana karena kasih, Yesus menganpuni dosa dan mereka melinggalkan segala dosa serta siap melakukan kehendak Allah.
Setiap pribadi berharga dihadapan Tuhan, oleh karena itu semua orang diundang untuk mengenal dan percaya kepada Nya. Manusia dengan segala kelemahan dan kerapuhannya, pada dasarnya tidak bisa hidup tanpa belas-kasih Allah, sebab kehidupan berasal dari Allah. Orang yang sadar akan siapa dirinya, akan senantiasa dekat dengan Tuhan. Sebab hanya melalui kasih Nya, manusia mendapatkan kedamaian dan keselamatan.
Karena Allah telah menerima kita apa adanya, bahkan Dia telah mengampuni dosa-dosa kita, maka sikap yang perlu ditujukkan kepada Allah adalah; syukur yang mendalam dan bersikap yang sama seperti Allah bersikap kepada kita, terhadap sesama. Oleh karena itu hidup yang dijalani menjadi kesaksian atas belas kasih Allah. Lewat kata dan perbuatan kita menghadirkan kasih Allah kepada sesama. Bagaimana menjaga agar setiap saat bisa menghadirkan kesaksian kasih Allah dalam hidup? Semua berawal dari relasi dengan Yesus Kristus yang kita jalin setiap hari. Jika kita dekat dengan Kristus maka apa yang kita lakukan akan seturut dengan kehendak Nya.
Marilah berdoa,
Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas kasihMu yang tanpa syarat kepada kami orang berdosa. Ajarilah kami untuk bisa menjadi pribadi yang siap melayani dan mengasihi sesama, sama seperti yang telah Engkau lalukan kepada kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin