KITA TAK PERNAH BERJALAN SENDIRI
Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
Kel. 23:20-23a; Mat. 18:1-5,10.
Pada hari ini kita memperingati para utusan Tuhan yang melindungi kita umat manusia, yakni para Malaikat Pelindung. Pada tahun 1608, Paus Paulus V menambahkan peringatan para Malaikat Pelindung ke dalam penanggalan para kudus dan pesta gerejani. Kita semua sudah dianugerahi Malaikat Pelindung. Pernyataan tentang setiap orang memiliki Malaikat Pelidung ini tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik 336 “Sejak masa anak-anak (Bdk. Mat 18:10) sampai pada kematiannya (Bdk. Luk 16:22) malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan (Bdk. Mzm 34:8; 91:10-13) dan doa permohonan (Bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob 12:12). “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Basilius, Eun. 3, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah.
Saudari-saudaraku yang dikasihi Allah, Malaikat Pelindung kita adalah hadiah dari Tuhan kita yang penuh belas kasih. Peringatan Malaikat Pelindung adalah pengingat bahwa Tuhan kita yang menciptakan dunia ini terus-menerus terlibat dengan dan di dunia. Ini adalah pengingat bahwa ketika kita membutuhkan pertolongan, kita selalu dapat memanggil malaikat Tuhan. Maka, mengetahui serta mengimani bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung yang melindungi kita, sungguh sangat membesarkan hati.
Teks Injil hari ini hampir sama dengan yang ada pada Injil kemarin pada Pesta St. Theresia Kanak-Kanak Yesus. Namun ada tambahan, yakni ayat 10, yang berbicara tentang para malaikat dari ‘anak-anak kecil’ yang selalu berada di hadapan Bapa. “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Pesta Malaikat Pelindung adalah pengingat bahwa Tuhan, melalui para Malaikat, selalu siap, setiap kali kita berpaling kepada-Nya. Kitab Keluaran, dalam bacaan pertama, dengan jelas mengatakan, “Inilah firman Tuhan, sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya.” Kepercayaan ini mengacu pada keyakinan bahwa setiap jiwa memiliki malaikat yang siap untuk menggembalakan jiwa kita mellaui kehidupan yang membawa kepada Tuhan.
Saudari-saudaraku yang dikasihi Allah, di saat kita sedang dalam situasi masa pandemi dan pada Peringatan Malaikat Pelindung yang sangat istimewa ini, tradisi iman kita mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Pada peringatan Malaikat Pelindung hari ini, maukah Anda menjadi utusan Tuhan sehingga tidak ada seorang pun di sekitar hidup Anda yang merasa berjalan sendiri dalam hidupnya? Bagaimana caranya dalam konteks hidup Anda?
Tuhan memberkati.