Browsed by
Author: admin

MENGENAL ALLAH

MENGENAL ALLAH

Jumat, 04 April 2025

Yohanes 7:1-2.10.25-30

Oleh: Agustinus Suyadi, O.Carm

Kontradiksi acapkali terjadi dalam hidup beragama. Ahli Taurat, Orang Farisi, dan Tua-tua Jemaat bermufakat untuk membunuh Yesus. Mereka yang dianggap lebih mengerti tentang Kitab Suci dan tradisi, justru menjadi aktor utama pembunuhan Yesus. Mengapa hal ini bisa terjadi?

(1) TIDAK MENGENAL

Yesus mengatakan, “Aku diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal” (Yoh 7:28b). Dengan demikian, alasan utama orang menolak Yesus adalah tidak mengenal Allah. Seseorang bisa saja banyak tahu tentang Kitab Suci atau banyak melakukan praktek doa, tetapi tidak mengenal Allah secara benar.

(2) WAHYU ILAHI

Dalam Roma 8:15, Paulus mengatakan, bahwa kita bisa menyebut Allah itu Bapa, karena Roh Kudus bekerja dalam diri kita.” Demikian pula Paulus mengatakan, pada dasarnya kita tidak bisa berdoa, tetapi Roh Kuduslah yang berdoa untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan (Rom 8:26). Oleh karena itu, pengetahuan dan praktek hidup keagamaan tidak selalu identik dengan mengenal Allah. Hanya karena wahyu ilahi, kita akan mengenal Allah secara benar.

(3) KERENDAHAN HATI

Bagaimana kita bisa menerima wahyu dan mengenal Allah dengan benar, sehingga tidak menolak Allah? Lewat  kerendahan hati. Artinya, membuka hati dengan: (a) mendengarkan Sabda Allah, (b) mengakui kelemahan diri, (c) mengharapkan Roh Kudus untuk menolong. 

RENUNGAN 3 APRIL 2025

RENUNGAN 3 APRIL 2025

Kel. 32:7-14; Yoh 5:31-47

Saudara dan saudariku terkasih. Seorang saksi dibutuhkan untuk menyampaikan suatu peristiwa dari yang dialami dan dilihat sendiri. Kesaksiannya sangat dibutuhkan agar banyak pihak mengetahui kebenaran dari peristiwa itu. Kebenara otentik yang dicari dari peristiwa tersebut.     

Ada banyak kesaksian namun kerapkali kebenaran kurang terungkap otentik, karena saksi menambahkan persepsi ataupun pandangan pribadi atas peristiwa. Penerima kesaksian menjadi kurang percaya atas kesaksiannya. Hendaknya dibedakan antara pandangan pribadi dan peristiwa otentik yang terjadi.

Demikian pula dalam Injil hari ini. Yesus sudah berulangkali memberikan kesaksian tentang Allah Bapa lewat kata-kata dan perbuatan-Nya kepada orang banyak. Orang banyak yang mendengar kata kata dan melihat perbuatan-Nya tidak semua percaya. Tak jarang mereka berbuat jahat menjatuhkan Yesus. Mereka mengirim utusan kepada Yohanes tetapi tidak percaya kepada Yohanes. Isi kitab suci juga telah memberikan kesaksian tentang Yesus, namun mereka tidak mau percaya kepada-Nya untuk memperoleh hidup kekal. Lantas kesaksian siapa lagi yang harus mereka dengarkan?

Yesus adalah saksi kebenaran yang menyampaikan kebenaran itu sendiri. Kebenaran Allah dan hidup kekal yang akan diterima bagi setiap orang yang percaya. Kesaksian Yesus sangat otentik. Yesus tidak membutuhkan kesaksian manusia yang kerapkali mudah berubah. Pada saat Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis dan peristiwa transfigurasi di gunung Tabor sungguh nyata kesaksian yang dialaminya. “Inilah Putera-Ku yang terkasih, kepada-Nya Aku berkenan dan dengarkanlah Dia.”   

Allah Bapa berkenan kepada Yesus Putera-Nya dan kita manusia diminta percaya kepada Yesus. Seberapa banyak kita percaya pada kesaksian Yesus? Percaya pada Injil kabar gembira dari Allah? Perbuatan dan kata-kata Yesus berasal dari Allah.

Seluruh hidup kita, pengalaman iman dan pengalaman rohani kita merupakan kesaksian hidup bagi banyak orang. Kita memperkenalkan kebaikan dan kemurahaan hati Allah Bapa dan Putera-Nya melalui cara hidup yang baik dan benar. Semoga di masa Prapaskah ini kata-kata dan perbuatan kita berubah menjadi lebih baik. Kita berani melawan arus yang bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Tuhan memberkati hidup dan karya usaha saudara-saudari. 

(rm. Medyanto,o.carm)

Translate »