MELIHAT KEMULIAAN TUHAN.

MELIHAT KEMULIAAN TUHAN.

Ayb. 42:1-3,5-6,12-17; Luk. 10:17-24.

Injil hari ini mengisahkan bahwa ketujuh puluh murid yang Yesus utus kembali dengan sukacita karena suksesnya misi yang mereka emban. Kesuksesan itu ditandai dengan takluknya setan-setan karena nama Yesus. Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”

Saudari-saudaraku yang dikasihi Allah, nampaknya kegembiraan, sukacita, dan kebahagiaan adalah kata kunci yang ditampilkan dalam bacaan-bacaan hari ini. Bacaan pertama dari Kitab Ayub mengisahkan, kebahagian Ayub sebagai yang terberkati. Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Selanjutnya dikisahkan bahwa TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.

Bagaimana kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dalam hidup kita? Pertama, kerendahan hati seperti dalam Ayub adalah kunci untuk melihat kemuliaan Tuhan, karena Tuhan menyembunyikan “hal-hal ini dari yang terpelajar dan yang pandai dan mengungkapkannya kepada anak-anak belaka.” Hanya dalam kesederhanaan dan kepercayaan seperti para murid, Tuhan akan menunjukkan kepada kita wajah-Nya. Tapi yang terpenting, kita bisa melihat dan merasakan kemuliaan Tuhan di dalam Yesus.

Kedua, permenungan hari ini mengajak kita untuk terus menyadari fakta bahwa meskipun kita mungkin tidak bertemu dengan orang yang kerasukan setan, tetapi kita dapat menemukan cara kerja si jahat setiap harinya dalam hidup ini. Untuk itu, Yesus mengajak kita untuk percaya pada kuasa-Nya yang bertindak melalui kita saat kejahatan diperangi baik dalam diri kita maupun dunia sekitar kita. Kita harus dengan yakin berdoa agar dunia kita dibebaskan dari si jahat dan kita harus memiliki iman penuh agar kuasa Kristus bekerja melalui doa-doa kita.

Ketiga, mari kita berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan menolong kita untuk memiliki keyakinan pada kekuatan-Nya guna mengalahkan si jahat dan pekerjaannya. Namun yang lebih penting, membantu kita untuk terus mengarahkan pandangan  kepada-Nya dan Surga, menjadikan kesucian hidup sebagai tujuan utama kita. Tuhan memberkati!

Comments are closed.
Translate »