Selasa, 17 Desember 2019
Matius 1: 1-17
Dari Rm Djoko Prakosa Pr
Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta
Hari Khusus Adven
1. Inilah Silsilah Yesus Kristus. Penulisan silsilah dimmaksudkan untuk mengungkapkan asal-usul Yesus. Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus: “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” Sejak awal Injil Matius membawa pembacanya untuk bertanya: Siapakah Yesus? Apa peran-Nya dalam rencana Allah dan dalam kehidupan kita?
Sebagai anak Daud, Yesus menggenapi janji Allah kepada Daud bahwa keturunannya akan tetap menduduki takhta Israel dan memerintah kerajaan di seluruh alam semesta (2Sam. 7:12-16; Yes. 9:6-7). Sebagai anak Abraham, Yesus menggenapi janji yang diberikan kepada nenek moyang bangsa Israel. Karena Dia, seluruh umat manusia akan diberkati (Kej. 12:1-3). Yesus adalah penggenapan berkat universal kepada semua bangsa. Karena berkat universal disebut dalam ayat pertama dan ayat terakhir Injil Matius: “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” (Mat 1:1) dan “Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.” (Mat 1: 17). Sebagai anak Daud dan anak Abraham Yesus benar-benar telah lahir dan ada dalam sejarah manusia. Ini dibuktikan oleh Matius melalui silsilah Yesus Kristus (Mat 1: 2-16).
Injil Matius 1: 1-17 mengingatkan kita bahwa Yesus adalah pusat dari silsilah itu. Dialah Tuhan dan Juruselamat yang Allah berikan bagi seluruh umat manusia. Marilah di Masa Adven khusus ini kita panjatkan puji syukur yang paling agung atas berkat yang telah dilimpahkan bagi kita di dalam Yesus, sekaligus mengevaluasi apakah hidup kita sudah senantiasa berpusat kepada-Nya.
2. Arti Pentingnya Silsilah. Daftar silsilah Yesus ini begitu panjang. Nenek moyang Yesus masing-masing mempunyai keunikan dan ke-khas-annya sendiri, tak satu pun yang sama: kepribadian, pengalaman hidup hariannya maupun hidup rohaninya. Beberapa adalah pahlawan iman. Sebagian kelabu hidupnya. Sebagian lagi orang-orang biasa (Hezron, Ram, Nahason, Akhim). Sebagian lagi jahat (Abia, Manasye). Mengapa silsilah-Nya di Matius dan Lukas berbeda? Matius menelusuri sampai ke Abraham karena ditujukan kepada orang Yahudi, Lukas sampai ke Adam sebab tulisannya untuk orang non-Yahudi. Yesus adalah Juruselamat orang Yahudi maupun non-Yahudi.
Karya Allah dalam sejarah tidak dibatasi oleh kegagalan dan dosa manusia! Kenyataan ini seharusnya mendorong kita semakin rendah hati dan berbesar harap. Disamping itu, kita melihat keajaiban besar. Yesus sungguh unik tiada duanya. Satu-satunya manusia ber-Bapa di surga tanpa ibu, dan ber–ibu di dunia tanpa bapa! Itu sebabnya Yusuf diperkenalkan sebagai suami Maria.
Hari ini saya mengundang Anda untuk meluangkan waktu dan merenungkan keluarga kita: keluarga yang melahirkan kita dan juga keluarga tempat kita berada saat ini. Apa yang kita hargai tentang keluarga kita? Apa yang mungkin mengecewakan kita tentang keluarga kita? Tidak ada keluarga yang sempurna, sama seperti kita tidak sempurna. Apa tantangan dalam keluarga kita? Bagaimana kita menghadapinya? Apa hadiah terbesar yang Anda terima dari keluarga Anda? Apa hadiah yang kita bagikan? Saya berharap Tuhan adalah salah satu dari karunia itu! Hari ini semoga kita bersyukur untuk keluarga kita dan banyak hadiah yang telah mereka berikan kepada kita! Keluarga adalah tempat dimana kita akhirnya mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang kita imani. Cara Tuhan membawa kita untuk mengalami keselamatan saat ini tidak pernah lepas dari sejarah keluarga di masa lampau.
3. Wanita di balik rencana keselamatan Allah. Pada zaman Perjanjian Lama, kedudukan seorang wanita dalam hak waris, hak bekerja, hak berpendapat remeh. Akan tetapi, pandangan Allah terhadap wanita berbeda dengan dunia.
Yang menarik dari perikop ini ialah ada tiga nama wanita yang memiliki riwayat hidup yang “cacat”. Mengapa? Ketiga wanita tersebut yakni: Tamar (ayat 3); Rahab (ayat 5a); Batsyeba, istri Uria (ayat 6). Pertama, sebenarnya Tamar adalah menantu dari Yehuda (lih. Kej. 38: 6, 8-11). Janji Yehuda untuk memberikan Syela menjadi suami bagi Tamar ternyata bohong (ayat 14). Jadi, Tamar menyamar sebagai “wanita nakal” untuk menggoda Yehuda dan melahirkan Peres dan Zerah. Kedua, Rahab adalah seorang “wanita nakal” Kanaan yang melindungi pasukan pengintai Israel saat mereka hendak melarikan diri dari kota Yerikho (lih. Yos. 2). Penyebab Rahab menolong mereka karena ia memercayai Allah Israel (ayat 9-13). Ketiga, Batsyeba adalah istri Uria yang menjadi korban keinginan nafsu Raja Daud, ketika suaminya berperang membela Israel melawan Amon. Batsyeba melahirkan seorang anak yang meninggal tidak lama setelah ia lahir. Barulah kemudian Salomo lahir (ayat 2 Sam. 11).
Allah memilih Tamar, Rahab, dan Batsyeba menjadi nenek moyang Yesus. Ada suatu kebenaran yang luar biasa, yaitu bahwa Allah ingin menjadi bagian dari sejarah keluarga manusia kita yang “diwarnai kelemahan”. Kardinal Van Thuan memberikan komentar atas silsilah ini: “banyak yang tercantum dalam silsilah Yesus adalah “penyembah berhala, pembunuh, dan orang-orang tanpa moral.” Dia ingin menjadi salah satu dari kita sehingga Dia dapat mempertobatkan kita dari dalam” (lih. 2 Korintus 5:21). Keselamatan tidak didasarkan pada siapakah kita, bagaimanakah masa lalu kita, apa pekerjaan kita, dll.