Don’t Complain!

Don’t Complain!

Mark 6:33-45
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.” Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Seberapa sering kita mengeluh dan menyalahkan situasi sekitar: lalu lintas macet! Orang tidak tertib, ceroboh, dan melanggar aturan. Kadang kala situasi sekitar dipakai untuk melempar tanggungjawab yang seharinya ada di pundak kita. Namun kita memilih menghidar, dan memberikannya pada orang lain atau hal lain, sehingga membuat kita merasa tidak bersalah.

Para murid hari ini juga tak mau bertangung jawab atas situasi sekitar. Mereka meminta Yesus menyuruh orang pergi dan mencari makan untuk mereka sendiri. Tak mau susah, dan memikirkan orang lain. Tapi Yesus menjawab, “Kamu harus memberi mereka makan!” Beberapa murid masih menghindar tanggung jawab itu, “Tapi tak mungkin memberi mereka semua makan! Uang kita tidak cukup!”

Muncul seseorang yang ingin ikut memecahkan masalah dengan memberi 5 roti dan 2 ikan. Ia memberi apa yang dipunyai untuk terlibat menyelesaikan soal, bukan menambah masalah. Pemberian itu menjadi sarana bagi Yesus untuk membuat mukjijat penggandaan roti.

Mulailah melakukan sesuatu yang kecil dan berarti, dari pada sekedar mengeluh dan menyalahkan situasi. Berikan apa yang kita punya dan berbuat sesuatu, dari pada menjadi bagian dari persoalan. Semoga hari ini kita bisa menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari persoalan!

Comments are closed.
Translate »