Pergilah, dan perbuatlah demikian
HARI SENIN, MINGGU BIASA KE 27
5 Oktober, 2020
Galatia 1:6-12
Lukas 20:25-37
Saudara-saudari terkasih,
Salam jumpa kembali dalam renungan kita kali ini. Hari ini Yesus mengangkat sebuah perumpamaan untuk membangun kesadaran seorang ahli Taurat dan orang yang hadir pada saat itu atas pertanyaanya yang hanya mau menjebak atau mencobai Yesus. Perumpaan yang Yesus angkat dalam bacaan injil hari ini sudah tidak asing lagi bagi kita dan sangat mudah untuk diterima dan dimengerti. Perumpaan itu disajikan Yesus untuk menjawab pertanyaan si ahli Taurat: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus tidak dengan serta merta menjawab apa yang harus dibuat atau dilakukan, tetapi Yesus kembali bertanya kepadanya: “apa yang tertulis dalam hukum Taurat?” Karena Yesus melihat bahwa pemahaman atas jawaban Yesus nanti dalam perumpamaan itu, akan sangat membantu bahkan dengan sangat gamblang akan dimengerti baik oleh yang bertanya maupun oleh setiap orang yang hadir pada saat itu.
Berbicara tentang “Orang Samaria yang murah hati”, mengingatkan saya akan komunitas-komunitas yang berada di sekitar pastoran dimana saya tinggal. Status saya hanyalah sebagai priest in residence di paroki “Our Lady of the Sacred Heart” dengan tugas pokok saya sebagai kapelan di dua Rumah Sakit (Sharp Memorial Hospital dan Rady Children’s Hospital). Disamping pastoran ini ada dua komunitas yang boleh dibilang sangat menarik untuk diangkat dalam renungan kali ini. Komunitas yang pertama adalah komunitas “Guadalupe Plaza”, apartemen untuk senior citizen yang hidup dari Social Security dan yang dibiayai oleh keuarga-keluarga mampu. Selain itu ada satu komunitas lagi yang disebut “CRASH” (Community Resources And Self Help). Ini adalah komunitas rehabilitasi bagi mereka yang narkoba. Komunitas ini yang sungguh sangat menarik untuk disimak keberadaannya di society ini. Mereka mempunyai acara yang sangat padat setiap hari, dengan segala kesibukan baik di dalam maupun di luar komunitas. Kesibukan di luar komunitas harus selalu dilakukan bersama-sama dibawah pengawasan dua orang officers. Dan yang menarik perhatian saya bahwa kalau mereka melakukan jalan pagi atau sore hari, kalau merekap berpapasan dengan sekelompok anak muda lain, maka officersnya mengingatkan untuk tidak boleh melakukan kontak mata, dengan tujuan agar tidak menimbulkan persoalan. Dan boleh saya bilang mereka sangat taat dan santun. Pernah saya melihat mereka membantu salah seorang nenek dari komunitas Guadalupe Plaza yang kembali dari mini market sembari menarik kereta belanjaannya dan tidak mampu meneruskan jalannya kembali ke Guadalupe Plaza, maka dengan sangat sopan salah seorang dari mereka menawarkan untuk membantu, meskipun penampilannya sepertinya serem juga. Dengan spontan saya berkata dalam hati, wow! what a good Samaritan he is!
Saudara-saudari terkasih,
Peristiwa seperti ini sudah sangat mungkin anda lihat dan mungkin juga sudah anda lakukan dalam kehidupan kita setiap hari. Tidak perlu orang yang kita bantu itu adalah orang yang sudah kita kenal, anggota keluarga, teman dekat dan lain sebagainya. Orang Samaria dalam bacaan Injil hari ini sungguh menjadi satu permenungan bagi kita masing-masing untuk senantiasa bisa membuka mata hati kita terhadap sesama yang ada disekitar, yang membutuhkan bantuan dan perhatian kita. Siapapun orangnya yang kita bantu, yang membutuhkan perhatian dan cinta. Kita tahu bahwa orang Samaria amat sangat dimusuhi oleh orang Yahudi. Namun dengan perumpaan yang diberikan Yesus untuk menjawab pertanyaan ahli Taurat dalam bacaan inji hari ini sudah dapat mencengangkan semua orang yang hadir pada saat itu.
Oleh karens itu perumpamaan orang Samaria yang murah hati diakhiri Yesus dengan satu pertanyaan:”Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawaban ahli Taurat dan sudah sangat pasti orang yang hadir pada saat itu juga menjawab dengan jawaban yang tidak terus terang mengatakan “orang Samaria”, karena pada dasarnya mereka bermusuhan, tetapi mereka menjawab: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Sepertinya Yesus juga memahami situasi itu dengan satu pernyataan singkat saja untuk mereka renungkan dengan mengatakan: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Bagaimana dengan anda dan saya?