Browsed by
Month: May 2014

Happy Vs Joy

Happy Vs Joy

Bacaan: Yohanes 15:9-11

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Yang diberikan Allah pada kita tidak hanya kegembiraan, tapi sukacita. Mintalah pada Tuhan agar sukacita hidup menjadi penuh karena kita tinggal di dalamNya. Inilah bedanya antara kegembiraan (happiness) dan sukacita (joy):

Happiness

Perbedaan

Joy

Adalah suatu keadaan emosi saat seseorang merasakan kepuasan yang besar

Arti

Keadaan emosi yang mendalam, sering disebabkan karena orang telah mengurbankan sesuatu bagi orang lain, terhubungkan dekat dengan Allah dan sesame karena merasa ada hubungan yang mendalam

Pengalaman material dan bersifat duniawi, ada keberuntunggan, good fortune.

Penyebab

Pengalaman spiritual, rasa syukur atas hidup dan rahmat yang diterima

Expresi keluar dari sebuah kepuasan dan rasa senang

Emosi

Expresi dari batin yang damai dan mendalam

Sebentar, sementara, tergantung keadaan yang menggembirakan

Lamanya terjadi

Terjadi cukup lama, bersumber dari dalam diri sendiri

Joy bisa dialami lagi ketika seseorang teringat akan pengalaman yang membuat dia damai

        Anda menang jackpot $ 10.000, lalu merasa sangat senang dan happy.

        Kita makan bersama teman di restaurant, membuat kita senang dan gembira

Contoh

        Anda bekerja keras, dan gaji pertama diberikan pada orang tercinta

        Kelahiran anak pertama membawa suka cita, tak hanya kegembiraan

 

Tinggallah bersamaku!

Tinggallah bersamaku!

Bacaan: Yohane 15:4-5

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Saat berjalan keluar dari perpustakaan, saya melihat segerombolan anak berfoto di depan gedung utama perpustakaan “Gardner.” Mereka masih memakai toga karena usai wisuda  di Universitas California Berkeley. Sekembali dari makan siang, mereka masih berfoto di setiap sudut gedung yang menyimpan kenangan indah perjuangan hidup mati mahasiswa selama 4 tahun. Seorang anak memegang kertas bertuliskan, “Cal, you expand my horizon to see the world, and I am ready to go!” (Cal adalah sebutan untuk universitas California Berkeley). Anak-anak ini mengalami kalau Berkeley menjadi tempat tinggal untuk menempa diri, mengasah pikiran, serta menyiapkan masa depan. Mereka sudah siap bergulat dalam dunia kerja yang penuh persaingan.

Yesus berkata pada para pengikutnya bahwa mereka hanya bisa menghasilkan buah bila tinggal dalam Dia. Apa maksudnya? Karya dan pekerjaan yang kita lakukan akan bermakna dan berarti bagi diri sendiri dan sesama bila didasarkan pada kepercayaan akan Yesus. Kata “tinggal” dan “berada di dalam” berarti bahwa kita menghidupi dan memahami sabda serta melakukan kehendakNya. Tinggal juga bermakna kalau kita memiliki relasi dan hubungan yang dekat dengan sang pemberi hidup. Seperti anak-anak  yang berfoto di setiap sudut ruang. Ruang itu menjadi tempat hidup, menyimpan makna, serta membantu mereka untuk berbuah di masa depan.

Kita bisa bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku sudah berbuah banyak dan hasilnya bisa dinikmati orang lain?” Kalau sudah, “Syukur pada Allah!” Kalau belum maksimal buahnya, bisa jadi kita perlu membersihkan ranting-ranting kita yang kering dan tak terurus, menyiangi benalu yang menghambat pertumbuhan rohani kita, menyiram pupuk agar bisa merekat pada pokok anggur kehidupan. Sebab bila kita tidak pernah berbuah, suatu saat hidup kita akan dicampakkan ke dalam api dan dibuang serta dilupakan!

Kesepian

Kesepian

Yohanes 14:27 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Pernah kesepian yang dalam di tengah kerumunan orang? pernah merasa begitu sendirian, seperti tak ada teman dalam perjalanan hidup? Kesepian dan kesendirian adalah pengalaman mental dan emosional yang kita bawa sejak kanak-kanak. Semua anak pernah merasa ditolak, disingkirkan, tidak dihargai, terasing, dan tak dicintai. Mereka menangis dan sedih! Pengalaman ini terekam dalam memori sampai kita dewasa.

Para murid Yesus merasa gelisah dan berduka, karena sang guru tak bersama lagi mereka. Yesus menghibur dengan berkata, “Jangan gelisah hatimu. Damai kuberikan dan kutinggalkan bagimu.” Kedamaian dan damai adalah obat kesepian dan kesendirian.

Bagaimana kita menghadapi kesepian dan kesendirian?

1. Sadarilah bahwa kesepian adalah suatu perasaan bukan sebuah fakta: rasa sepi dan sendiri muncul karena ada pemicu yang membuat kita kembali pada perasaan saat kita suatu kali pernah merasa ditolak dan tak dicintai. Perasan sendiri dan kesepian bukanlah fakta bahwa kita tak dicintai dan ditinggalkan. Hadapi perasaan itu, jangan mengelak dan terimalah tapi tak perlu over reaktif.

2. Jangan kita membuat “drama” atas diri kita sendiri. Anak-anak sering berfikir kalau mereka sedang sedih dan sendiri, mereka mengira kalau diri mereka tak dicintai lagi, lalu menangis sedih. Belajarlah bahwa kesendirian tak perlu dihindari, jangan dibesar-besarkan, tapi kuatlah dan tataplah itu semua.

3. Focuslah pada perasaan dan kebutuhan orang lain, tidak berpusat pada diri sendiri. Ketika merasa sedih dan kesepian, keluarlah dari kamar! Berjalanlah beberapa blok dari rumah, tersenyum pada orang yang ditemui, berinteraksi dengan tetangga dan anjing mereka, atau mulai membangun komunitas yang menjadi perhatian kita.

4. Berdoalah pada Allah, “Tuhan berilah damaiMu dan jangan biarkan hatiku gelisah, karena Engkaulah sumber penghiburan kami.” Mintalah rahmat Roh Kudus pada Tuhan agar damai yang dia tinggalkan untuk para rasul juga mengalir dalam hidup kita, mengalir, dan memenuhi hati, membakar semangat serta menginspirasi hidup untuk terus melangkah di tengah kesepian dan kesendirian. Yakinlah bahwa semua itu bakal berlalu kaerna kekuatan rahmat Allah dalam Roh Kudus

5. Biarlah Tuhan mengubah kesepian dan kesendirian menjadi keheningan dan kedamaian bersama Allah. Keheningan adalah peristiwa kita sendirian, tapi tak merasa ditinggalkan, sendirian tapi tetap dicintai, sendirian tapi tetap tengan dan damai karena Allah ada di dalam kita.

Translate »