Kita mohon selalu Roh Pengertian daripadaNya
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
16 Mei 2026
Kis 18: 23-28 + Mzm 47 + Yoh 16: 23-28
Lectio
Pada waktu itu bersabdalah Yesus: ‘sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa’.
Meditatio
‘Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa’, tegas Yesus. KenaikanNya ke surge membuktikan dan membenarkan segala yang pernah disampaikanNya. Dia yang datang dari atas, kembali ke atas. Yesus telah datang ke dunia, tetapi Dia tidak mau menjadi dunia. Dia mengikatkan diri pada dunia, tetapi tidak mau terikat oleh dunia.
Kenaikan Yesus ke surge juga tidak membuat para murid berdukacita. Ada keheranan dan kekaguman. Ada kebanggaan, ada ketakutan. Itu wajar. Semuanya membuktikan, bahwa ‘kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah’. Kepercayaan membuat setiap orang mampu menikmati segala peristiwa ilahi yang dijumpainya.
Oratio
Yesus Tuhan, kami bersyukur kepadaMu karena boleh percaya kepadaMu. Kami bersyukur kepadaMu, karena banyak hal indah yang Engkau tunjukkan kepada kami. Semoga kami menikmatinya dengan penuh syukur dan membuat kami semkin rendu akan belaskasihMu. Amin.
Contemplatio
‘Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa’.
(Kis. 1:1-11; Ef. 1:17-23; Mat. 28:16-20)
Rm. Yohanes Endi, Pr.
Saudara-saudariku terkasih, hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Ia telah datang ke dunia dan telah melaksanakan tugas perutusan-Nya, yakni tugas menyelamatkan manusia. Setelah menunaikan segalanya, Ia kembali ke surga, tinggal bersama Bapa-Nya. Kenaikan-Nya ke surga adalah tanda, materai bahwa tugas-Nya di dunia ini telah selesai. Namun sebelum naik ke surga Ia secara resmi mengutus murid-murid-Nya, juga para pengganti mereka untuk meneruskan pewartaan karya penyelamatan Allah yang sudah Ia laksanakan di dunia. Yesus menyadari bahwa tugas para murid-Nya itu tidak ringan dan tidak mustahil akan berhadapan dengan banyak kesukaran. Karena itu, agar mereka tidak takut menghadapi kesulitan-kesulitan itu, Ia berjanji untuk selalu menyertai mereka dan menguatkan mereka, “Aku menyertai kami senantiasa sampai pada akhir jaman”. Inilah janji yang menghibur dan meneguhkan para murid termasuk kita semua yang ada di sini.
Saudara-saudariku terkasih, sebagai teman kita saat berziarah di dunia ini Yesus menyediakan sarana-sarana keselamatan yang dapat kita perolah, sarana yang mengantar kita kelak ke tempat yang Ia janjikan. Pertama, iman yang kita miliki. Iman yang membuat kita selalu sadar dan tahu apa artinya hidup dan kematian kita. Kita tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan pergi. Sarana kedua, Sakramen Pembaptisan. Sakramen ini telah menjadikan kita sebagai anak-anak Allah dan karena itu berhak mengalami persaudaraan dengan-Nya. Inilah jaminan keselamatan kita. Kita tidak mengembara tanpa arah, ada Tuhan yang penjadi penuntun kita. Belum cukup dengan jaminan ini, Ia masih memberi kita bekal dalam pengembaraan dan dalam menunaikan tugas perutusan kita sebagi rasul-rasul-Nya. Bekal itu pertama-tama
adalah Ekaristi Kudus. Di dalam Ekaristi Kudus kita bersatu dengan Kristus. Itulah satu bukti nyata bahwa Ia beserta kita.
Yesus berkata kepada kita, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu”. Sekarang, bagaimana jawaban kita terhadap rahmat yang Ia tawarkan sekalgus mengandung sebuah perutusan itu? Tentu tidak ada jawaban lain selain bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya. Terima kasih karena Tuhan telah mengerjakan dan menyiapkan segala sesuatu bagi kita. Terima kasih karena apa yang Ia siapkan di hari mendatang yakni kebahagiaan kekal bagi kita. Syukur karena di depan kita terbentang satu masa depan yang menggembirakan.
Namun, saudara-saudariku terkasih, kalau kita jujur, ternyata kita merasa terlalu sibuk dengan tugas keseharian kita, seolah-olah tidak lagi punya waktu untuk mengucapkan kata: “Terima kasih Tuhan”. Padahal cinta-Nya terus mengalir dalam hidup kita. Karena itu mari kita menyadari begitu besar kasih Allah yang kita alami setiap hari, setelah itu barulah kita mampu mengucap syukur. Setiap apa yang kita kerjakan juga bisa menjadi ucapan syukur asalkan kita mengingat nama-Nya. Mengingat nama-Nya hendak mengatakan bahwa kita selalu berada pada jalan yang Ia tetapkan, dalam ajaran dan perintah-Nya.
Tentu saja, kita tidak lagi dituntut seperti halnya para misionaris jaman dulu di mana mereka pergi ke pelosok pedalaman, ke negara-negara yang belum mengenal Yesus, untuk membaptis mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, tetapi kita bisa merasul di tengah keluarga kita, komunitas kita, lingkungan kita, paroki kita. Singkatnya, pada mereka yang kita jumpai setiap hari, kita bisa menjadi rasul ulung dengan menjadi saksi kasih-Nya yang nyata, dalam kata, dalam sikap, dalam teladan
kebaikan, pengampunan, kerendahan hati, keadilan, kejujuran dan seterusnya. Inilah perutusan kita sesungguhnya, sehingga orang yang melihat kita meskipun tidak dibaptis bisa meniru kita dalam berbuat kebaikan sehingga mereka pun sampai kepada Allah dan beroleh keselamatan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm