Browsed by
Month: February 2016

BELAJAR UNTUK PERCAYA

BELAJAR UNTUK PERCAYA

1Raj 8:1-7,9-13

Mrk 6:53-56

Kehadiran Yesus membawa keselamatan. Banyak orang yang sakit disembuhkan oleh Yesus. Karena kebaikan dan kasih Yesus sungguh nyata maka banyak orang berbondong-bondong datang dan percaya kepada Nya. Yesus tidak hanya berkata-kata namun Dia adalah Sabda yang hidup, yang melakukan apa yang disabdakan Nya. Kahadiran Yesus sungguh-sungguh memberikan kasih yang nyata dan kasih yang sejati.

Ketika orang dekat dengan Yesus Kristus maka perubahan yang baik akan terjadi jika orang tersebut. Perubahan menyangkut pada hati, pikiran dan tindakan yang baik, yang membuat hidup semakin damai. Itulah sebenarnya arti keselamatan, yaitu ketika orang bisa merasakan kasih dan kebaikan Tuhan Yesus Kristus setiap hari dan orang tersebut berjalan di jalan yang ditujukkan oleh Tuhan.

Pengalaman kasih Tuhan tersebut bisa dialami ketika orang sungguh-sungguh mau mengandalkan Tuhan, artinya ia berani percaya kepada Nya. Hambatan pokok untuk percaya adalah diri sendiri karena sering muncul keraguan dalam diri orang tersebut. Ketika orang mau mengalami kebenaran, bimbingan dan kasih Tuhan Yesus, maka keraguan tersebut perlu ditinggalkan. Oleh karena itu perlu keberanian dalam beriman. Keberanian percaya bisa muncul ketika orang tersebut menyadari siapa dirinya dihadapan Tuhan. Dengan rendah hati orang perlu menyadari bahwa tanpa kasih Tuhan, manusia tidak bisa hidup.

Marilah berdoa,

Tuhan yang Maha Kasih, terima kasih atas panggilan yang Engkau anugerahkan kepada kami. Kami telah diperkenankan mengenal dan percaya kepada Mu. Dampingilah kami selalu agar kami terus mau belajar untuk percaya kepada Mu agar nama Mu semakin dimuliakan dalam kehidupan kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Peringatan St. Paulus Miki, dkk

Peringatan St. Paulus Miki, dkk

Sabtu, 6 Pebruari 2016

1 Raja-Raja 3: 4-13

Markus 6: 30-34

Ketika Yesus melihat banyak orang yang mengikuti Dia, Ia begitu merasa iba. Rasa belas kasihNya yang mendalam tergerak oleh iman dan kehausan mereka akan ajaran yang benar. Apa yang benar dan tulus selalu membuahkan sukacita dan harapan. Demikian pula dengan apa yang dialami oleh orang-orang yang mengikuti Yesus. Mereka menemukan sukacita dan harapan dalam hidup Yesus dan ajaranNya. Hidupnya yang tulus dan otentik menimbulkan rasa ingin tahu dan juga harapan yang mendalam bagi bagi banyak orang.

Situasi ini pula yang dihadapi oleh Santo Paulus Miki dan kawan-kawan, Para Martir di Nagasaki, Jepang. Mereka melihat bahwa banyak orang Jepang begitu merindukan ajaran Kristus. Mereka menemukan bahwa ajaran Kristus membuahkan harapan akan kehidupan kekal. Namun sayang bahwa usaha mereka untuk membawa banyak orang kepada Yesus harus terhenti karena ketakutan dan kebencian para penguasa di Jepang yang takut bahwa mereka akan menjadi pengkhianat negara. Namun dalam fakta kita tahu, bahwa semakin seorang Kristiani mendalami ajaran Yesus maka orang itu akan semakin dipenuhi dengan cinta, termasuk kepada sesama dan bangsa serta negaranya. Hal inilah yang telah ditunjukkan oleh Paulus Miki dan kawan-kawannya. Semoga kitapun juga bisa menjadi semakin penuh rasa cinta terhadap bangsa dan negara kita karena ajaran kristus yang penuh dengan kasih. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Yesus Tuhan kami, kami mengenal Engkau sebagai pribadi yang penuh dengan cinta, bahkan kepada bangsaMu sendiri. Engkau tak pernah meninggalkan mereka, sebaliknya Engkau memberikan hidupMu bagi keselamatan bangsaMu. Berilah kami ya Tuhan, kekuatan dan kasih yang sama untuk mau mencintai bangsa kami. Bantulah pula bangsa kami untuk menjadi bangsa yang besar dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari. Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Peringatan St. Agata

Peringatan St. Agata

Jumat, 5 Pebruari 2016

Sirakh 47: 2-11

Markus 6: 14-29

Lebih baik mengatakan kebenaran dan membuat orang menangis, dari pada mengatakan kebohongan dengan mulut manis namun beracun. Dari ungkapan ini kita bisa belajar bahwa ternyata mengatakan apa yang benar seringkali menyakitkan. Namun apa yang menyakitkan itu menyelamatkan. Hal ini jauh lebih baik dari pada mengatakan kebohongan dengan mulut manis namun berujung kematian. Santo Yohanes Pembaptis sebagai orang yang benar dan lurus mengatakan apa yang tidak benar dalam praktek perkawinan Herodes dan Herodias. Namun ternyata apa yang ia katakan tidak diterima dan menimbulkan dendam. Akibatnya ia dibunuh. Memang badannya mati, namun semangat kebenaran yang ia wartakan tetap hidup dalam hati para pengikutnya bahkan dalam diri Yesus sepupunya. Yesus sedemikian mengagumi keberanian Yohanes Pembaptis. Herodes dan Herodias yang telah membunuh Yohanes, untuk sementara mengalami bahagia karena penghalang hubungan haram mereka tak ada lagi. Namun sebagai akibat dari hubungan haram itu mereka dengan seluruh keluarga dan bahkan kerajaannya mengalami kehancuran. Tak selamanya apa yang baik dan enak selalu benar. Terkadang apa yang baik dan enak justru mengandung maut di dalamnya.

Hari ini kita juga merayakan keberanian seorang gadis, Agata. Ia juga berani menyuarakan kebenaran berkaitan dengan haknya sebagai seorang beriman. Ia menolak untuk dipersunting seorang perwira. Sebagai akibatnya perwira itu dendam dan membunuh dia dengan kejam. Meskipun Agata mati, namun keberaniannya mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang Kristen untuk berani menyuarakan kebenaran. Semoga kitapun juga mampu untuk menyuarakan kebenaran karena apa yang benar selalu membuahkan kebaikan hidup. Santa Agata dan Santo Yohanes Pembaptis, doakanlah kami agar mampu menyuarakan kebenaran dalam hidup kami. Amin.

Doa:

Allah Tritunggal Mahakudus, mengatakan suatu hal yang benar seringkali membutuhkan kekuatan dan nyali yang kuat. Terkadang kami takut mengatakan apa yang benar karena kami takut dibenci ataupun dijauhi. Ya Allah Tuhan kami, kuatkanlah kami untuk selalu mengutamakan apa yang baik dan benar di atas segala sesuatu. Kami ingin agar hidup kami berguna bagi banyak orang karena kami mau mewartakan hal-hal yang baik dan benar lewat skap hidupdan perkataan kami. Berkati kami selaluu ya Tuhan dengan kuasa RohMu. Amin.

Bekal

Bekal

Kamis, 4 Pebruari 2016

1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12

Markus 6: 7-13

Tuhan tentu saja mengutus kita tidak dengan tangan kosong. Ia membekali kita dengan kuasa untuk memberi penguatan dan penyembuhan. Tuhan tidak ingin hidup kita tidak berguna bagi sesama kita. Rahmat Tuhan yang ada dalam diri kita begitu berlimpah. Tuhan menginginkan agar rahmat yang telah Tuhan berikan itu menjadi bekal bagi kita untuk mewartakan keagungan Tuhan. Meskipun rahmat Tuhan ada dalam diri kita, sekalipun berkat Tuhan menyertai kita, ini bukan jaminan bahwa kita akan diterima. Terkadang kehadiran kita tak bisa diterima oleh sesama kita.

Saat kehadiran kita yang tulus dan iklas tak diterima oleh orang lain, Tuhan menasihati kita agar kita mau menerimanya dengan tulus karena ketulusan yang kita berikan nantinya akan kembali lagi kepada kita. Rahmat Tuhan tak akan pernah hilang selama kita mau menjaganya dengan penuh sikap pasrah dan hormat kepada Tuhan. Sekalipun orang lain tak menerima ketulusan kita, namun Tuhan mau menerima persemahan diri kita yang tulus dan Ia akan mengembalikan apa yang ditolak oleh orang lain itu kepada kita. Maka janganlah takut apabila kita mengalami penolakan sekalipun sebenarnya kita tak pantas untuk mengalami penolakan itu. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Tuhan, pengalaman ditolak sungguh tidak enak untuk dirasakan dan dipikirkan. Terkadang kami ditolak sekalipun membawa hal baik dan benar. Terkadang kamipun ditolak sekalipun membawa Engkau yang hendak kami wartakan. Kami sadar ya Tuhan bukan kami yang ditolak, namun Engkaulah yang ditolak. Maka ya Tuhan bantulah kami selalu untuk memiliki hati dan jiwa yang luas untuk menampung segala rahmatMu. Hati dan jiwa yang luas untuk selalu mau mengerti dan memafkan sekalipun kami mengalami penolakan. Kuatkanlah kami selalu ya Tuhan. Amin.

Silau

Silau

Rabu, 3 Pebruari 2016

2 Samuel 24: 2.9-17

Markus 6: 1-6

Tidak selamaya emas gemerlapan. Seringkali kita begitu mudah tertipu oleh penampilan. Kemasan yang bagus acapkali sudah menjadi sebuah modal untuk meraih keuntungan, namun kita lupa bahwa yang terpenting bukanlah kemasan namun isi yang ada di balik bungkus itu. Dalam hal spiritual pun kita sering kali juga banyak tertipu oleh mereka yang saleh dan doa-doanya menggunakan kata-kata yang indah dan panjang. Seolah-olah doa yang panjang dan kata-kata yang indah adalah jaminan bahwa orang tersebut sudah barang tentu orang yang hebat ataupun suci. Dengan demikian kita sungguh percaya bahwa doanya pasti dikabulkan.

Hal semacam ini juga terjadi pada jaman Tuhan Yesus. Banyak orang sekampnguNya menolak Dia karena tahu siapakah Dia dan juga keluargaNya. Bagi mereka orang yang sederhana dan biasa-biasa saja tak patut untuk didengarkan ataupun diikuti. Mereka sungguh “gumunan” (gampang terperangah) dengan apa yang tampaknya hebat.

Apa yang dialami oleh Tuhan Yesus ini sebenarnya juga merupakan peringatan bagi kita supaya kita tidak mudah “gumunan” dan akhirnya tertipu oleh penampilan. Banyak penipu menggunakan hal-hal yang tampaknya suci untuk mengelabui kita yang mudah sekali terperangah. Semoga kitapun juga semakin sadar bahwa apa yang tampaknya menarik belum tentu baik dan benar. Amin.

Doa:

Allah Bapa di surga, kebenaranMu nyata dalam sikap dan perbuatan kami yang selaras dengan kehendakMu. Bantulah kami ya Allah agar hidup kami selalu mengutamakan apa yang baik dan benar. Bantulah kami pula untuk mengungkapkannya lewat sikap, kata-kata dan perbuatan kami yang sederhana. Kami yakin bahwa kuasaMu akan semakin nyata dalam hidup kami yang sederhana. Ya bapa dalam kuasaMu kami serahkan diri kami sepenuhnya. Terpujilah namaMu ya Tuhan. Amin.

Translate »