Browsed by
Month: February 2014

Peringatan Wajib St. Sirilus & Metodius

Peringatan Wajib St. Sirilus & Metodius

1Raj. 11:29-32; 12:19; Mrk. 7:31-37

Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

 

Bacaan injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap. Kita bersyukur mempunyai pendengaran yang masih normal, tidak tuli ataupun gagap. Kendati pendengaran kita normal, sering kali kitapun bisa tuli dengan keadaan atau situasi disekitar kita. Contohnya: kita terlalu sibuk mencari uang sampai kadang kita lupa merasakan indahnya mempunyai rumah dimana kita membanting tulang hanya untuk membeli rumah tersebut. Kita terlalu sibuk mencari uang sampai kita juga lupa mempunyai waktu untuk anak-anak kita di rumah. Mengapa kita terlalu sibuk mencari duit sampai tidak mempunyai waktu untuk mereka? Tentu semua mempunyai alasan yang berbeda. Akan tetapi apapun alasan kita mari kita gunakan waktu kita sebaik mungkin agar tidak ada yang kita lupakan atau tidak kita perhatikan.    Kita terlalu sibuk sehingga hidup ini rasanya berjalan begitu cepat. Hanya kita sendirilah yang menjadikannya lebih tenang dan indah. Apa tujuan dari hidup ini untuk kita? Bagi kita orang Katolik, hidup adalah bagaimana kita mengenal Tuhan, mencintai Tuhan dan melayani Tuhan.

Jika kita terlalu sibuk, kita bisa menjadi tuli akan arti sejati dan kebahagiaan dari hidup itu sendiri; tuli akan apa yang dikatakan Yesus kepada kita. Jesus tidak bisa berbicara dengan kita jika kita lebih suka mendengarkan music rock. Jika kita mempunyai waktu hening dan tenang, saya yakin Yesus akan berkomunikasi dengan kita dan kitapun bisa mendengarkan Dia. Kita butuh waktu hening untuk diri kita sendiri dan juga Tuhan. Ketika kita berdoa tetapi kita sibuk mengucapkan kata-kata, kita mungkin tidak mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, selain kita mengucakan doa-doa, kita juga butuh berdoa dengan hati, kontemplasi dan meditasi.

Yesus memisahkan orang tuli itu dari orang banyak sehingga mereka sendirian. Kita pun hari ini diajak untuk memisahkan diri dari keramaian untuk bersama Yesus supaya kita dapat mendengar apa yang dikatakan Yesus kepada kita dan selanjutnya dapat melakukan kehendakNya.

 

Malioboro ....X_XMari pada kesempatan ini kita semua berdoa untuk  bencana alam, meletusnya gunung kelud: semoga Tuhan melindungi semua mereka yang mengalami bencana ini, memberikan mereka kesabaran dalam menghadapi situasi pasca meletuskan gunung kelud dan juga kesehatan serta kekuatan dalam melewati bencana ini. Kita berdoa juga untuk mereka yang mempunyai niat baik untuk membantu para korban bencana alam, para suka relawan/wati, semoga apapun yang mereka lakukan, terutama membantu para korban sungguh dilakukan dengan ketulusan hati tanpa ada interest pribadi atau kelompok.

 

Mari menjadi seorang Kristiani yang sejati.

Mari menjadi seorang Kristiani yang sejati.

 

1Raj. 11:4-13; Mrk. 7:24-30

Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Dalam bacaan Injil hari ini, Seorang Wanita Yunani dengan sangat tepat meminta belaskasihan Yesus untuk  anak perempuanya yang sedang kerasukan setan.  Kesan pertama Yesus seolah tidak peduli terhadap permintaannya. Sebenarnya sikap Yesus ini mau menguji wanita ini untuk membangkitkan iman dalam dirinya. Saya percaya ketika Yesus berkata: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” tidak bermaksud untuk menolak permintaan wanita ini. Jesus justru sebaliknya memuji iman dan cinta wanita ini.   Selain IMAN, Yesus juga  menunjukan kepada kita bagaimana menjadi seorang kristiani yang sejati. Menjadi seorang kristiani sejati sesunguhnya harus menjadi pribadi yang selalu mencintai, mengasihi. Karekter menjadi pribadi yang selalu mengasihi adalah mencitai tanpa batas (unconditional love). Salah satu problem besar bagi kita dalam hal mencintai atau mengasihi adalah seringkali selalu bersyarat. “jika kamu melakukan apa yang saya maui  atau menjadi seperti yang aku kehendaki, saya akan mencintaimu. Jika tidak, saya tidak akan mencintaimu lagi. Cinta bersyarat seperti ini sesungguhnya bukan cinta. Ini namanya mengontrol orang lain, dan hal ini akan merusak orang yang sedang kita control atau kendalikan. Sebalikya cinta yang tak bersayarat adalah cinta dimana setiap pribadi merasa bebas, tanpa paksaan, untuk saling menumbuhkan satu dengan yang lain. Ini adalah sebuah anugerah, dimana kita mau berbagi kepada orang lain apa yang baik yang kita miliki tanpa menuntut pamrih. Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan suami istri berkata: saya telah memilih untuk memberikan hadiah cintaku kepadamu dan anda telah memilih untuk mencintaiku. Mari kita bertumbuh bersama-sama tanpa saling menjatuhkan satu dengan yang lain.

Menjadi pribadi yang selalu mencintai hanya berpikir untuk melakukan hal-hal yang baik dan menolak kejahatan. Melakukan hal yang baik dan menolak hal-hal yang jahat adalah hal yang alamia untuk kita. Mari kita kembangkan apa yang sudah kita miliki dan mari bertumbuh menjadi pribadi yang selalu mencintai dan mengasih tanpa memilah-milah sebagaimana Yesus lakukan kepada wanita Yunani.

Masih ada ruang dihatimu untuk Yesus?

Masih ada ruang dihatimu untuk Yesus?

 

1Raj. 10:1-10; Mrk. 7:14-23

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

 

Tinggal beberapa hari lagi kita merayakan hari kasih saying (Valentine’s Day). Dimana-mana sudah terlihat  nuansa hari kasih sayang. Mulai dari facebook, toko-toko bahkan di jalan-jalan mulai terlihat bunga, kartu-kartu, gambar-gambar berbentuk hati. Hal ini sangat dipahami karena semua orang telah sepakat bahwa gambar “HATI” adalah symbol cinta, kasih sayang. Gambar hati selalu muncul dalam benak kita ketika kita memikirkan seseorang yang kita sayangi (sweethearts).

Hari ini pun Jesus mengajak kita kembali untuk melihat secara jernih hati kita masing-masing. Apakah hati kita masih terbuka bagi nilai-nilai yang di ajarkan oleh Yesus atau atau sebaliknya hati kita sudah dipenuhi dengan kenajisan sebagaimana digambarkan oleh Yesus dalam bacaan injil hari ini? Yesus berkata: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Jesus mengharapkan agar hati kita selalu bersih, murni dan tidak diisi dengan hal-hal yang najis.  Dengan kata lain Yesus menghendaki hati kita selalu dalam kondisi yang  sehat, hati yang selalu terhubung dengan hatiNya. Jesus mengharapkan agar kita selalu membuka hati kita bagi cintaNya. Dia menghendaki agar kita selalu bersatu di dalam cintaNya; Dia rindu mengisi hati kita dengan cinta yang murni dan sejati yang hanya diberikan oleh DIA.

Pertanyaan untuk kita terhadap tawaran Yesus ini: masih adakah tempat di hati kita untuk Yesus? Masih adakah ruang di hati kita untuk Yesus bersemayam?

Di setiap misa, kita diajak untuk mengarahkan hati kita, mengangkat hati kita kepada Yesus dan serahkan hati kita ke dalam tanganNya, Dia mau mengambil hati kita dan meletakanya dihatiNya. “Yesus Jadikan Hati kami seperti hatiMu”.

Santa Perawan Maria dari Lourdes

Santa Perawan Maria dari Lourdes

 

Hari ini kita merayakan peristiwa Bunda Maria menampakkan diri kepada Bernadetha Soubirous di gua Misabielle, Lourdes, Perancis pada tanggal 11 Februari 1858.  Setiap kali merayakan peristiwa iman ini saya selalu terpesona dengan keagungan karya Tuhan yang luar biasa. Tidak hanya dalam perjanjian lama dan perjanjian baru saja kita melihat Tuhan memilih orang-orang yang sederhana untuk melanjutkan karya penebusanNya, akan tetapi hingga saat ini pun Tuhan masih tetap memakai orang yang menurut pandangan banyak orang tidak mampu untuk meneruskan karya pewartaan kabar gembira.

Lourdes saat ini sangat dikenal di dunia, akan tetapi penting bagi kita untuk mengingat bahwa desa kecil ini, saat itu dianggap sebagai sebuah desa yang sangat terbelakang; sebuah perkampungan yang dianggap tidak ada kehidupan, terpencil dan tidak menarik. Bernadetha juga termasuk salah satu orang yang terpilih untuk membawa berita injil (kabar gembira) kepada orang-orang hebat, pintar di Prancis pada decade pertengahan abad kesembilan-belas. Namun inilah bagaimana Tuhan bekerja dan bagaimana  begitu banyak orang dari semua kelas dan Negara dan benua datang untuk memuji kebaikan KasihNya yang terus mengalir, dan itu ditunjukan dalam doa-doa di gua Buanda Maria.

Dalam dunia kita yang selalu terobsesi oleh popularitas, sangatlah baik bagi kita untuk terus ingat bahwa Tuhan selalu memilih yang lemah dan membuat mereka kuat, pilihanNya seringkali cukup mengejutkan, dan kadang-kadang Dia memilih orang biasa seperti kita untuk melakukan kehendakNya yang luar biasa. Siap atau tidak siap, jika Tuhan memilih dan memakai kita sebagaimana Dia memakai Bernadetha, kita harus terbuka untuk melakukan KehendakNya.

Dalam perayaan Bunda Maria dari Lourdes ini, kita boleh belajar dari Bunda Maria sendiri untuk selalu membuka diri kita agar boleh dipakai oleh Tuhan untuk melanjutkan karya pewartaan kabar gembira bagi orang-orang disekitar kita.  Bersama bunda Maria, mari kita berseru kepada Tuhan: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut KehendakMu. Amin

Video Misi Bahagia oleh Sr Salverina

Video Misi Bahagia oleh Sr Salverina

Umat sekalian yang kami hormati,
Kami mohon maaf kalau beberapa saat lalu Video ” Misi Bahagia” yang dibawakan oleh Suster Salverina tidak dapat ditayangkan dengan jelas, disebabkan kesalahan teknis dari server kami, untuk itu kami mohon maaf .
Silahkan nikmati video yang baik tersebut , dan mohon inputannya .

Terima kasih,
Team Teknis

Translate »