RINDU PERAYAKAN EKARISTI
Lukas 24:35-48
Setelah Yesus bangkit, Dia menampakkan diri kepada pada murid-murid-Nya. Apa yang menjadi tujuan Yesus? Dia ingin menguatkan para murid dan meyakinkan bahwa apa yang sudah ditulis dalam Kitab Suci sudah terpenuhi dalam Diri-Nya. Yesus mengingatkan kembali kepada para murid-Nya.” Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya? Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.”(Luk 24:27-28). “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” (Luk 24:44).
Ketika para murid menerima kehadiran Yesus, mereka bersemangat kembali dan harapan yang hancur karena merasa ditinggalkan kini bersemi kembali. (Luk 24:32-33). Bagaimana cara para murid bisa tersadar kembali bahwa Tuhan Yesus Kristus telah bangkit dan hidup seperti yang sudah dikatakan dalam Kitab Suci? Para murid bisa mengenali kembali Yesus dan paham apa yang telah tertulis dalam KS pada saat Yesus memecah-mecahkan roti/makanan dan membagikannya kepada mereka. Dengan demikian Yesus mengingatkan kembali bahwa dalam perjamuan kudus/Ekaristi, Yesus hadir secara langsung.
Karena Ekaristi tanda kehadiran Kristus maka di dalamnya semua orang beriman menerima kekuatan dari sumber hidupnya, maka Gereja dalam dokumen Konsili Vatikan II, dalam Konstitusi tentang Liturgi Suci / Sacrosanctum Concilium (SC) dalam artikel 10, dinyatakan bahwa Liturgi (Ekaristi) merupakan puncak dan sumber kehidupan Gereja. Mengapa? Karena di dalam Ekaristi terlaksanalah karya penebusan kita (Bdk. SC.2). Apa artinya semua itu? Secara sederhana mau dikatakan bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh hadir dalam Ekaristi.
Kehadiran-Nya dalam Ekaristi juga menurunkan kembali pengampunan dosa bagi mereka yang percaya (orang yang bertobat),dan menumbuhkan damai dan sejahtera. ( Luk 24: 36.47). Kini saat pandemik Corona kesempatan merayakan Ekaristi secara langsung tidak terjadi. Banyak umat yang merasakan kerinduan untuk hadir kembali dalam Ekaristi. Kerinduan tersebut menjadi tanda bahwa kita membutuhkan belas kasih Allah yang penuh damai. Kesempatan sekarang adalah saat untuk menyadarkan kembali akan besarnya kasih Tuhan yang hanya bisa kita rasakan dalam Perayaan Kudus Ekaristi. Semoga badai virus Corona ini segera berlalu sehingga kita bisa merayakan Penebusan Kristus (Ekaristi) bagi kita orang berdosa ini.