Hari Biasa Sesudah Penampakan.
Markus 6: 34-44
Dari Rm Djoko Prakosa Pr Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta
Selasa, 07 Januari 2020
1. Tanggungjawab untuk berbagi. Injil hari ini berbicara tentang belas kasihan Yesus kepada orang-orang yang mengikuti-Nya dan berkumpul untuk mendengarkan pengajaran-Nya: “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” Yesus dan para murid menyadari bahwa orang-orang itu mulai lapar. Para murid memberi saran kepada Yesus: “Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Para murid memberi saran ini karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk memberi makanan bagi semua orang ini. Di tengah keterbatasan para murid, Yesus memberikan jawaban yang mengejutkan: "Kamu harus memberi mereka makan!"
Kisah itu mengingatkan kita bahwa Yesus memperhatikan kebutuhan rohani dan jasmani manusia. Kita pun dipanggil untuk memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani sesama kita. Ia tidak mengharapkan kita untuk melakukan mukjizat. Ia hanya ingin kita berbagi apa yang kita miliki. Di tangan-Nya lima roti dan dua ikan sudah cukup untuk memberi makan banyak orang. Ia ingin agar kita berbagi apa yang kita bisa dan punya, selebihnya ada di tangan-Nya. Pada saat-saat tertentu mungkin kita merasa tidak berdaya untuk membantu orang lain. Kita takut memberi karena apa yang kita punya tidak akan membantu orang lain dan diri kita sendiri. Setiap kali ada godaan untuk menghindar dari panggilan untuk berbagi, Tuhan mengingatkan kita: "Kamu harus memberi mereka makan!"
2. Ekaristi memimpin untuk berbagi. Yesus meminta para murid-Nya ikut bertanggungjawab atas kebutuhan perut orang-orang yang mendengarkan pengajaran Yesus. Ia meminta para murid untuk berbagi. Itulah sebabnya Ia berkata: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." Sesuatu yang menarik adalah apa yang Yesus lakukan terhadap lima roti dan dua ikan itu: “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” Perbuatan Yesus ini mengingatkan akan Ekaristi. Makna rohaninya jelas: Ekaristi harus memimpin para murid-Nya untuk berbagi. Adakalanya kita menunda atau bahkan angkat tangan saat melihat permasalahan dan kebutuhan orang-orang yang sungguh-sungguh memerlukan uluran kasih kita. Kita bisa memulai dari keluarga kita: mungkin ada anggota keluarga kita yang sedang sakit dan kesepian, namun kita tidak mempunyai waktu untuk tersenyum bagi mereka. Jika kita benar-benar ingin menjadi cinta Tuhan di dunia saat ini, kita perlu menjadi cinta Allah di rumah kita terlebih dahulu. Kita dipanggil untuk menjadikan rumah kita sebagai pusat cinta! Ada sebuah ungkapan yang menarik: “Ketika Anda membeli pakaian, belilah satu saja dengan harga yang lebih murah dan gunakan uang yang lebih itu untuk membeli sesuatu untuk orang lain yang membutuhkan.” Kebiasaan berbagi kepada sesama yang membutuhkan perlu ditumbuhkan mulai dari rumah kita. Caranya: Mencintai Ekaristi yang memimpin hidup untuk berbagi.