HIDUP KEKAL
Sabtu, 22 November 2014
Why 11:4-12
Luk 20:27-40
Orang-orang Saduki yang terkenal sebagai keturunan dari Zadok, imam besar pada pemerintahan Daud menolak tetang hidup kekal setelah kematian. Mengapa mereka menolak? Inilah yang menjadi keprihatinan Yesus ; mereka tidak menerima kebangkitan setelah kematian. Orang-orang Saduki tidak menyadari bahwa manusia terdiri dari badan dan roh/jiwa. Badan manusia akan mati dan hancur manjadi debu namun jiwa manusia tetap hidup dan akan tetap hidup dalam hidup kekal.
Sebagai jawaban yang sempurna untuk membuktikan adanya kebangkitan dan hidup kekal adalah wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Yesus mengalami kematian dan pada hari ketiga Dia bangkit dari kematian dan naik ke Surga. Kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa manusia tidak berhenti hidupnya setelah kematian, namun jiwa manusia akan beralih pada kehidupan abadi. Dengan demikian hidup kekal adalah tujuan akhir dari hidup manusia.
Sering kali manusia lupa bahwa hidup di dunia ini adalah sementara , sehingga mengabaikan tetang persiapan untuk masuk dalam hidup yang kekal. Yesus mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup di dunia yang sebentar ini bukan segala-galanya. Kebahagiaan sejati bukan diperoleh dengan menguasai segala kenikmatan dinuniawi dan segala cara bisa dipakai untuk mendapatkannya, namun Kebahagiaan sejati terpenuhi ketika kita hidup secara benar dan penuh dengan cinta kasih. Kerajaan Surga adalah hidup penuh kasih bersama Allah. Hal itu sudah bisa dialami di dunia ketika kita hidup saling mengasihi dan kepenuhan Kerajaan Surga adalah dalam Hidup Kekal.
Ya Tuhan Yesus, trima kasih atas Sabda-Mu yang mengingatkan kami bahwa perjalanan hidup kami tidak berhenti didunia ini namun akan masuk dalam hidup kekal. Jagalah kami ya Tuhan agar kami selalu sadar akan Hidup Kekal sehingga tidak meninggalkan apa yang penting untuk menyiapkan diri masuk dalam Kerajaan Mu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.





