Browsed by
Month: February 2014

Pesta St. Blasius

Pesta St. Blasius

2 Sam 15:13-14,30; 16:5-13a
Markus 5:1-20
Minggu lalu, saya mulai membaca buku “Interview with and Exorcist” (by Fr. Jose Antonio Fortea). Buku tanya jawab dengan imam terlatih pengusir setan ini lagi cukup populer di toko buku Katolik di Amerika. Saya sendiri pernah mendengar beliau bicara, sebab beliau sudah datang 2 thn terahir ini di Konferensi Karismatik Katolik SCRC di kota LA pada Labor Day Weekend (scrc.org). Saya menyarankan untuk membeli buku ini karena banyak hal menarik yang bisa membangun iman Katolik kita.
Seperti pada bacaan Injil hari ini Yesus mengusir setan di daerah orang Gerasa. Yesus adalah Anak Allah, Sang Exorcist sejati, Sang Penyembuh dan Pembebas kita dari belenggu dosa dan kuasa jahat. Yesus bertanya, “Siapa namamu?”. Jawabnya, “Namaku Legion, sebab karena kami banyak.” Fr. Fortea menyinggung bahwa adanya kumpulan roh jahat yang bisa menguasai seseorang seperti di Injil ini (tentu roh jahat tidak akan merasuki kita jika kita tidak terlibat dosa berat/addiction dan hal-hal yang menentang Allah seperti perdukunan, palm reader, tahyul, dsb). Roh-roh jahat mempunyai hirarki (seperti halnya malaikat – ajaran St. Thomas Aquinas). Kadang roh jahat yang “kelas bawah” mau keluar di dalam doa exorcisme, tetapi roh jahat yang “kelas tinggi” mengekangnya.
Anyway, yang menarik dan menjadi bahan refleksi hari ini adalah Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia dan malaikat. Asal-usul setan (demon-roh jahat) adalah malaikat Tuhan yang memberontak. Tuhan begitu agung dan penuh cinta. Bahkan dia mempertaruhkan cintaNya dengan memberikan kebebasan untuk memilih yg baik dan buruk. Kita tidak mungkin sebagai anak Allah tiba-tiba kesetanan. Roh jahat tidak akan pernah menguasai kita jika kita berusaha memilih jalan KEBENARAN DAN KEBAIKAN, sebab Tuhan itu adalah KEBENARAN DAN KEBAIKAN ITU SENDIRI. Kita bisa jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan selalu memanggil kita kembali.
Mari kita mendengar nasihat St. John Cassian, “Di baptis berarti masuk dalam Kerajaan Allah, hidup abadi dan bersatu dengan Allah, dan hidup seperti itu hanya bisa di bangun dengan spiritualitas kombat: Perang melawan egoisme, setan, dan kecenderungan duniawi.”
Santo Blasius, doakanlah kami dalam spiritualitas kombat ini, juga doakan pada Yesus sang Penyembuh, bagi kami dan saudara-saudari di benua Amerika kami yang sakit, terutama yang menderita gangguan tenggorokan, respitori dan flu pada musim winter ini. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amen.
* St. Blasius (pelindung penderita sakit throat), martir abad 4 dan uskup di Armenia. Di misa hari ini biasa di berikan “Blessing of Throats”
Salam Kasih, Rm Budi Wardhana.
Mengapa kamu begitu takut?

Mengapa kamu begitu takut?

2 Samuel 12:1-7, 10-17
Mark 4:35-41
Sesama saudara-i terkasih,
Bacaan hari ini melanjutkan cerita tentang raja Daud dan Bathsheba. Nabi Nathan, datang menemui raja Daud, membawakan sebuah cerita yang sesuai dengan perbuatan raja Daud. Cerita itu membuat raja Daud memetik arti dan maknanya yang sangat cocok dengan apa yang telah ia perbuat. Raja Daud mempunyai perasaan yang sangat peka akan keadilan   telah membuatnya mau membalas perbuatan orang kaya yang telah mencuri sesuatu kepunyaan orang miskin dari cerita itu.
Nabi Nathan lalu menyampaikan kepada raja Daud bahwa dia sendirilah orang kaya dalam cerita itu. Raja Daud langsung memahami maksud cerita itu dan mengakui serta menyatakan bahwa ia perlu bertobat dan mengakukan kesalahannya. Dari pernyataan raja Daud ini secara biblis/alkitabiah mengatakan bahwa: Allah sudah akan mengampuni raja Daud, bahwa Allahpun sudah akan mengampuni kita juga kalau kita mau menerima dan mengakukan segala kesalahan dan dosa-dosa kita. Raja Daud mengakui bahwa dengan dosanya yang besar itu, ia perlu menjawab apa yang diingatkan oleh nabi Nathan dengan perbuatan baik yang lebih besar kepada Allah. Raja Daud langsung mohon ampun atas segala kesalahan dan dosanya. Pertobatan dan pengakuan raja Daud menunjukkan keinginannya untuk memuji dan memuliakan Allah dengan berbuat apa yang sebenarnya dan yang dikehendaki Allah.
“Allah telah mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa kita” kiranya akan senantiasa tertulis dalam hati dan ingatan kita. Pesan inipun telah terulang ketika Yesus menyembuhkan orang berdosa dan menyembuhkan  mereka dari semua penyakitnya. Kalau kita benar-benar mau memahami pernyataan kasih Allah kepada kita, apapun dosa kita, maka seperti raja Daud, kita sudah dapat memberikan contoh tentang sikap iman kita kepada Allah yang penuh kasih itu bagi orang lain.
Dimanapun kita berada saat ini, di gereja, di rumah, ataupun di tempat kerja, kitapun bisa membayangkan dan merenungkan mukjizat yang Yesus lakukan dalam bacaan injil hari ini: “meredahkan hujan dan angin badai”. Cerita-cerita dari Yesus dan para muridNya itu perlu kita baca dengan sikap iman, juga dengan daya imaginasi yang dalam. Kita membayangkan bahwa kita lagi berada di dalam perahu yang lagi berlayar menghadapi ombak dan angin badai. Suatu pengalaman yang dapat membuat kita sangat takut dan cemas akan tenggelam, seperti saya yang samasekali tidak tahu berenang lho!!!. Pada saat itu Yesus malah mengingatkan para muridNya dengan mengatakan: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mk 4:40.  Mari kita renung sejenak, angin ribut dan gelombang macam apakah yang sedang kita alami hari ini dalam hidup pribadi kita, dalam kehidupan keluarga dan komunitas kita?…sikap iman macam apakah yang dapat kita tunjukkan bahwa Tuhan ada bersama kita?
Saudara-i seiman,
Kalau kita memahami dan percaya akan kasih dan pengampunan Tuhan dalam kedua bacaan hari ini, kita pun akan dapat mengerti bahwa mukjizat yang Yesus lakukan dengan meneduhkan angin badai di laut, dan sikap iman raja Daud atas pengampunan dan belaskasih Allah, maka kitapun harus kuat menghadapi pukulan akibat dosa dan kesalahan kita, tetapi pada saat yang sama kita juga tetap akan mengakui cinta Allah yang tak pernah akan meninggalkan kita dan tak pernah akan membiarkan kita jatuh terlalu dalam yang membuat kita begitu jauh dari pelukan kasihNya. Amin.
Tuhan memberkati dan sampai jumpa.
Translate »