Hari Biasa Pekan XIV

Hari Biasa Pekan XIV

Matius 10: 1-7

Rabu, 10 Juli 2019

Rm Djoko S Prakosa Pr
Rektor seminari kentungan

1. Siapa yang kita cari? “Carilah selalu wajah Tuhan.” Mengapa? Jawabannya ada dalam Mazmur Tanggapan hari ini: Sebab “Pandangan Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.” Para Rasul adalah pribadi-pribadi yang mencari wajah Tuhan dan ingin memandang-Nya. Setiap Rasul mempunyai keterarahan untuk mencari dan mereka akhirnya menemukan Tuhan. Dan pandangan Tuhan pun tertuju kepada mereka. Ia bahkan memilih mereka berduabelas, termasuk Yudas yang mengkhianati-Nya. Yudas adalah pengingat bagi kita, yaitu bahwa seorang murid, di dalam perjalanan hidupnya, bisa mencintai sesuatu yang lain dan mengubahnya menjadi tuhannya sendiri serta akhirnya tidak setia. Tuhan tidak sekedar memandang dan memanggil atau memilih tetapi Ia memberi kuasa-Nya kepada mereka: “Pada suatu hari Yesus memanggil mereka, dan memberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit serta segala kelemahan.”

Adakalanya kita lebih mencari wajah kita sendiri. Artinya apa yang kita lakukan adalah agar hidup dan pelayanan kita dikenal dan dikenang. Jika hal ini “terselip” dalam motivasi hidup dan pelayanan kita, kita justru akan mengundang dan bukan mengusir roh jahat. Kita bukannya melenyapkan penyakit dan kelemahan, tetapi justru menambah dan menyuburkan penyakit dan kelemahan kita. Siapa yang Anda cari?

2. Dibalik kisah pemilihan. Yesus Membutuhkan Para Rasul. Kerajaan Surga yang ditawarkan Yesus rupanya semakin bertumbuh karena Ia melibatkan para murid-Nya. Kerajaan Surga bukanlah kisah pertunjukan satu orang. Yesus bukanlah the one-man show. Ia menolak untuk menjadi pertunjukan satu orang. Itlah sebabnya Ia memilih dan mempercayakan pewartaan Kerajaan Allah melalui orang lain. Pilihan-Nya dimulai dengan dua belas Rasul: “Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.”

Para Rasul dipanggil dengan nama, yang berarti bahwa Kristus mengenal mereka dengan baik ketika Dia memanggil, termasuk semua kekurangan dan kelemahan mereka. Dia tidak meminta pernyataan “Surat Keterangan Hidup Baik” dari pihak lain. Yesus menyatakan pilihan-Nya melalui doa dan Dia berdaulat dalam pilihan-Nya itu.

Cara Yesus memilih para Rasul adalah “cara yang gila” menurut kacamata dunia. Ia memilih mereka bukan atas dasar kesempurnaan kepribadian mereka. Hal ini mengajak kita merenung bahwa bagi Allah tidak ada manusia yang dapat berdiri di hadirat-Nya dan membanggakan kelayakan mereka. Semua kemuliaan hanya milik Tuhan saja! Di sisi lain kita diingatkan bahwa setiap dari kita tidak perlu khawatir dengan keterbatasan diri kita sejauh kita melekatkan diri pada Tuhan yang mempercayakan Kerajaan Allah kita. Tidak ada alasan untuk tidak terlibat dengan keadaan diri kita. Allah meminta kita menyebarkan Kerajaan Allah melalui situasi hidup kita masing-masing.

Yesus menegaskan kepada para murid-Nya: “Janganlah kalian menyimpang ke bangsa lain, atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan wartakanlah, ‘Kerajaan Surga sudah dekat!’” Ini berarti kita diajak untuk melibatkan diri mewartakan Kerajaan Allah, pertama-tama kepada orang-orang yang ada di dekat kita, keluarga kita, sahabat kita, dan lingkungan kita masing-masing. Kebesaran Kerajaan Allah tidak diukur dengan berapa jauh kita melangkah keluar, tetapi berapa dalam langkah sapaan itu menggugah dan mengubah orang-orang di sekitar kita.

Comments are closed.
Translate »