PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS

PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS

RENUNGAN

SELASA, 7 MEI 2019

Yoh 6:30-35

Yesus berusaha meyakinkan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias dan datang untuk memenuhi Janji Allah. Yesus bersada: “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” Namun sekalipun Yesus sudah banyak mengajar dan mengadakan mujizat dan melakukan banyak hal baik didepan mata mereka, mereka tetap tidak percaya.

“Percaya” bukan sesuatu yang mudah bagi mereka yang keras hati. Oleh karena itu untuk bisa percaya kepada Yesus Kristus, maka diperlukan sikap rendah hati. Kesombongan adalah faktor utama mengapa orang sulit untuk percaya dan menerima kehadiran Tuhan. Karena ketika orang sombong, ia berfokus pada diri-sendiri, sementara untuk bisa percaya kepada Kristus, orang harus keluar dari diri sendiri dan mengarahkan hidup yang pusatnya pada Yesus Kristus.

Jika orang memiliki kerendah-hati, ia menempatkan dirinya bukan sebagai pusat atau tuan, tetapi sebagai hamba, yang siap untuk menerima dan melayani Tuhan. Kepercayaan dilandasi oleh pengalaman kasih yang diterima dari Allah. Oleh karena itu iman/percaya tidak bisa dilepaskan dari pengalaman kasih dengan Allah. Jika orang percaya karena kasih, maka iman akan tumbuh berkembang dalam diri orang tersebut, dan akan berbuah dalam banyak perbuatan kasih.

Percaya kepada Tuhan, tidak bisa disamakan dengan meraih suatu prestasi, karena saat orang percaya, orang tidak lagi perpikir tentang ambisi tetapi lebih keberanian untuk berserah dan melakukan kehendak Allah. Dengan demikian orang iman berjalan dalam hidup dengan kesadaran bahwa Yesus Kristus menjadi pusat dan penuntun hidupnya.

Comments are closed.
Translate »