Berbahagialah mata yang melihat dan telinga yang mendengar
Mat 13:10-17
Hari ini kita merenungkan Injil tentang para murid yang tidak mengerti kenapa Yesus berbicara langsung dan jelas kepada para murid tentang rahasia dan kebijaksanaan Ilahi namun tidak demikian kepada orang banyak.
Rahasia-rahasia Ilahi adalah rahmat yang diberikan khusus untuk mereka yang dengan kerendahan hati dan ketulusan iman ingin menerima kehadiran Allah dalam diri Yesus.
Kata Yesus: “Akan tetapi berbahagialah mata kalian sebab melihat, berbahagialah telinga kalian sebab mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kalian lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Pertanyaan yang perlu direnungkan: Apakah kita cukup rendah hati dan punya keterbukaan untuk menerima sabda Allah? Apakah kita memahami dengan baik dan benar sabda yang kita baca? Apakah sabda Allah ini berbuah dalam cinta dan kebajikan?
Sebagai manusia kita banyak kekurangan. Kita kurang mendengarkan satu sama lain. Kita kurang terbuka kepada kehadiran sesama, terutama mereka yang berbeda dari kita. Kita bahkan menutup mata dan telinga terhadap mereka.
Tuhan ingin membuka mata dan hati kita untuk melihat dan merasakan kehadiran-Nya. Barangkali lewat sesama yang menderita dan butuh bantuan kita. Bukan dengan apa-apa. Melainkan sedikit hiburan dan senyum. Mungkin lewat sapaan dan kata-kata yang sederhana saja adalah sudah cukup untuk mereka. Dan masih banyak cara yang bisa dipakai oleh Tuhan untuk menghibur dan menyembuhkan kita. Asal saja kita ingin terbuka untuk menerima kehadirannya.
Karena itu, marilah kita memohon semoga rahmat Roh Kudus menganugerahkan kurnia-kurnia-Nya agar sabda Tuhan yang kita dengar dan renungkan bisa berbuah dan membawa kegembiraan dan keselamatan bagi sesama.