UKURAN KEBESARAN MURID YESUS IALAH PELAYANAN

UKURAN KEBESARAN MURID YESUS IALAH PELAYANAN

Rabu, 21 Oktober 2020

Lukas 12: 39 – 48

Santo Stanislaus Kostka adalah seorang frater novis Yesuit. Dia meninggal dunia ketika masih menjalani pembinaan di Novisiat dan masih berusia 17 tahun. Salah satu mottonya yang masih relevan untuk setiap murid Yesus ialah “Ad Maiora Natus Sum”, aku lahir untuk suatu yang lebih besar. Dan memang itulah yang terjadi dalam seluruh hidupnya. Dia tidak pernah mengecilkan dan meremehkan fasilitas apapun, tugas, tanggungjawab, doa, bersihkan WC, melayani teman di ruang makan dan sebagainya. Semuanya itu menjadi ungkapan kemuridannya pada Yesus. Maka semuanya harus dilakukan dengan benar, maksimal dengan motivasi murni.

Perumpamaan dalam Injil ini memberi ilustrasi mengenai orang macam apakah yang berkenan pada Tuhan. Ia adalah orang yang menyadari bahwa tuannya menitipkan tanggungjawab besar padanya. Repotnya, tidak ada petunjuk bagaimana tugas dan tanggungjawab itu dilaksanakan. Bebas. Ternyata ada banyak cara dan kreativitasnya. Yang dibenarkan oleh tuannya ialah pengurus yang memahami kehendak tuannya kemudian dengan setia dan bijak melakukannya. Bukan untuk cari pujian, tapi untuk tuannya yang datang setiap saat.

Itulah kepercayaan Tuhan pada kita. Tuhan memberi pada setiap manusia amanah, titipan, tanggungjawab atau apapun istilahnya, yang besar. Masing-masing diberi kemampuan cukup untuk melaksanakan misi ini. Hebatnya lagi, kita diberi kebebasan bagaimana melaksanakan tanggungjawab ini. Dan masa depan kita amat tergantung pada bagaimana kita secara kreatif penuh kegembiraan dan setia, melaksanakan tanggungjawab ini.

Kita sering mengatakan “manusia merencanakan tetapi Tuhan menentukan”. Ungkapan ini lebih menjadi cara kita lari dari tanggungjawab, dan kembali melemparkan semuanya pada Tuhan. Mungkin lebih tepat mengatakan bahwa “Tuhan merencanakan dan manusia menentukan”. Tuhan sejak awal merencanakan keselamatan, tetapi manusia bebas menentukan. Paling sedikit itulah yang terbaca dari perumpamaan Injil ini.

Tak baik manusia itu seorang diri. Manusia tumbuh berkembang dalam relasi dengan sesama dan alam. Bahkan keselamatan itu pun bersifat relasional. Manusia tidak diselamatkan seorang diri, tetapi dalam komunitas dan persaudaraan dalam Tuhan. Titipan Tuhan akan membantu keselamatan manusia kalau dipakai untuk melayani orang lain, terutama yang membutuhkan. Lewat itu pula pengurus rumah tadi menghormati tuannya, lewat ini pula kita meluhurkan dan memuliakan Tuhan. Karena menyangkut keselamatan kita dan kemuliaan Tuhan, maka kita diajak untuk tidak minimalis dan ala kadarnya dalam mengelola danmembagikan anugerah Tuhan yang dititipkan pada kita.

Comments are closed.
Translate »