Masih ada ruang dihatimu untuk Yesus?

Masih ada ruang dihatimu untuk Yesus?

 

1Raj. 10:1-10; Mrk. 7:14-23

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

 

Tinggal beberapa hari lagi kita merayakan hari kasih saying (Valentine’s Day). Dimana-mana sudah terlihat  nuansa hari kasih sayang. Mulai dari facebook, toko-toko bahkan di jalan-jalan mulai terlihat bunga, kartu-kartu, gambar-gambar berbentuk hati. Hal ini sangat dipahami karena semua orang telah sepakat bahwa gambar “HATI” adalah symbol cinta, kasih sayang. Gambar hati selalu muncul dalam benak kita ketika kita memikirkan seseorang yang kita sayangi (sweethearts).

Hari ini pun Jesus mengajak kita kembali untuk melihat secara jernih hati kita masing-masing. Apakah hati kita masih terbuka bagi nilai-nilai yang di ajarkan oleh Yesus atau atau sebaliknya hati kita sudah dipenuhi dengan kenajisan sebagaimana digambarkan oleh Yesus dalam bacaan injil hari ini? Yesus berkata: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Jesus mengharapkan agar hati kita selalu bersih, murni dan tidak diisi dengan hal-hal yang najis.  Dengan kata lain Yesus menghendaki hati kita selalu dalam kondisi yang  sehat, hati yang selalu terhubung dengan hatiNya. Jesus mengharapkan agar kita selalu membuka hati kita bagi cintaNya. Dia menghendaki agar kita selalu bersatu di dalam cintaNya; Dia rindu mengisi hati kita dengan cinta yang murni dan sejati yang hanya diberikan oleh DIA.

Pertanyaan untuk kita terhadap tawaran Yesus ini: masih adakah tempat di hati kita untuk Yesus? Masih adakah ruang di hati kita untuk Yesus bersemayam?

Di setiap misa, kita diajak untuk mengarahkan hati kita, mengangkat hati kita kepada Yesus dan serahkan hati kita ke dalam tanganNya, Dia mau mengambil hati kita dan meletakanya dihatiNya. “Yesus Jadikan Hati kami seperti hatiMu”.

Comments are closed.
Translate »