SELASA, MINGGU KE 22 MASA BIASA
1 September, 2015
1 Tesalonika 5:1-6, 9-11
Lukas 4:31-37
Saudara-saudariku terkasih,
Sangat mungkin dalam kehidupan bersama diantara dan dengan orang lain kita pernah mendengar ucapan-ucapan spontan seperti: “sebel aku melihat orang itu, kenapa sih orang itu hadir dalam kumpulan kita? iiih orang itu tidak tahu malu, tidak diundang juga mau datang ke perkumpulan kita…atau kehadiran orang itu seperti duri dalam daging, …dan lain sebagainya. Bagaimana sikap, tanggapan dan perasaan kita kalau kita sendiri berada dalam posisi itu?
Bacaan pertama kita hari ini diakhiri dengan kata-kata sebagai berikut: “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” Santu Paulus berbicara kepada teman-temannya di Tesalonika. Kata-katanya begitu jelas, gambling dan mudah dimengerti. Ia menghendaki agar mereka dapat saling memperhatikan dan memberikan dukungan positip satu kepada yang lain dengan kehadiran yang dapat membuat orang lain merasa hidup dalam sukacita dan damai. Dengan demikian bukan tidak mungkin hari ini St. Paulus juga menyampaikan berita dan atau pesan yang sama kepada kita masing-masing. Kita diminta untuk mawas diri, atau masuk dalam proses untuk mengenal diri, tahu diri dan dengan demikian kita akhirnya bisa menempatkan diri. Dengan kata lain St. Paulus sangat mungkin mau menasihati umat ti Tesalonika dengan mengatakan: “Be present for each other and help one another discover the best that God has placed within you.” (Kiranya kehadiran kita diantara dan dengan orang lain dapat membantu orang lain melihat kehadiran Tuhan di dalam diri anda).
St. Paulus menyampaikan suatu pernyataan yang sangat positip, mengingatkan kita masing-masing untuk menyadari betapa pentingnya “menjadi cahaya bagi orang lain, hidup sebagai anak-anak terang.” Untuk menjadi anak-anak terang, tidak hanya satu atau dua kali dalam hidup ini tetapi harus konsisten, terus menerus melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menghantar dan membantu orang lain melihat terang kesukaan dan kegembiraan, cahaya Kristus di dalam diri anda. Dengan demikian kita telah membantu orang lain untuk bisa hidup dan bertahan dengan kehadiran kita diantara mereka. Oleh karena itu pada bahagian terakhir dari ayat 6 dikatakan “berjaga-jaga dan sadar.” (remain strong and vigilant against the negative forces that can try to come in and turn them from the way of Jesus.)
Saudara-saudariku terkasih,
Bagi anda yang hari ini menghadiri perayaan Ekaristi, gunakanlah kesempatan hari ini untuk merenungkan “seberapa jauh anda telah membantu orang lain melihat kehadiran Yesus (Terang dunia) di dalam diri, dan perbuatan serta sikap hidupmu?” “Sudah sejauh mana kita telah membantu orang lain melihat kehadiran Tuhan di dalam dirimu, dalam perbuatanmu dan dalam sikapmu; Tuhan yang anda imani?” Saudara, perhatikanlah sesama disekitarmu, ada banyak orang yang membutuhkan perhatian dan cintamu, mereka yang sakit, mereka yang kesepian, mereka yang terlantar, mereka yang bingung dan gelisah…tertekan…yang membutuhkan perhatian dan dukungan, yang membutuhkan waktu dan kesediaan anda untuk mendengarkan mereka. Hanya itu saja yang dapat saya kemukakan untuk bahan renungan kita hari ini. Selamat bertugas dan Tuhan memberkatimu hari ini. Amin.