Browsed by
Month: July 2015

semua akan dicukupi!

semua akan dicukupi!

Matthew 10:9-11 9

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Baru saja saya ketemu pegawai pasturan di San Bernadino di pintu keluar Gereja. Dia menggandeng istrinya yang sedang hamil tua. “Ini anakmu yang pertama?” tanya saya. “Ini yang ke 4, Romo!” katanya. Saya terkejut kalau dia sudah punya anak 3. Padahal di USA, orang harus merogoh uang minimal $500.000 untuk membesarkan anak dari bayi sampai lulus SMA. “Tuhan akan mencukupi kebutuhan saya!” ujarnya. Mungkin dia tahu apa yang saya pikirkan  tentang anak-anaknya.

Uang, bekal, dan dua helai baju dalam Injil hari ini menjadi perlambang persiapan bagi masa depan. Setiap orang harus menyiapkan masa depannya. Bahkan kita sering takut akan masa depan karena tak menyiapkan diri sebaiknya di hari ini. Namun Yesus menyuruh para muridnya untuk tidak cemas akan masa depan.

“Seorang pekerja patut mendapat upahnya” kataNya. Semua hal itu akan tercukupi di saat orang bekerja untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dalam kutipan yang lain dikatakan, “Carilah dahulu Kerajaan Allah, dan semua yang lain akan dicukupkan bagimu!” Tuhan akan mencukupi kebutuhan masa depan kita kalau kita dengan sungguh juga bekerja di ladangNya.

Hari ini kita berdoa bagi semua orang yang memberikan tenaga, waktu, dan hidupnya untuk meluaskan Kerajaan Allah. Semoga semua volunters, petugas pastoral, dan seluruh orang yang bekerja dalam membangun Gereja mendapatkan cukup sandang, pangan, papan, kebutuhan masa depan,  juga kedamaian dalam hidup.

Syarat bekerja di ladang Tuhan

Syarat bekerja di ladang Tuhan

Matthew 10:1-4

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Aturan dasar merekrut seorang pekerja di sebuah perusahaan adalah memilih orang yang punya kapasitas sesuai dengan bidangnya, dan menempatkan orang sesuai dengan kemampuan, pengalaman, serta kesanggupan orang. Namun syarat ini sering kali sulit didapatkan saat kita hendak memilih pengurus baru dalam lingkungan Gereja. Orang yang mampu sering tidak mau, orang yang tidak mampu kadang malah bersedia. Akibatnya kita memilih orang sering tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauan, tapi berdasar kesanggupan saja.

Kalau kita membaca bacaan Injil Matius di atas, Yesus memilih berbagai orang untuk ikut serta menyebarkan warta Kerajaan Allah. Apakah mereka itu sejak semula sudah sanggup melakukan karya itu? Apakah mereka punya kapasitas dan kemampuan yang sungguh memadai saat dipanggil? Sepertinya tidak demikian. Selama 3 tahun mereka belajar menjadi murid dan mengerti tugas mereka setelah Yesus pergi meninggalkan dunia.

Disaat kita tak memiliki stok pekerja dan volunter untuk menjadi pengurus Gereja, kita bisa memilih orang-orang yang memiliki kriteria berikut ini:

1. Mau terus belajar : semangat terbuka untuk mau belajar dan mencoba hal baru menjadi salah satu syarat orang untuk bisa bekerja dalam lingkungan Gereja. Mungkin kita tak menemukan orang yang punya kemampuan sesuai dengan bidangnya, tapi bila orang tersebut mau belajar, niscaya ia akan memahami apa tanggungjawab dan tugasnya.

2. Bersedia bekerja sama : kerja di dalam lingkungan Gereja lebih bersifat komunal, mau bekerja sama, tak memaksakan kehendak, tidak otoriter, dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain. Kesedian bekerja sama juga membuat orang mau memperbaiki kesalahan, rendah hati memperbaiki diri demi pelayanan sesama.

3. Mau mengembangkan hidup doa dan spiritualitas: bekerja di dalam Gereja berbeda dari bekerja di perusahaan. Dalam Gereja ada unsur rohani, usaha menjalin relasi yang dalam dengan Allah. Para volunter, pengurus Gereja, dan mereka yang terlibat dalam Gereja perlu mendoakan anggota yang lain, berdoa pula untuk diri sendiri agar semakin tahu apa kehendak Allah dalam dirinya. Hingga akhirnya, semua keputusan dan kebijakan yang dibuat adalah hasil dari buah permenungan dan doa demi kemuliaan Allah dan kebaikan semua.

MAKNA PUASA

MAKNA PUASA

 

Kej 27:1-5, 15-29

Mat 9:14-17

Murid-murid Yohanes mempertanyakan mengapa para murid Yesus tidak puasa seperti orang Farisi. Yesus tidak menolak hal puasa, yang mau ditekankan ; bukan sekedar puasa atau sekedar menjalankan kewajiban rutin, namun perlu disertai dengan semangat dan motivasi yang baru/ yang benar. Berpuasa memiliki alasan dan tujuan.

Berpuasa adalah sarana untuk bertobatan agar hidup berubah dan semakin menyerupai Kristus. Artinya berpuasa adalah cara menyangkal diri dan semakin setia mengikuti Kristus. Dengan demikian berpuasa adalah sarana untuk membangun pribadi menjadi memakin baik dan kudus. Jika berpuasa tidak dijalankan dengan tujuan tersebut maka, makna puasa menjadi kabur.

Orang Farisi dan Ahli Taurat sangat ketat dalam pelaksaan puasa, namun cara hidupnya tidak berubah semakin menjadi baik. Mereka masih sering merasa diri lebih dari yang lain (sombong) dan sering mengadili sesamanya. Puasa yang mereka jalani tidak membawa perubahan dalam hidup karena mereka melakukannya dengan motivasi yang lain. Motivasi yang benar dalam menjalankan berpuasa adalah semua untuk bertobat dan semakin dekat dengan Tuhan.

Tuhan yang Maha kasih, terima kasih atas semua yang Engkau berikan kepada kami. Engkau telah memberikan kasih Mu agar kami hidup dalam kasih. Semoga segala yang kami lakukan, kami lakukan dengan kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.

Santo Thomas

Santo Thomas

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/16/The_Incredulity_of_Saint_Thomas_by_Caravaggio.jpg

Jumat, 3 Juli 2015

Pesta St. Tomas Rasul

Renungan oleh Rm Didik Setiawan CM

Ef 2:19-22
Yoh 20:24-29

Banyak orang yang hidupnya tidak tenang karena terus dibebani oleh “keragu-raguan” menyangkut keyakinannya. Tuhan Yesus sudah bangkit dan kemudian menampakan diri kepada murid-murid Nya, agar mereka tidak ragu lagi. Thomas salah satu dari sekian banyak murid yang ragu. Akhirnya percaya setelah melihat Yesus hadir berada ditengah-tengah mereka.

Berbahagialah orang yang percaya sekalipun tidak melihat, karena kepercayaan tersebut menghantar nya memasuki hidup yang damai dan sejahtera, di bumi dan di surga. Bagaimana kepercayaan / iman bisa dijaga sampai akhir? Pertumbuhan iman seiring dengan pertumbuhan relasi kita dengan Kristus. Oleh karena itu jika orang selalu berkomunikasi dengan Kristus, maka ia akan semakin imannya kuat dan mengakar. Komunikasi dengan Kristus lewat doa-doa menjadi sarana untuk menumbuhkan iman tersebut.

Buah dari iman adalah orang akan lebih mengenal dan merasakan Kasih dan kebaikan Tuhan. Setelah itu orang akan semakin mengenal kehendak Allah atas hidupnya. Dengan demikian iman semakin mengubah hidup menjadi semakin serupa, sejalan dan hidup Yesus Kristus. Iman bukan berhenti pada kata-kata tetapi selalu berbuah dalam tindakan yang nyata.

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, terima kasih atas anugerah iman kepada kami. Kami mohon jagalah kami agar kami selalu setia beriman kepada Mu. Kami sebagai manusia yang lemah membutuhkan kekuatan Mu. Demi Kristus mengantara kami. Amin.

Kasih Tuhan Sungguh Nyata

Kasih Tuhan Sungguh Nyata

 

 

Kej 22:1-19

Mat 9:1-8

 

Yesus banyak melakukan perbuatan kasih, salah satunya adalah menyembuhkan orang yang lumpuh. Orang yang lumpuh disembuhkan dan menerima pengampunan dosa karena iman nya. Dengan demikian kehadiran Tuhan Yesus menghadirkan harapan, suka-cita dan keselamatan. Yesus tidak hanya menyerukan kebaikan namun sekaligus menghadirkan kebaikan itu sendiri.

 

Namun yang menjadi keanehan, orang Farisi dan Ahli Taurat ketika melihat apa yang dilakukan Yesus dan kebaikan yang dirasakan orang yang lumpuh justru mereka mengolok-olok Yesus dan menjatuhkan penghakiman kepada Nya. Dengan demikian orang Farisi dan Ahli Taurat mencoba menghalang-halangi Yesus berbuat baik dan mewartakan Kasih. Para ahli Taurat yang menganggap diri mereka lebih menguasai KS, justru menjadi orang yang buta dalam melihat Kasih Allah yang nyata.

 

Mereka tidak bisa melihat karena kebencian menuntupi hati dan budi mereka. Dengan demikian untuk bisa percaya dan mengalami Kasih Tuhan, tidak cukup orang berpengetahuan namun perlu kerendahan hati. Orang yang sombong karena merasa lebih dari yang lain, tidak akan bisa dekat dengan Tuhan dan mengalami kemurahannya. Persoalannya ada dalam diri mereka sendiri yang sombong.

 

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, Engkau telah hadir untuk kami. KehadiranMu mengalirkan kasih dan harapan. Bimbingalah kami menjadi pribadi yang rendah hati, agar kami selalu setia kepada Mu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, amin.

Translate »