Ia mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik…
HARI SENIN MINGGU KE 22
MASA BIASA
31 Augustus, 2015
1 Thesalonika 4:13-18
Lukas 4:16-30
Saudara-saudariku terkasih,
Kita tahu bahwa Yesussetelah dibaptis oleh Yohanes Pemandi, Yesus diurapi oleh Roh Kudus, sebelum Ia memulai misi perutusanNya…”Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah dating.”
Kata-kata diatas diambil dari Kitab nabi Yesaya. Yesus mengutip kata-kata Yesaya karena statement itu menunjukkan inti pewartaan nubuat nabi Yesaya tentang Mesias yang telah dijanjikan dengan menjelaskan kepada orang banyak di dalam synagogue: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Peristiwa ini terjadi di Nazareth setelah Yesus menjalani puasa selama 40 hari dan 40 malam di padang gurun, dimana Ia dicobai Setan berulang kali, …dan akhirnya Yesus mengatakan: “Ada firman: Jangan engkau menbcobai Tuhan, Allahmu!” Karena Yesus dengan sangat tegas memaklumkan siapa Dia sebenarnya dengan mengatakan “Ia mengurapi Aku, untuk manyampaikan kabar baik…” Misi Yesus diatas sudah harus menjadi misi kita juga. Oleh karena itu setiap kali kita mengikuti perayaan Ekaristi, pada akhir perayaan Ekaristi imam yang mempersembahkan Ekaristi Kudus itu mengutus kita dengan mengatakan:…“Saudara sekalian Perayaan Ekaristi sudah selesai. Syukur kepada Allah. Marilah pergi! Kita diutus. Amin.”
Marilah pergi kita diutus,..kita diutus untuk melanjutkan misi perutusan Yesus…kemana? kepada siapa? tugas yang tidak mudah; kita dituntut untuk konsekwen dengan response kita “Amin’. Oleh karena itu kita perlu menerima “roti yang hidup itu”, tubuh dan darah Kristus setiap kali kita menghadiri perayaan Ekaristi. Ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus kita diteguhkan dan dikuatkan oleh Roh Kudus, kita dipenuhi oleh RohNya yang Kudus agar kitapun mampu membawa kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.
Saudara-saudariku terkasih,
Santu Fransiskus dari Asisi memberi kita inspirasi dalam doanya yang dilagukan dengan judul: “Prayer of St. Francis”
“Lord, make me an instrument of your peace; where there is hatred, let me sow love; where there is injury, pardon; where there is doubt, faith; where there is despair, hope; where there is darkness, light; and where there is sadness, joy.”
O Divine Master, grant that I may not so much seek to be consoled as to console; to be understood, as to understand; to be loved, as to love, for it is in giving that we receive, it is in pardoning that we are pardoned, and it is in dying that we are born to eternal life. Amen.