Browsed by
Month: May 2017

Kepercayaan diberikan kepada kita

Kepercayaan diberikan kepada kita

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Kamis, 25 Mei 2017

 

Kepercayaan diberikan kepada kita

Mat 28:16-20

Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Hari ini kita merayakan hari raya kenaikan Yesus ke Surga. Hari raya dimana kita memperingati Yesus mengutus para muridnya untuk pergi keseluruh dunia untuk menjadi saksi tentang kabar gembira Yesus Kristus. Sangat menarik penginjil Mateus tidak berfokus pada kenaikan Yesus ke surga, akan tetapi lebih berfokus pada perutusan para rasul, membawa misi untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Yesus, membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, serta mengajar mereka untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Yesus.

Perayaan kenaikan Yesus ke Surga sesungguhnya menyadarkan kita kembali bahwa waktu dimana Yesus berkarya secara fisik di dunia kita telah berakhir dan saatnya Dia masuk dalam kemuliaan bersama Bapanya di Surga. Tugas perutusan selanjutnya dipercayakan kepada para rasulnya dan kita pengikutnya.

Bagi para Rasul, kenaikan Yesus ke surga merupakan akhir dari karya Yesus secara fisik bersama mereka. Hari-hari dimana mereka bersama Yesus dalam rupa seorang manusia telah berakhir. Iman mereka terhadap Yesus sebagai seorang pribadi dalam ruang dan waktu telah berakhir. Sekarang mereka berelasi dengan seorang Yesus yang selamanya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Pada saat yang sama, babak baru perutusan dimulai. Para rasul tidak berada dalam kesedihan, sebaliknya ditinggal oleh Yesus dalam suasana bahagia dan gembira. Sekarang mereka yakin dan percaya bahwa Yesus tidak akan meniggalkan mereka. “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Bagi kita, merayakan hari raya Yesus naik ke Surga sesungguhnya kita diingatkan kembali akan tugas perutusan kita sebagai murid Yesus. Gereja tidak dilihat sebagai anak yatim piatu karena ditinggal oleh Yesus melainkan diberikan kepercayaan dan tanggungjawab penuh untuk bersaksi akan Yesus Kristus. Sebagaimana para rasul, kita pun diberikan kepercayaan yang total untuk melanjutkan misi yang telah dimulai oleh Yesus sendiri di zaman kita ini.  Yesus meyakinkan kita bahwa Dia akan menyartai kita sampai akhir Zaman. Mari kita menjadi murid Kristus yang bertanggungjawab dalam melanjutkan karya pewartaan kabar gembira Yesus Kristus dimana saja kita berada.

 

 

Biarkan Roh Kebenaran menuntun kita dalam kebenaran

Biarkan Roh Kebenaran menuntun kita dalam kebenaran

Rabu, 24 Mei 2017

Biarkan Roh Kebenaran menuntun kita dalam kebenaran

 

Yoh 16:12-15

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku. Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku.”

Fokus utama bacaan injil hari ini adalah Roh Kudus sebagai Roh kebenaran. Sangat menarik karena Yesus memperkenalkan Roh Kudus sebagai Roh kebenaran yang akan memeimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Yesus memaparkan bahwa masih banyak hal yang harus  Ia katakana tetapi  sekarang para murid belum dapat menanggungnya. Dengan kata lain “kebenaran” akan menjadi beban bagi para murid kecuali Roh Kudus hidup dalam mereka dan  mengajari mereka.

Pernyataan diatas menunjuk pada dua hal yang perlu kita renungkan:

Pertama, jika hidup kita tidak terbuka pada kekuatan dan kehadiran Roh Kudus, kita tidak dapat menanggung kebenaran.  Kita tidak dapat mengerti secara mendalam akan Kebenaran Allah dan kita tidak dapat percaya secara total, kecuali Roh Kudus hidup dan tinggal dalam hati kita. Ada ketakutan bahwa ketika Roh Kudus sungguh tidak menyatu dengan kita, kita dapat saja berada dalam kegelapan  akan kebenaran. Kalau kita tidak tahu akan keberan maka kita juga sudah pasti tidak memjadi saksi kebenaran.

Kedua, ketika kita membuka hati dan pikiran kita akan Roh Kudus, kita sudah pasti akan  haus akan  kebenran. Roh Kudus akan menuntun kita dalam segala kebenaran. Salah satu efek dari tuntunan kebenaran adalah  hidup kita dapat mempengaruhi  orang lain dalam hal kebenaran. Kita akan mengerti banyak hal yang baik dan benar dan hal-hal tersebut membuat kita semakin terbuka dan berani mewartakan kebenaran itu dalam hidup kita sehari-hari.

Mari kita membuka hati untuk  menerima Roh Kebenaran yang dijanjikan Yesus, dan semoga Roh kebenran ini selalu menuntun kita dalam hidup kita sehari-hari. Mudah-mudahan lewat hidup kita banyak orang terbuka untuk dipimpin oleh Roh Kebenaran.

 

 

 

Berikan ruang bagi Roh Kudus untuk membaharui hati dan perbuatan kita

Berikan ruang bagi Roh Kudus untuk membaharui hati dan perbuatan kita

Selasa, 23 Mei 2017

 

“Berikan ruang bagi Roh Kudus untuk membaharui hati dan perbuatan kita”

 

Yoh 16:5-11

Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Membaca injil hari ini, Saya bisa membayangkan dan mersakan bagaimana hati para murid Yesus sedih akan perpisahannya dengan Yesus. Kendati sedih, mereka juga berusaha tetap percaya  apa yang telah dikatakan Yesus. Yesus  berkata kepada para muridnya bahwa Dia akan kembali kepada Bapa dan itu lebih berguna bagi bagi mereka, jika Ia Pergi.  Kenapa? Karena jikalau  Dia pergi, Dia akan mengirim Roh Kudus kepada mereka.

Sebagai manusia, para murid Yesus  merasa sangat kehilangan. Akan tetapi Yesus dengan sangat memberikan kekuatan kepada mereka bahwa walaupun Dia pergi, Dia akan selalu menyertai mereka. Dia akan  mengirim Roh Kudus ke atas mereka  untuk menuntun, mereka, menguatkan mereka, dan mengajarkan mereka kebenaran. Mereka selalu berada bersama Dia di dunia  oleh kekuatan Roh Kudus.

Tentu kita tidak mendapat kesempatan yang special dimana kita dapat melihat, menyentuh, berinteraksi secara langsung bersama Yesus sebagaimana yang dialami para murid.  Akan tetapi kita mempunyai anugerah yang sama  dimana kita menerima Roh Kudus dan Yesus selalu berada bersama kita. Sadar atau tidak, kita sangat beruntung mendapatkan privildge ini walaupun sering kali kita  lupa. Mungkin kita sudah menerima sakramen Krisma akan tetapi kita tidak memberikan ruang dalam hati kita untuk Roh Kudus untuk selalu membaharui hidup kita.

Hari minggu setelah minggu ini kita akan merayakan hari raya Pentacosta, dimana kita diajak kembali membuka hati kita untuk dibaharui oleh Roh Kudus. Mari kita dengan rendah hati membiarkan Roh Kudus memenuhi hati kita dan menuntun segala tingkah perbuatan kita sehari-hari.

 

Jangan Pernah Menyerah Menjadi Saksi Kristus

Jangan Pernah Menyerah Menjadi Saksi Kristus

Senin, 22 Mei 2017

 

“Jangan Pernah Menyerah Menjadi Saksi Kristus”

Yoh 15:26-16:4a

“Jikalau Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu sejak semula bersama-sama dengan Aku.”

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

Apakah kita bangga menjadi pengikut Yesus? Aku bangga menjadi murid Yesus. Mengapa? Dia adalah pribadi yang sangat terbuka untuk memberitahu apa saja kepada kita para muridnya. Dia menyampaikan hal-hal yang mengembirakan dan pada saat yang sama dia menyampaikan hal-hal yang bakal terjadi, yang mungkin membuat kita takut untuk menghadapinya. Dalam injil hari ini Dia dengan terus terang mengatakan: “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan menolak Aku.

Yesus mempersiapkan para muridnya untuk menghadapi segala konsekuensi yang bakal terjadi sebagai pengikutNya.  Yesus dengan terus terang mengatakan bahwa akan ada waktu yang tidak mudah bagi para muridnya. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

Sangat menarik bahwa Yesus tidak hanya menunjukkan kesulitan dalam mengikuti Dia. Yesus bahkan sudah menunjukkan sisi lain dari konsekuensi mengikuti Dia. Dia berjanji kepada para muridnya dan juga kita, bahwa kita tidak sendirian. Dia akan mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran untuk mengajarkan kita untuk menghadapi persoalan itu. Roh Kudus akan menolong, memberikan inspirasi dan menerangi kita dalam menghadapi segala konsekuensi sebagai murid Yesus.

Salah satu contoh Yesus menguatkan hati para muridnya ketika membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes ke atas Gunung Tabor untuk menyaksikan bagaimana Yesus dimuliakan, berubah rupa dan berbicara dengan Musa dan Elia. Yesus lakukan hal yang sama juga kepada kita  melalui Kitab Suci. Yesus berkata kepada kita, “Jangan biarkan hatimu gelisah”. Dia meyakinkan kita, “Saya selalu besertamu sampai akhir zaman.”

Menjadi Pengikut Yesus zaman ini tidaklah mudah. Ketika kita berusaha untuk mewartakan kabar gembira Yesus Kristus, mempraktekan iman kita dalam kehidupan kita, selalu ada resiko untuk ditolak, kehilangan sahabat, keluarga dan pekerjaan kita., bahkan nyawa kita diancam. Kebebasan mengexpresikan keyakinan kita sungguh mendapatkan tantangan yang tidak mudah. Kita perlu sadar bahwa pesan Yesus tentang kasih dan pengampunan selalu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh dunia. Oleh karena itu janganlah heran kalau kita selalu ditentang. Ingat kata-kata Yesus, kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu  dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Ketika kita mengahadpi situasi yang digambarkan oleh Yesus diatas, bahkan itu telah terjadi dalam hidup kita, mari kita tetap teguh dan percaya akan jamin yang diberikan Yesus.; Percaya akan tuntunan Roh Kudus. Berikan tempat kepada Roh Kebenaran untuk mengajarkan kita bagaimana menghadapi semuanya. Jangan pernah menyerah untuk menjadi pembawa suka cita / kabar gembira Yesus Kristus.

20 Mei 2017

20 Mei 2017

20 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 16: 1-10

Bacaan Injil : Yohanes 15: 18-21

Dalam banyak kasus, begitu banyak orang terkejut atau takut bila mendengar suatu nama seorang jenderal disebut bila orang itu berurusan dengan seseorang yang mempunyai relasi dengan jenderal itu. Mengapa demikian? Karena kita tahu sepak terjang dari jenderal yang bersangkutan. Namun di lain pihak, bila kita berurusan dengan sesama kita dan orang itu menyebut nama Tuhan, kita bukannya takut justru sebaliknya menyepelakan dia. Mengapa demikian? Karena kita tak tahu sepak terjangnya Tuhan. Bagi banyak orang Tuhan hanyalah mitos, Tuhan hanyalah sekedar konsep dan lain sebagainya. Namun bagi kita orang yang sungguh beriman akan Tuhan, nama Tuhan sungguh besar, agung dan mulia.

Tuhan dalam Injil yang kita baca hari ini telah berpesan bahwa banyak orang akan membenci kita karena namaNya. Hal ini bukan isapan jempol, namun sungguh nyata. Betapa banyak orang membenci kita karena kita mengakui nama Tuhan. Hal ini bukan hanya berlaku di Indonesia, bahka juga berlaku di negara-negara yang berdasarkan budaya Katolik. Banyak orang begitu alergi mendengar nama Tuhan. Orang-orang tersebut bisa berbuat demikian karena mereka tak lagi mengenal Tuhan. Jika mereka mengenal Tuhan maka mereka tak akan berbuat demikian.

Kita sebagai murid-murid Tuhan telah dikuatkan dengan firmanNya, yaitu supaya kita tetap bertahan dalam segala godaan dan cobaan. Kita sungguh yakin bahwa Tuhan tidak akan diam saja bila kita diperlakukan tidak baik. Tuhan juga tidak akan diam saja mendengar seruan kita. Maka dari itu, berserulah kepada Tuhan dengan segenap hati kita, niscaya Tuhan mendengar dan membantu kita. Semoga Tuhan menguatkan kita selalu. Amin.

Doa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami selalu untuk senantiasa mengandalkan namaMu dalam hidup kami. bantulah kami hanya selalu mengandalkan Engkau satu—satunya harapan kami. Amin.

Translate »