KECERDASAN ROHANI DEMI KESELAMATAN

KECERDASAN ROHANI DEMI KESELAMATAN

Jumat 23 Oktober 2020

Lukas 12: 54-59

Seorang guru di Paris memakai alat peraga kartun nabi Muhammad untuk menerangkan soal kebebasan berekspresi. Beberapa waktu kemudian dia dipenggal kepalanya oleh seorang muslim radikal.Pembunuhan model begini sudah lama terjadi. Tapi bahwa korbannya kini adalah seorang guru, menimbulkan reaksi keras. Mesjid yang sering menyuarakan keekrasan lalu ditutup.

Mengapa radikalisme agama tidak mereda dan malah makin menjadi-jadi? Radikalisme agama menjadi fenomena yang menyembunyikan banyak pesan. Banyak ahli sudah mengulasnya. Terkait dengan Injil hari ini, militansi agama ekstrem dalam bentuk radikalisme justru menunjuk kering atau tiadanya religiositas orang itu. Salah satu sebabnya ialah iman dan agama direduksi menjadi aturan dan hukum; dan penghayatannya cenderung formalistis dengan motivasi mendapatkan pahala di akhirat sana. Maka orang radikal cenderung tidak manusiawi dan tanpa hati. Pada tataran manusiawi pun orang ini kerdil dan tidak dewasa. Dalam arti demikian, radikalisme bisa ada dalam semua agama.

Tanda, simbol, lambang … lmerupakan bahasa yang hanya ditangkap oleh orang dewasa. Karena orang dewasa memiliki hati, memiliki kemampuan untuk “ambil jarak atau mentransendensi” sehingga mampu menangkap makna di balik simbol. Maka kepekaan akan simbol bisa membantu kita memperdalam kerohanian atau religiositas.

Alam memiliki banyak tanda yang kalau dipahami dengan benar dan diikuti bisa membantu menyelamatkan manusia dan planet ini.  Dalam hidup bersama mulai di keluarga, RT, lalu lintas, sekolah hingga hidup internasional, ada banyak tanda. Semua tanda dan simbol itu akan membantu manusia hidup harmonis bila dimengerti dan ditaati bersama. Kedewasaan orang antara lain ialah memiliki kemauan dan kemampuan menaati tanda demi kepentingan yang lebih luas.

Dalam Gereja Katolik ada banyak simbol: warna liturgi, aneka gambar dan patung, berbagai ekspresi phisik dalam doa, bentuk bangunan dll. Simbol dalam Gereja memiliki makna yang lebih mendalam dan spiritual. Kalau kita sulit memahami dan menaati simbol dalam hidup ebrmasyarakat, akan sulit juga memaknai simbol dalam Gereja. Allah yang kita imani adalah Allah yang terus mencipta dan berkarya. Bukan hanya saat kita berdoa Tuhan berkarya. Seluruh alam raya menjadi tanda dan sarana untuk mengenal dan mendekati Tuhan. Di sinilah pentingnya ketajaman hati, kecerdasan rohani dan stamina batin untuk tumbuh sebagai pribadi integral di hadapan Allah, tetapi juga pribadi yang sedang berziarah di dunia bersama orang lain dan seluruh ciptaan.

Comments are closed.
Translate »