Percaya kepada Krsitus, sebagaimana Yesus mengatakan siapa Dia

Percaya kepada Krsitus, sebagaimana Yesus mengatakan siapa Dia

KAMIS DALAM MINGGU KE 13 MASA BIASA

Amos 7:10-17

Matius 9:1-8

Saudara-saudariku terkasih,

Sungguh sudah tidak asing lagi: pengampunan serta penyembuhan seorang lumpuh oleh Yesus dalam bacaan injil hari ini dipandang sebagai penistaan agama atau lebih tegas lagi “Ia menghujat Allah” oleh kaum Farisi. Sementara peristiwa penyembuhan fisik si lumpuh itu telah mengundang reaksi “Wow!” dari orang banyak yang hadir pada kesempatan itu…”melihat hal itu mereka takut lalu memuliahan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada anak manusia.”

Kedua reaksi ini (dari kaum Farisi dan orang banyak yang hadir) mengajak kita untuk melihat lebih dalam akan arti dan maknanya bagi kehidupan iman kita. Keadaan orang lumph sejak kecil itu boleh dibilang bahwa keadaan orang lumpuh itu dihubung-hubungkan atau dikaitkan-ngaitkan dengan penyakit dan dosa. Seseorang yang sakit, cacat fisiik, atau yang mati secara tidak wajar bisa saja dikaitkan dengan kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan atau kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh orangtuanya, bahkan sampai pada penghakiman sebagai dosa keturunan.

Jadi berangkat dari sikap pandang orang Farisi diatas telah mempengaruhi sikap para pemimpin agama saat itu bahwa “Yesus sudah patut diadili karena “Ia telah menghujat Allah.” Sementara di pihak lain, orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu merasa kagum dan takut yang sekaligus membuat mereka bergembira dan memuliakan Allah.

Saudara-saudariku,

Dua reaksi yang berbeda ini kiranya akan lebih mempertanjam sikap, analisa kritis dan keyakinan kita kepada Kristus yang penuh dengan kuasa “mengampuni dosa,” … “supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Disini Yesus semakin tegas dan jelas memproklamirkan DiriNya, siapa Yesus sebenarnya, teristimewa bagi mereka yang percaya. Untuk mereka yang percaya, peristiwa itu telah memberi mereka terang akan Kerajaan Allah yang telah datang ke dunia.

Jadi bagi anda dan saya, peristiwa ini telah mengundang kita agar tidak takut-takut dan ragu mewartakan Kristus. Kristus yang penuh kasih dan kuasa memulihkan kembali hubungan kita dengan Tuhan yang telah rusak akibat dosa. Namun dengan kesadaran ini tidak berarti bahwa kita menjadi imun/kebal dari segala kelemahan manusiawi. Atau sangat mungkin ada diantara kita masih punya anggapan seperti kaum Farisi. Oleh karena itu peristiwa ini membuat kita lebih yakin bahwa Yesus benar-benar telah datang untuk menyatakan kasih Allah yang luar biasa kepada kita, Allah yang maha pengampun, dan percaya kepada Kristus yang telah datang menebus kita dan membangun kembali hubungan kita dengan Bapak di Surga.

Oleh karens itu, saudara/i terkasih! Kita bersyukur bahwa lewat doa dan keikutsertaan kita dalam perayaan Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya, terutama dalam sakramen pengakuan, lewat kerjasama kita dengan rahmat Allah, kitapun akan sekali lagi mendengar apa yang  Yesus katakan kepada orang lumpuh itu: “Percayalah hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Amin.

Comments are closed.
Translate ยป