Tuhan, selamatkan saya!

Tuhan, selamatkan saya!

SELASA MINGGU KE 13 MASA BIASA

30 Juni, 2020

Amos 3:1-8; 4:11-12

Matius 8:23-27

Saudara-saudariku terkasih,

Bacaan pertama hari ini,  Nabi Amos mengumumkan pengadilan Tuhan atas bangsa Israel karena mereka telah berpaling dari Allah dan menolak untuk kembali kepada Allah. Sebelumnya bangsa Israel adalah umat pilihanNya; Allah menyatakan kehadirannya kepada bangsa Israel dengan cara yang sangat unik, dimana Allah menunjukkan kepada mereka kekuatan kuasaNya menghantar mereka keluar dari perbudakan Mesir. Tetapi ketika mereka mengalami pergolakan, sebagaimana Allah memporakporandakan Sodom dan Gomorah, mereka tidak juga mau kembali kepada Allah.

Sebaliknya, Injil hari ini menceritakan sesuatu yang berbeda dimana ketika para murid yang sedang dalam perahu bersama Jesus, ketika perahu mereka lagi ditimbus gelombang. Pengalaman ini secara harafiah boleh dibilang bahwa para muridpun sedang menghadapi pergolakan oleh gelombang yang menimpa mereka. Apa reaksi mereka? Dengan seramerta mereka menghampiri Yesus, membangunkanNya agar Yesus dapat menolong mereka. Meskipu Yesus mempertanyakan iman mereka,.. karena para murid tahu bahwa Yesus akan segera menolong mereka,…  dan benar bahwa Yesus menolong meredahkan gelombang itu. Danau itu menjadi tenang kembali

Saudara-saudariku terkasih,

Apa yang dapat kita lakukan apabila kita mengalami kesulitan dalam hidup ini, atau menghadapi suatu pergolakan yang sangat berat? Bacaan-bacaan hari ini, kita diberikan pilihan yang berbeda. Kita bisa saja mengabaikan Tuhan, yang bisa saja menghantar kita ke keadaan yang lebih runyam, atau kita bisa juga kembali ke Tuhan untuk diselamatkan. Meskipun Yesus menghardik para murid ketika itu:”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Kita dapat menafsirkan bahwa Yesus tidak menghardik karena kita mau datang/kembali kepadaNya minta tolong, tetapi kita memang perlu datang kepadaNya, minta tolong daripada kita binasa. Dan yang paling penting kita perlu sadar bahwa Yesus selalu dan akan bersama kita dalam perjalanan hidup ini.

Yang penting kita sadar bahwa kita akan binasa kalau Yesus tidak bersama kita. Kehadiran Yesusl  tidak hanya secara harafilah atau biologis, tetapi Yesus hadir dalam seluruh perjalanan hidup kita secara rohani dan kehadirannya itu abadi, karena kita akan binasa apabila kita hidup tanpa Yesus. Para murid boleh merasakan bahwa Yesus tidak hadir saat itu, sampai akhirnya mereka harus membangunkan Yesus, karena mereka melihat bahwa Yesus sepertinya belum mau berbuat sesuatu. Dalam hal ini kita perlu ingat bahwa meskipun seolah-olah Allah tidak atau belum menyatakan kehadiranNya pada saat kita menghadapi pergolakan, Yesus tetap hadir bersama kita, Yesus tetap menantikan agar kita mau kembali dan datang  kepadaNya.

Saudara-saudariku terkasih,

Hidup ini benar-benar suatu perjuangan yang penuh gelombang. Apalagi tentang gelombang dalam hidup rohani kita. Bukan tidak mungkin kadang-kadang iman kita menjadi goyah ketika menghadapi tantangan atau ujian, dan itu menjadi suatu pengalaman yang tidak bisa kita hindari. Kitapun kadang-kadang menjadi tegar hati, sombong dan mengandalkan kekuatan/kemampuan sendiri yang bisa saja membuat kita mati konyol. Bagus, kalau kita akan selalu merasakan, menyadari bahwa hidup ini tidak pernah luput dari tantangan dan gelombang yang menerjang yang selalu mengombang ambingkan bahtera kehidupan ini di satu pihak, dan mau dengan rendah hati memohon pertolongan Yesus: “Tuhan, selamatkanlah kami – Lord, save us!”

Saudara-saudari, mari kita selalu mau kembali dan datang kepada Yesus saat ini, terutama bagi saudara-saudariku yang saat ini lagi mengikuti perayaan Ekaristi.  Kita berdoa hari ini dan kapan saja kita mengalami gelombang hidup yang dahsyat, ingat akan ungkapan yang sangat singkat dan penuh arti dengan mengatakan “Lord, save us!” Amen.

Comments are closed.
Translate ยป