Cinta dan belas kasih lebih unggul daripada sekedar taat aturan
Senin, 07 September 2020
Cinta dan belas kasih lebih unggul daripada sekedar taat aturan (Luk 6:6-11)
Saat-saat seperti sekarang ini, bagi banyak orang pandemi covid-19 menjadi suatu petaka yang meyesakkan dada dan menyedihkan. Bagaimana tidak? Mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Banyak orang mengalami kehilangan anggota keluarga, pekerjaan, kesehatan yang baik, kehilangan saat-saat kebersamaan. Tak jarang situasi semacam ini menyebabkan ketakberdayaan dan kehilangan harapan. Demikian kiranya Injil hari ini mengkisahkan orang yang mati tangan kanannya disembuhkan oleh Yesus. Orang tersebut mengulurkan tangannya dan disembuhkan Yesus. Dalam situasi semacam ini, Yesus hadir dan menjadi penyembuh dan penolong bagi orang tersebut. Peristiwa penyembuhan tersebut juga menjadi suatu kritikan bagi orang Farisi dan ahli-ahli taurat yang lebih mengutamakan pelaksanaan hukum taurat tetapi melalaikan cinta dan belas kasih kepada sesama. Bagi orang Farisi dan ahli taurat hukum lebih penting daripada menyelamatkan hidup orang. Menurut mereka, menyembuhkan orang sakit tidak boleh dilakukan pada hari sabat. Namun Yesus hendak menunjukkan kepada mereka bahwa tindakan cinta kasih menjadi tanda kasih Allah kepada manusia. Yesus memberikan pemulihan dan kesembuhan dari belenggu penyakit. Bukan hanya penyakit fisik membuat kita menderita tetapi penyakit rohani yang membuat diri kita kehilangan harapan, iman dan pengalaman dikasihi. Yesus pertama-tama bukan hanya menyembuhkan orang. Orang Farisi dan ahli-ahli taurat mencari-cari kesempatan untuk mempersalahkan Yesus namun justru yang terjadi Yesus mengajar mereka dengan suatu ajaran cinta kasih.
Dalam situasi pandemik covid-19 seperti saat ini, kita diundang untuk melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang sekiranya meringankan penderitaan orang lain. Yesus dalam bacaan Injil hari ini, mengundang kita untuk terlibat dalam tindakan yang meringankan beban orang lain, bukan hanya memberi suatu barang tetapi juga rasa empati dan berdoa bagi mereka yang mengalami penderitaan. Marilah kita melakukan hal-hal kecil dan sederhana demi kebaikan orang lain.
“Tuhan Yesus, Engkau telah mengalahkan dosa dan kematian dengan penderitaanMu di atas Kayu Salib dan KebangkitanMu. Ubahlah hati kami dengan cintaMu yang menyelamatkan dan membebaskan kami”