Browsed by
Month: October 2015

Besama Yesus kita menang

Besama Yesus kita menang

Hari Jumat 9 Oktober 2015

Yl. 1:13-15; 2:1-2

Luk. 11:15-26

Besama Yesus kita menang

Mengusir setan adalah salah satu misi penting dalam tugas perutusan Yesus di dunia. Yesus dari awal misinya sudah menunjukan akan pentingnya keutuhan jiwa dan raga seseorang. Bagi Yesus, keselamatan adalah pengalaman sesorang akan keutuhan secara menyeluruh jiwa dan raga.

Dalam hidup harian kita, kita masing-masing berusaha menjadi pribadi yang ideal, utuh dan bermartabat, akan tetapi dalam banyak pengalaman, semakin kita berusaha, kita sadari bahwa hidup kita justru terus jauh dari sempurna. Masih banyak iri hati, dengki, marah, bermusuhan, mempersalahkan orang lain. kita merasa diri kita lebih hebat dan paling benar dari orang lain. Selalu ada rasa takut muncul dalam hati setiap kali kita mau melakukan sesuatu yang positip.

Rasa takut adalah salah satu tanda akan adanya ketidak utuhan pribadi dalam diri seseorang. Ketakutan bisa mengakibatkan seseorang melakukan kekerasan; ketakutan dapat membuat seseorang frustrasi; ketakutan dapat membuat orang lumpuh untuk melakukan banyak hal yang sebenarnya bisa dia lakukan.

Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan orang yang mempunyai iman, harapan dan kasih yang bertumbuh dalam hatinya. Jika orang bertumbuh dalam ketiga keutamaan ini (iman, harapan dan kasih), orang ini bisa mencapai keutuhan hidup ribadinya. Orang akan mengalami pengaman hidupnya yang damai, sukacita dan harmoni. Srdang ketakutan dapat menghancurkan hidup kita.

Misi Yesus datang kedunia adalah mau menyelamatkan kita umat manusia,. salah satu hal yang dilakukan Yesus adalah menghancurkan penyebab keterpecahan dan ketakutuhan dalam diri setiap orang. Yesus tahu salah satu kekuatan yang selalu mau menghancurkan hidup manusia adalah kekuatan setan. Kekuatan setan selalu memaksa dan menghancurkan. Kekuatan ini sangat bertolak belakan dengan Tuhan sendiri: kasih dan penuh dengan kebaikan dan harmoni. Yesus mengundang kita untuk melawan kekuatan jahat ini. Yesus meneguhkan kita untuk “ tidak takut, jangan menyerah”. KehadiranNYA memenuhi hati kita agar kita mampu tegug dan kuat untuk mengadapi setan. Dia membuat kita kembali mampu untuk mengusir kekuatan iblis yang selalu meron-rong hidup kita.

Mari kita dengan kekuatan Tuhan berani bangkit melawan kekuatan iblis yang selalu berusaha mengancurkan kebahagian, sukacita hidup kita.

Bertekun dalam Doa

Bertekun dalam Doa

Bacaan hari kamis 8 Oktober 2015

Malekhi 3:13-20b

Luk 11:5-13

Bertekun dalam Doa

Setiap kita pasti pernah mempunyai pengalaman dimana kita merasa doa kita tidak didengarkan oleh Tuhan. Dalam beberapa kesempatan saya mendapat keluhan dalam rupa pertanyaan “mengapa Tuhan tidak pernah mendengarkan dan mengabulkan doa saya? Seorang bapa datang ke kantor saya dan dengan sangat marah, berkata: mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa saya. Saya sudah beusaha untuk mengikuti perintahnya tetapi permohonan saya untuk kesembuhan istri saya tidak pernah terkabulkan? Apa yang salah? Apa yang harus saya lakukan supaya doa saya untuk istriku bisa dikabulkan? Saya bertanya kepadanya: sudah berapa lama anda berdoa untuk istri anda? dia menjawab: sudah lebih dari 20 tahun. Saya kembali bertanya kepadanya, apakah kamu yakin Tuhan tidak pernah mendengarkan doamu? Bapa itu menjawab: sejauh ini istri saya tidak pernah sembuh, berarti Tuhan tidak menjawab doa saya. Bapa masih juga berdoa untuk kesembuhan istrimu, saya balik bertanya. Dia menjawab: ya! saya hayna mengatakan terus berdoa, jangan berhenti berdoa. Tuhan akan memerikan sesuatu yang belum pernah anda pikirkan sebelumnya.

Bacaan injil hari ini menceritakan seseorang kedatangan tamu diwaktu malam dan dia tidak mempunyai makanan untuk diberikan kepada tamunya. Dia membangunkan temannya yang sudah tidur hanya untuk meminta makanan. Temanya tidak mau membukakan pintunya tetapi karena dia tetap memintanya, akhirnya temanya bangun dan memberikan apa yang dia minta.

Dengan cerita ini Yesus sebenarnya mengajak kita untuk tetap bertekun dalam doa-doa kita. Dengan tetap setia bertekun, apa yang kita minta akan dikabulkan. Yesus mengajarkan kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan jiwa kita. Dengan keyakinan yang kuat dari pihak kita, doa-doa kita tidak pernah diabaikan oleh Tuhan. Tuhan kita selalu memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan. Dia selalu memberikan kepada kita apa yang sunguh-sungguh menjadi kebutuhan kita.

Ketika kita berdoa “doa bapa kami”, kita selalu berkata: jadilah kehendakMu. Ini adalah inti dari doa bapa kami. Kita boleh meminta dan mengetuk, akan tetapi kita harus percaya juga bahwa kehendak Tuhan selalu lebih baik dari kehendak kita sendiri. Tentu hal ini tidak mudah bagi kita karena kita menyerahkan semua control hidup kita kepada Tuhan. Akan tetapi kalau kita percayakan segalanya kepada Dia kita akan mempunyai kebebasan yang bersumber dari Tuhan sendiri.

Yesus berkata” mintalah maka kamu akan menerima, carilah maka kamu akan menemukan dan ketuklah maka pintu akan dibukakannya bagimu”.

Apakah kita percaya, Tuhan selalu mengabulkan setiap permohonan kita? Apakah kita mau menerima jawaban Tuhan? ‘Jangan merasa kaget kalau Tuhan memberikan sesuatu yang tidak pernah kita bayakan sebelumnya. Tuhan lebih Tahu apa sesungguhnya kita butuhkan.

Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario

Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario

Hari Rabu 7 Oktober 2015

Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario

_MG_5377

Kis. 1:12-14, Luk 1:26-38

Hari ini kita merayakan Peringatan wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosari. Dalam perayaan ini kita diajak untuk mencontohi hidup Bunda Maria yang selalu mengikuti kehendak Tuhan dan berani menjawab YA atas apa yang dikehendaki Tuhan. Dalam perayaan ini juga kita diajak untuk merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario yang tidak lain adalah misteri kehidupan Yesus sendiri. Bunda Maria telah menjadi contoh sejati untuk itu. Tuhan memilih Bunda Maria menjadi Bunda Allah karena ketaatanya dalam merenungkan sabda Tuhan dan melakukannya.

Doa Rosario adalah senjata senjata rohani yang ampuh untuk melawan musuh jiwa kita. Rosario adalah rantai doa yang dipakai untuk mengikat setan, mengusir setang yang selalu merong-rong hidup kita. Suster Lusia dari Fatima dengan jelas menunjukan kekuatan Rosari sebagaimana dia mengerti saat Bunda Maria menampakan dirinya. Dia mengatakan “Melalui Doa Rosari, kita akan menerima segala sesuatu yang kita minta. Inilah kekuatan Doa Rosario. Dengan doa Rosario kita masuk dalam pusat misteri hidup dan penderitaan Yesus serta misteri relasi Bunda Maria dan Yesus sendiri.

Denga berdoa Rosario, kita juga belajar dari Bunda Maria bagaimana hidup sebagai seorang pengikut Kristus dan melalui dia kita mampu hidup sesuai ajaranNya. Ini adalah kekuatan doa Rosario. Doa Rosario mampu mengubah banyak hal yang kelihatan tidak mungkin dan membantu kita melihat kehendak Tuhan dalam banyak situasi yang tidak hanya mustahil tetapi juga kesempatan untuk memuji kebesaran dan keagunganNya. Dalam artian ini, kita dapat melihat bahwa kita mempunyai senjata yang paling ampuh dari senjata lainnya. Inilah kekuatan senjata dalam hidup spiritual kita. Inilah sejata yang kita gunakan untuk melawan setan. Melalui doa Rosario, semua hal bisa menjadi mustahil bagi yang sungguh mendoakan, bagi mereka yang percaya akan kekuatan Tuhan. Melalui perantaran doa Bunda Maria dalam doa Rosario, kita akan mendapatkan apa yang sesungguhnya kita butuhkan.

Mari kita bangun kecintaan kita pada doa Rosario. Bagi mereka yang belum terbiasa berdoa Rosario, gunakan waktu ini, bulan ini sebagai start awal yang baik

 

 

Fokus dan Komitmen dalam mengikuti Kristus

Fokus dan Komitmen dalam mengikuti Kristus

Selasa, 6 Oktober 2015

Fokus dan Komitmen dalam mengikuti Kristus

Yun. 3:1-10; Luk. 10:38-42

Dalam bacaan injil hari ini kita kembali bertemu dengan dua tokoh yang tidak asing lagi bagi kita: Marta dan Maria. Kedua bersaudara ini mempunyai karacter masing-masing tetapi saling melengkapi satu dengan yang lain dalam satu relasi dengan Yesus. Yesus menunjukan kepada kita bagaimana satu aspek dapat menyeimbangkan aspek yang lain dalam relasi dengan-Nya.

Ketika Yesus berkata kepada Marta bahwa dia terlalu kuatir akan banyak hal dan Maria memilih satu hal yang terpenting, Yesus sebenarnya mau menunjukan perlu adanya keseimbangan dalam mengikuti Dia. Yesus mengingatkan kita, jika kita terlalu focus terhadap satu aspek (aksi) dan aspek lain (contemplasi) diabaikan, kita sebenarnya tidak menjadi pengikutNya yang sejati.

Hal penting yang dibutuhkan oleh pengikut Kristus adalah “focus dan komitment”.

Kalau kita focus pada apa yang kita lakukan, kita tidak mudah terombang-ambing oleh kekuatiran. Kalau kita terlalu sibuk untuk melakukan banyak hal, focus kita akan terbagi-bagi dan pada akhirnya kita bisa lupa hal utama yang sebenarnya yang kita mau cari dan capai.

Selain focus, komitment membantu kita untuk tetap berada pada apa yang hendak kita lakukan atau capai. Komitment yang kuat membantu kita untuk tidak menyerah begitu saja tawaran-tawaran luar yang membuat focus kita berubah.

Dalam mengikuti Kristus, kita perlu mempunyai keseimbangan dalam karya nyata dan relasi dengan Tuhan sendiri. Dalam banyak pengalaman, orang bisa begitu aktif dalam karya nyata, menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membantu orang lain tetapi sering kali lupa untuk mempunyai waktu yang khusus untuk membangun relasi dengan Tuhan. Orang bisa sangat aktif dalam melayani akan tetapi pada saat yang sama bisa bersungut-sungut dan cepat marah karena tuntutannya atau apa yang dimauinya tidak terpenuhi. Jika orang mempunyai waktu untuk hening dan mau refleksi apa yang dilakukan, orang dapat menemukan kekuatan yang menjadi dasar baginya untuk berkarya.

Sebagai pengikut Kristus kita diajak untuk beraksi, mempraktekkan kasih yang kita miliki dalam karya nyata dan dalam waktu yang sama mempunyai waktu untuk membangun relasi yang sejati dengan Tuhan karena Dialah sumber yang tidak akan pernah kering dalam aksi kita. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan ini dalam peziarahan hidup kita sebagai pengikutNya.

Mari kita belajar menjadi murid Kristus sejati, berani untuk berziarah: Mengikuti jejak Kristus, berjalan bersama Dia dan selalu berada bersama Dia. Berani untuk menjadi sempurna seperti Guru

 

 

 

 

Translate »