Surga atau Neraka

Surga atau Neraka

Jumat Pekan Biasa X, 12 Juni 2020

Bacaan: 1 Raj. 19:9a,11-16; Matius 5:27-32

Sabda Yesus pada hari ini sungguh tajam, tegas dan juga jelas yang menyangkut kenyataan hidup harian kita. Secara khusus kali ini Yesus ingin menyadarkan kita semua akan kehidupan berkeluarga yang diikat dalam Perkawinan, bahkan Sakramen Perkawinan. Perkawinan ini begitu mulia dan merupakan sebuah panggilan dan pilihan yang menyertakan Tuhan sendiri di dalamnya. Oleh sebab itulah kesetiaan dalam hidup perkawinan hingga kematian memisahkan pasangan secara fisik, tetap harus dijaga dan dipertahanakan. Jelas tidak selalu mudah dalam menghidupi Perkawinan jika hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri, apalagi dengan berbagai godaan yang ada. Dalam hal inilah kita perlu selalu sadar dan mengandalkan kekuatan Tuhan yang telah mempersatukan hidup Perkawinan ini.

Tujuan hidup kita, termasuk Perkawian adalah kehidupan bahagia dalam persatuan dengan Tuhan selama di Kerajaan Surga. Tentu saja Surga bukannya tempat melainkan kehidupan abadi dan damai dalam Rumah Bapa. Oleh sebab itu kita harus waspada dengan berbagai godaan yang dapat merusak tujuan hidup kita, khususnya dalam hidup Perkawinan. Yesus menyinggung perzinahan, yang muncul dari sikap kurang mampu mengendalikan diri terhadap godaan. Tuhan menciptakan panca indra untuk membantu kita semakin terarah kepada Tuhan bukan malah menjauh. Dengan perbuatan zinah yang bisa berlanjut dengan perceraian, maka arah perjalanan kita adalah neraka. Ini bisa terjadi karena kita memisahkan diri dari Tuhan dalam kesetiaan terhadap Perkawinan.

Yesus menyinggung realita yang sampai hari ini masih terjadi di dalam kehidupan kita semua, khususnya menyangkut hidup Perkawinan dan berkeluarga. Suasana kebebasan yang ditawarkan dunia ini telah membawa kita melakukan berbagai hal yang menjauh dari Tuhan. Apakah kita masih mau menjauh dari Tuhan? Saatnya kita mendengarkan teguran Yesus ini dan bersikap tegas terhadap godaan dunia ini.

Comments are closed.
Translate ยป