Melatih Kualitas Murah Hati

Melatih Kualitas Murah Hati

Melatih Kualitas Murah Hati

Senin pekan II Prapaskah, 18 Maret 2019

Bacaan: Nubuat Daniel (9:4b-10); Lukas (6:36-38)

Dalam dunia modern, salah satu paham yang sangat akrab dengan kita adalah individualisme. Individualisme adalah paham yang menempatkan kepentingan individual sebagai pusat tujuan hidup manusia. Ke-aku-an selalu menonjol ketimbang memberikan tempat kepada orang lain.

Dalam situasi seperti ini, Sabda Yesus kepada murid-muridNya “Hendaknya kamu murah hati, sebagaimana Bapa-Mu adalah murah hati menjadi tidak mudah untuk diterapkan dalam diri orang yang mengagungkan paham individualisme ini. Orang bisa mengatakan menjadi murah hati atau tidak bukan urusan orang lain. Itu urusan pribadi, tergantung pribadi, mau lakukan atau tidak.

Bagi kita pengikut Yesus, Sabda Yesus diatas sungguh menjadi tantangan yang menyedot banyak energi kita karena sikap murah hati butuh sebuah keterbukaan hati yang total. Hati yang mau berbagi, hati yang rela memberikan tempat bagi orang lain, hati yang peka akan kebutuhan orang lain, hati sebagai seorang hamba yang dengan tulus melakukan kebaikan untuk orang lain.

Masa prapaskah adalah masa dimana gereja mengajak kita untuk kembali ke citra kita sebagai anak Allah. Sebagai anak Allah, kita semestinya mempunya kualitas hidup sebagaimana dimiliki Allah. Tentu kita sadar betul bahwa kita sesungguhnya kita masih jauh dari kualitas ini. Akan tetapi masa prapaskah membantu kita untuk kembali melatih diri kita agar kualitas murah hati ini boleh kita miliki dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus. Mari kita terus bertekun agar kita murah hati sebagaimana Bapa adalah murah hati.

Comments are closed.
Translate ยป