Mari menjadi seorang Kristiani yang sejati.

Mari menjadi seorang Kristiani yang sejati.

 

1Raj. 11:4-13; Mrk. 7:24-30

Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Dalam bacaan Injil hari ini, Seorang Wanita Yunani dengan sangat tepat meminta belaskasihan Yesus untuk  anak perempuanya yang sedang kerasukan setan.  Kesan pertama Yesus seolah tidak peduli terhadap permintaannya. Sebenarnya sikap Yesus ini mau menguji wanita ini untuk membangkitkan iman dalam dirinya. Saya percaya ketika Yesus berkata: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” tidak bermaksud untuk menolak permintaan wanita ini. Jesus justru sebaliknya memuji iman dan cinta wanita ini.   Selain IMAN, Yesus juga  menunjukan kepada kita bagaimana menjadi seorang kristiani yang sejati. Menjadi seorang kristiani sejati sesunguhnya harus menjadi pribadi yang selalu mencintai, mengasihi. Karekter menjadi pribadi yang selalu mengasihi adalah mencitai tanpa batas (unconditional love). Salah satu problem besar bagi kita dalam hal mencintai atau mengasihi adalah seringkali selalu bersyarat. “jika kamu melakukan apa yang saya maui  atau menjadi seperti yang aku kehendaki, saya akan mencintaimu. Jika tidak, saya tidak akan mencintaimu lagi. Cinta bersyarat seperti ini sesungguhnya bukan cinta. Ini namanya mengontrol orang lain, dan hal ini akan merusak orang yang sedang kita control atau kendalikan. Sebalikya cinta yang tak bersayarat adalah cinta dimana setiap pribadi merasa bebas, tanpa paksaan, untuk saling menumbuhkan satu dengan yang lain. Ini adalah sebuah anugerah, dimana kita mau berbagi kepada orang lain apa yang baik yang kita miliki tanpa menuntut pamrih. Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan suami istri berkata: saya telah memilih untuk memberikan hadiah cintaku kepadamu dan anda telah memilih untuk mencintaiku. Mari kita bertumbuh bersama-sama tanpa saling menjatuhkan satu dengan yang lain.

Menjadi pribadi yang selalu mencintai hanya berpikir untuk melakukan hal-hal yang baik dan menolak kejahatan. Melakukan hal yang baik dan menolak hal-hal yang jahat adalah hal yang alamia untuk kita. Mari kita kembangkan apa yang sudah kita miliki dan mari bertumbuh menjadi pribadi yang selalu mencintai dan mengasih tanpa memilah-milah sebagaimana Yesus lakukan kepada wanita Yunani.

2 thoughts on “Mari menjadi seorang Kristiani yang sejati.

  1. Mohon doa malam tadi g kelut meletus , dentuman terdengar sampai di Jogya, saat ini jam 6.46 wib jogya masih hujan abu. semoga Tuhan Yesus selalu melindungi kita sekarang dan selama-lamanya
    GBU
    Sri Untari

  2. Ibu Sri Yth,
    Kami sudah sampaikan kepada para romo dan suster untuk mendoakan warga semoga Tuhan melindungi dan memberikan yang terbaik , serta kekuatan dalam melewati bencana Alam ini . Mohon update nya sehingga kami ikut bersama dalam doa
    Doa kami semua,

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »