Browsed by
Month: May 2014

Suara Rakyat Suara Tuhan

Suara Rakyat Suara Tuhan

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 2: 14.22-33

Injil                         : Lukas 24: 13-35

Ada sebuah peribahasa dalam Latin yang mengatakan demikian Vox Populi Vox Dei, suara rakayat adalah suara Tuhan. Sepintas ide yang tampak dalam peribahasa ini sungguh mulia, mengapa? Karena peribahasa ini menggunakan rakyat yang nota bee, adalah orag-orang kecil (miskin, tak terpelajar, tertindas) sebagai tameng, sebagai alibi untuk membenarkan ide yang ada di balik gagasan peribahasa tersebut. Mungin kita bisa membenarkan bila ide yang dibawa adalah baik, namun bagaimana kalau ide yang dibawa adalah jahat? Contoh saja korupsi, penyalahgunaan obat-obatan, seks bebas dan lain sebagainya. Apakah suara mayoritas masyarakat yang mengusung hal-hal demikian adalah suara Tuhan? kiranya tidak demikian. Jadi tidak selalu benar bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, tidak selalu benar bahwa suara mayoritas adalah suara yang mengusung kebenaran.

Hari ini dalam Injil kita mendengar bagaimana Yesus dikurbankan karena masyarakat Yahudi pada saat Yesus diadili di hadapan Pilatus meminta supaya Yesus dihukum mati dengan cara disalibkan. Pilatus sudah berusaha membela Yesus namun toh ia kalah karena didesak rakyat yang meminta Yesus untuk dihukum mati. Kita tentunya bisa memahami keadaan Pilatus.

Terkadang kitapun juga mengalami keadaan seperti yang dialami oleh Pilatus, memenuhi tuntutan banyak orang walaupun terkadang harus bertentangan dengan suara hati nurani kita. Berbahagialah kita yang mampu bersikap bebas dari berbagai tekanan di sekitar kita. Maka marilah kita mohon kekuatan dari Tuhan agar kita mampu bersikap bebas merdeka dalam menykapi banyaknya tuntutan yang ada di sekitar kita yang terkadang bertentangan dengan hati nurani kita. Amin.

Mengenal Yesus, Kita Mengenal Allah dan Hidup Dalam Allah

Mengenal Yesus, Kita Mengenal Allah dan Hidup Dalam Allah

Pesta St. Philipus dan Yakobus

1 Korintus 15:1-8
Yohanes 14:6-14

Saudara-i sekalian,

Seseorang yang mendapat wewenang untuk berbicara atas nama orang lain, sudah jelas bahwa mereka tampil tidak atas nama individu lagi. Seorang pengacara dapat berbicara atas nama kliennya, dan seorang diplomat akan berbicara atas nama para pemimpinnya. Demikian pula para nabi pada zaman dahulu berbicara kepada umat atas nama Allah.

Tetapi ketika Yesus tampil ke dunia, ia berbicara dengan kuasa Allah, karena Ia adalah Allah. Yesus berada dalam kepenuhan dengan Allah. Barangsiapa mengenal Yesus, ia sudah mengenal Allah. Barangsiapa mendengarkan Yesus, ia telah mendengarkan Allah. Dalam bacaan Injil hari ni, Yesus menyampaikan realisasi atau kenyataan ini kepada Philip dan para rasul lainnya. “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku”. Bahwa Bapa diam di dalam Yesus. Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus. Dan untuk mengalami kehadiran Yesus kita sudah pula mengalami kehadiran Allah Tri Tunggal.

Saudara-i terkasih,

Sejak kita mengethui dan percaya bahwa Yesus adalah benar-benar manusia dan benar-benar Allah, kitapun menerima dan bisa lebih memahami bahwa Yesus adalah sumber utama dan penting yang menciptakan kesatuan kita dengan Allah. Hanya dalamYesus kita dapat datang kepada kepenuhan kesatuan dengan Allah. Bahwa dalam Yesus kita mengenal jalan menjuju kehidupan kekal. Ia adalah benar-benar jalan, kebenaran dan hidup. Melalui Yesus kita mengenal Allah, dan kita disatukan pula dengan Allah.

Wahyu ilahi ini dan pertobatan sebagai pemberian dan tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan bagi kita umat manusia, bukan hanya diwartakan oleh Kristus, tetapi Kristus sendiri telah menurunkan atau meneruskannya kepada para rasul, kepada anda dan saya. Di dalam katekismus secara indah dan istimewa digambarkan kepada kita: Kristus adalah Tuhan, dan di dalamnya semua Wahyu tentang Allah disimak atau dibuka, dan para murid diperintahkan untuk mewartakan atau meneruskan kabar gembira ini, yang telah dinubuatkan juga oleh para nabi sejak dahulu kala, dan dimana Yesus sendiri yang sudah mendapat kepenuhan dengan Allah dan RohNya yang Kudus, telah mengajarkan itu dengan bibirNya sendiri. Setiap rasul, termasuk Philipus dan yakobus yang pestanya kira rayakan hari ini, secara sungguh-sungguh telah menjawab panggilan ini. Mereka secara terus menerus telah mewartakan kabar gembira/injil: “bahwa keselamat itu dicapai melalui iman kepada Kristus yang telah menjadi fokus perhatian kita sejak penciptaan dan diteruskan dalam sejarah keselamatan, seperti yang telah diwahyukan tentang kesatuanNya dengan Allah, dimana kita semua berada dalam perjalanan menuju kehidupan kekal; Disini kita baru akan menyadari bahwa kesatuan kita dengan Krsistus menjadi sangat penting. Hal itu dimulai dengan ketulusan iman dan hubungan pribadi kita dengan Tuhan, yang memimpin kita kepada pengetahuan yang lebih mendalam tentang Allah, mendalami kehidupan iman, mambagi-bagi pengalaman iman kita dan akhirnya membangun keluarga anak-anak Allah. Semuanya itu bersumber pada Kristus yang adalah jalan, kebenaran dan hidup.

Saudara-i terkasih, semoga renungan ini membangkitkan kembali semangat iman kita untuk meneruskan kabar gembira dalam kata dan perbuatan kita; kabar gembira yang telah diturunkan kepada para rasul, kepada anda dan kepada saya; semoga semangat pewartaan kabar gembira ini dapat mengakar di dalam hati kita, dalam satu kepenuhan, kesatuan kita dengan Kristus. Inilah jalan bagi kita untuk memuliakan Alah; apabila kita secara sungguh-sungguh mau bersatu dengan Dia yang telah memanggil Philipus, Yakobus, para rasul, anda dan saya. Amin.

Have a wonderful and blessed weekend.

Kegigihan dan keberanian St. Athanasius menginspirasi kehidupan iman kita

Kegigihan dan keberanian St. Athanasius menginspirasi kehidupan iman kita

Bacaan I : Kisah Para Rasul 5:34-42

Bacaan Injil : Yohanes 6:1-15

Saudara-i sekalian,

“…jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini”.

Inilah teguran peringatan yang diberikan oleh Gamaliel kepada sidang Mahkamah Agama (Sanhedrin) dari bacaan pertama hari ini (Kis.Ras 5:38, 39). Pada saat itu Gereja masih dalam tahap pertumbuhannya. Sangat mungkin baru beberapa minggu setelah peristiwa Pentekosta, mungkin juga baru beberapa bulan, tetapi sudah sangat pasti tidak lebih lama dari itu. Tetapi pengalaman ini merupakan suatu pengalaman yang sangat berarti ketika gereja diinjak-injak, tetapi gereja tak pernah akan dapat dibasmi kalau gereja itu tidak datang dari Allah, kecuali datangnya dari buatan tangan manusia.

Kita percaya bahwa gereja berasal dari Allah karena gereja dibangun dengan dan dari Tubuh Kristus yang sudah dipenuhi dan dibimbing oleh Roh Kudus.

Selama tiga abad, Gereja secara terang-terangan dianiaya oleh para pemimpin dunia ini, namun gereja masih terus bertahan, bertumbuh dan hidup. Ketika penganiayaan itu akhirnya berhenti, dengan adanya pakta Milan pada tahun 313, gereja kelihatannya mendapat kekuatannya kembali. Sementara orang berpendapat bahwa gereja akan bubar dan hancur, kalau gereja menjadi terlalu dekat dan sangat terikat dengan para penguasa. Dan hal itu terjadi pada beberapa uskup dimana  mereka bahkan akhirnya memisahkan diri. Tetapi hal itu tidak terjadi pada salah seorang yang akan kita bicarakan hari ini. Ia adalah seseorang yang tetap tegak berdiri demi umat yang dipercayakan kepadanya, ia tidak pernah terpengaruh untuk memisahkan diri, dan bahkan memperjuangkan iman katolik terhadap pelbagai macam tantangan.

Athanasius contra mundum adalah seorang yang dipanggil Athanasius, ia adalah seseorang yang dipenuhi dengan rahmat Allah diberikan kekuatan untuk menghadapi dunia ini. Santu Athanasius, uskup dari Alexandria sejak tahun 328 sampai 373, pernah sampai lima kali dibuang/diasingkan. Pertama kali ia diasingkan oleh Constantinus, seorang kaisar yang mengesahkan kekristenan dan memanggil Sidang Ekumene pertama, dia juga  yang menegaskan/menguatkan ajaran tentang Tri Tunggal. Constantinus mempertahankan iman ketika secara politis mengambil jalan yang bijaksana, tetapi ketika situasi politik berubah, ia kembali mempertahankan kekolotan pandangan tentang trinitas dan Athanasius diasingkan/dibuang.

Puteranya, Constantius, juga mengasingkan Athanasius paling kurang dua kali pada dua kesempatan yang berbeda, seperti yang dilakukan para kaisar berikutnya. Tetapi iman Athanasius tak pernah goncang ataupun goyah. Bagaimana hal itu terjadi? Begitu sekali dia menikmati Roti dari surga, ia secara bebas dari hari ke hari memilih untuk memenuhi kelaparannya akan kebutuhan rohani lebih dari pada kebutuhan duniawi.

Oleh karena itu teguran kenabian Gamaliel kepada Dewan Mahkamah Agama, kepada kaum Farisi dan juga kepada para kaisar berikutnya: “kalau itu datangnya dari Allah, kamu tidak akan dapat membinasakannya”.

Athanasius sebagai gembala umat kembali kepada umat yang telah dipercayakan kepadanya, dan ia yang telah ditolak karena imannya  sekarang kembali lagi hidup.

Saudara-i sekalian, Yesus Kristus, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar…sehakikat dengan Bapa…Ia yang turun dari surga, roti yang hidup untuk kehidupan dunia dan untuk kita manusia, dengan pengakuan iman itu maka kebutuhan kita untuk kehidupan kekal dipenuhi. Amin.

Translate »