Browsed by
Month: May 2014

Bersatu

Bersatu

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 9: 1-20

Injil                         : Yohanes 6: 52-59

 

Kita orang Asia punya kebiasaan yang aneh ketika menimang-nimang seorang bayi yang sungguh imut dan lucu serta menggemaskan. Ketika menimang mereka kita sering kali mengatakan kepada anak itu, “kamu menggemaskan sekali, tak makan kamu”. Si anak sama sekali tidak takut, malah sebaliknya dia akan tersenyum kegirangan. Pertama karena dia tidak tahu apa yang kita omongkan, kedua karena ia melihat ungkapan kita yang gemas ini sama sekali tidak menakutkan dan bahkan cenderung lucu dan mengundang tawa anak tersebut. Padahal kalau dilihat ungkapan tadi sepintas terasa sarkasme, kasar dan tidak manusiawi serta ada konotasi kanibalisme di dalamnya. Benarkah demikian? Tidak, sama sekali tidak. Yang ada di dalamnya pertama-tama kita ingin agar anak itu menjadi bagian dari diri kita, karena saking gemasnya kita melihat dia, maka kita ingin agar anak itu menjadi bagian dari diri kita.

Hari ini Yesus dalam Injil mengatakan hal yang senada. Ia sengaja memberikan dirinya sebagai makanan, sungguh-sungguh makanan. Tujuannya agar orang yang memakan tubuhnya beroleh bagian dalam Dia, yaitu hidup kekal. Yesus ingin agar setiap orang dapat diselamatkan berkat tubuh dan darahNya. Apakah hal ini masuk akal? Saya kira demikian, sah-sah saja jika Yesus berkata demikian. Ia sangat mencintai kita, dan Ia tahu bahwa Ia sebagai manusia ilahi ingin agar kitapun dapat beroleh bagian keilahianNya. Dan Ia tahu bahwa hal itu dapat terwujud bila orang mau memakan tubuhNya dan minum darahNya. Maka berbahagialah kita yang diundang Tuhan untuk menerima tubuh dan darahNya. Terpujilah Tuhan.

Iman VS Sugesti!

Iman VS Sugesti!

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 8: 26-40

Injil                         : Yohanes 6: 44-51

 

Dalam banyak kasus kita sering dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang dapat sembuh karena sugesti. Dan memang sugesti banyak berperan penting dalam hidup kita. Dengan sugesti seseorang menjadi percaya diri, menjadi sembuh menjadi punya daya tahan dan lain sebagainya. Pertanyaan kita, dapatkah sugesti diterapkan pula dalam hidup iman kita? Dapatkah sugesti menyelamatkan jiwa kita?

Tentu saja jawabannya tidak. Sugesti memang berperan penting dalam hidup kita namun dalam batas-batas tertentu sugesti dak dapat berperan penting dalam hidup kita, sebut saja menyelamatkan jiwa kita. Yesus dalam Injil mengatakan bahwa jika kita ingin selamat maka kita harus menerima Dia, terutama dalam penerimaan Hosti Kudus, yaitu Ekaristi. Tanpa menerima Ekaristi maka kita tidak dapat diselamatkan. Menerima Ekaristi sama artinya kita menerima Tuhan sendiri. Bila dia menerima Tuhan, itu artinya dia percaya pada Tuhan. Hanya  Tuhan dengan cara percaya inilah kita dapat diselamatkan Tuhan. percaya bukan berarti hanya sekedar percaya, namun percaya harus dibarengi sikap aktif mewujudkan kepercayaan tersebut, misalnya dengan perbuatan amal kasih sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan. Bila hal ini kita lakukan maka kita yakin kita ini sungguh diselamatkan oleh Tuhan. terpujilah Tuhan senantiasa. Amin.

Viaticum

Viaticum

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 8: 1b-8

Injil                         : Yohanes 6: 35-40

 

Sebagai seorang Katolik yang baik tentunya kita mengenal dengan baik praktek pemberian sakramen pengurapan orang sakit. Sakramen ini diberikan kepada orang-orang yang mengalami sakit yang cukup parah. Tujuannya adalah agar orang tersebut diberi kekuatan oleh Tuhan untuk dapat menerima sakitnya dan bila memang Tuhan berkenan orang tersebut dapat sembuh kembali. Dalam kasus-kasus sakit yang parah dan tidak ada harapan untuk sembuh orang yang sakit terebut diberi viaticum, yaitu hosti kudus. Hosti kudus digunakan sebagai bekal perjalanan jiwanya dalam menghadap Tuhan, sebagai bekal bagi dia untuk dpat dibangkitkan kembali dalam kehidupan kekal.

Tuhan Yesus dalam Injil yang kita baca hari ini berbicara sangat jelas mengenai hal ini. Tuhan akan membangkitkan mereka yang “melihat dan percaya” kepadaNya. Kita sekalian sungguh beruntung karena kita selalu melihat dan selalu percaya bahwa dalam Ekaristi kita berjumpa dengan Tuhan sendiri. terlebih lagi kita pantas untuk berbahagia bahwa kita diperbolehkan untuk menerima Tuhan sendiri yang selalu mengunjungi kita dalam Ekaristi. apa yang telah kita terima dalam Ekaristi adalah bekal bagi kita untuk menyambut kehidupan kekal bersama Tuhan. berbahagialah kita sealian yang diundang untuk selalu masuk dalam perjamuan Anak Domba. Demikianlah yang kita dengarkan dalam upacara sebelum penyambutan Hosti Kudus. Sungguh Ekaristi adalah viaticum bagi kita sekalian untuk dapat masuk dalam kehidupan kekal bersama Tuhan. Sekali lagi berbahagialah kita yang selalu diundang Tuhan untuk masuk dalam perjamuanNya. Berbahagialah kita yang selalu diperbolehkan menyambut Hosti Kudus dalam Ekaristi, karena Ekaristilah yang menghantarkan kita untuk dapat masuk dalam kehidupan kekal. Amin.

 

Translate »