Browsed by
Month: May 2017

19 Mei 2017

19 Mei 2017

19 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 16: 1-10

Bacaan Injil : Yohanes 15: 18-21

Salah satu hal yang membuat banyak orang mau mengukuti Yesus adalah janjiNya yang tak pernah ingkar. Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia akan memberikan banyak buah bagi setiap orang yang mengikutiNya dan buah itu sifatnya adalah tetap dan bahkan melimpah. Janji Tuhan ini bukanlah pepesan kosong. Banyak orang Kristen telah membuktikannya, entah mereka yang telah diangkat menjadi orang kudus maupun mereka yang tidak dikenal sebagai orang kudus namun hidupnya sungguh-sungguh menampakkan buah-buah kerahiman Tuhan.

Buah-buah yang diberikan Tuhan kepada orang yang setia mengikutiNya adalah kasih, harapan dan iman. Namun yang terbesar dari segala buah itu adalah kasih. Kita boleh-boleh saaja memiliki harapan, namun harapan tanpa kasih membuat diri kita penuh dengan umpatan, makian, dan juga gerutu yang tak berujung. Demikian pula dengan iman. Bila kita memiliki iman namun tak memiliki kasih, maka iman itu tak akan pernah mengubah hidup kita, karena iman itu hanya akan berhenti di pikiran kita. namun bila kita memiliki kasih, maka kasih itu akan mengubah segala hal dalam hidup kita. bila kita hidup dengan harapan yang dilandasi kasih, maka kita tak mudah untuk menggerutu atau bahkan putus asa. Kita juga tidak mudah menyalahkan Tuhan maupun sesama kita.demikian pula bila kita memiliki ian yang dilandasi kasih, maka iman kita itu akan mengubah kita dan juga orang-orang di sekitar kita. memang benar seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus bahwa anugerah terbesar dari Tuhan untuk kita adalah kasih. Puncak dari harapan dan iman adalah kasih. Berbahagialah bila hidup kita selalu dilandasi oleh kasih. Maka baik bila kita selalu memohon kepada Tuhan saat kita bangun dari tidur, “Ya Tuhan ubahlah hatiku, penuhilah dengan kasihMu”. Dengan doa ini kita sungguh yakin bahwa kuasa kasih Allah sungguh menguasai dan mengubah hidup kita.

Doa:

Ya Tuhan Engkau berfirman “Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap”, maka ya Tuhan kami pun mohon kepadaMu agar sepanjang hari ini kami mampu menyadari buah-buah anugerahMu itu dalam hidup kami. Bantulah kami untuk membagikan buah-buah kasihMu itu kepada sesama kami, bantulah kami untuk selalu berbagi suka cita dan damai sejahtera. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

18 Mei 2017

18 Mei 2017

18 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 15: 7-21

Bacaan Injil : Yohanes 15: 9-11

Menjadi seorang pribadi yang penuh suka cita adalah sebuah pilihan. Menjadi pribadi yang bahagia adalah sebuah keputusan. Apakah benar demikian? Ya, memang benar demikian. Kita tak mungkin memaksa diri kita untuk bersukacita. Kitapun juga tak mungkin memaksa orang lain menjadi pribadi yang bahagia. Menjadi bahagia adalah sebuah keputusan, sebuah pilihan.

Kita dapat bersuka cita kalau kita memilih untuk tinggal dalam Yesus, di dalam sukacita-Nya. Tanpa mau tinggal dalam Yesus tak akan pernah kita dapat bersuka cita. Tuhan mengatakan demikian karena Ia ingin agar suka cita kita menjadi penuh. Kalau hidup kita penuh dengan suka cita, maka kitapun mampu berbagi suka cita. Kita bisa berbagi suka cita jika kita memilikinya dalam hidup kita. tak mungkin kita memberikan suka cita jika kita tidak memilikinya. Kitapun juga tak mungkin dapat membawa suka cita kalau kita tidak memilikinya; padahal salah satu tugas seorang kristiani adalah menjadi pembawa suka cita. Tuhan ingin kita menjadi pembawa suka cita bukan kesenangan. Mengapa demikian? Karena suka cita bisa bertahan lama, murni dari hati dan selalu membawa kebahagiaan, sementara kesenangan sifatnya sementara, dan seringkali tidak murni dari hati.

Jika kita ingin bahagia, berdoalah senantiasa setiap kita bangun tidur “Ya Tuhan, hari ini aku memilih untuk menjadi pribadi yang bahagia, pribadi yang penuh suka cita. Trima kasih untuk segala perkara yang Kau berikan padaku hari ini, karena aku yakin semuanya akan berbuah suka cita dalam hidupku”. Saya pribadi sungguh yakin akan hal ini. bila kita mengawali hari baru kita dengan doa demikian maka hidup kitapun akan selalu penuh dengan suka cita, penuh kebahagiaan. Menjadi bahagia adalah sebuah pilihan, sebuah keputusan. Tinggalah dalam suka cita Tuhan maka kitapun akan selalu bersuka cita. Baik kita mau mencontoh Bunda Maria, ia di dalam kidung Maria yang sangat terkenal itu mengatakan bahwa hatinya penuh dengan rasa suka cita menggagungkan Tuhan karena segala kebaikanNya, karena segala perkara yang Tuhan buat dalam hidupnya. Maka kitapun bisa meniru sikap Bunda Maria, membiarkan diri kita dikuasai oleh suka cita.

Doa:

Ya Tuhan, tuntunlah hidupku sepanjang hari ini. Bantulah aku untuk selalu bersuka cita dalam namaMu. Bantulah pula ya Tuhan, agar seperti Bunda Maria, hidup kami juga selalu penuh dengan suka citamu. Dalam nama Allah Tritunggal Yang Mahakudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus aku berdoa. Amin.

17 Mei 2017

17 Mei 2017

17 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 15: 1-6

Bacaan Injil : Yohanes 15: 1-8

Memuliakan Allah bukanlah suatu hal yang berat. Cukup bila kita mau megikuti apa yang diajarkan Tuhan. Ia ingin agar kita sekalian memiliki hidup yang baik dan benar. Hidup demikian hanya dapat diperoleh di dalam Dia, pokok anggur yang benar. Selama kita mau bersatu dengan Tuhan, Sang Pokok Anggur yang benar, maka hidup kitapun akan benar. Namun bila kita terpisah dari Pokok Anggur yang benar maka kita akan mengalami kebinasaan.

Pengajaran Tuhan Yesus kepada kita sekalian pada hari sangatlah jelas, yaitu bahwa kita tak dapat hidup secara benar dan menghasilkan buah-buah kebenaran bila kita terpisah dari Tuhan. Selama kita menghasilkan buah yang benar, yaitu kasih, suka cita, pengampunan pengendalian diri dan segala sesuatu yang benar dan baik, maka kita memuliakan Tuhan. Ia mengajari kita bahwa memuliakan Tuhan tidak harus dengan kekerasan, protes maupun meneriakkan nama Tuhan. Sungguh Tuhan kita bukanlah Tuhan yang tuli, juga bukan Tuhan yang haus akan pujian, apalagi darah manusia. Tuhan kita adalah Tuhan yang pengasih, pengampun dan pemelihara kehidupan.

Jika kita memang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mau dijadikan anak-anakNya, tinggalah selalu dalam Tuhan. Ikutilah apa yang Tuhan ajarakan kepada kita. Hanya dengan cara seperti inilah kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Hanya dengan cara seperti inilah kita dapat memuliakan nama Tuhan.

Doa:

Ya Tuhan ajarilah kami bahasa cintaMu, yaitu kasih, pengampunan, pengendalian diri dan kesabaran. Kiranya ya Tuhan kami mampu melaksakan semua apa yang Kauajrkan kepada kami berkat bimbingan Roh-Mu. Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

16 Mei 2017

16 Mei 2017

16 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 14: 19-28

Bacaan Injil : Yohanes 14: 27-31a

Suatu kali seorang teman saya, mantan pecandu narkoba bersharing kepada kami demikian: “di dunia ini, hal yang paling didambakan oleh setiap orang adalah kedamaian. Namun ada dua buah kedamaian, yaitu kedamaian sejati dan kedamaian palsu. Kedamaian sejati membuat hidup kita, tubuh kita, dan setiap aspek diri kita menjadi utuh. Sebaliknya kedamaian palsu membuat kita hidup kita makin hancur, makin dalam terbenam dalam ilusi, dan diri kita atau keluarga kita makin hancur. Ada dua buah hal yang dapat membuat kita damai, yang satu sesaat, yang kedua berlangsung lama dan abadi kalu kita mau mempraktekkannya, yang pertama sungguh mahal harganya, yang kedua gratis. Pokok kedamaian itu adalah NARKOBA dan meditasi”.

Hari ini Tuhan dalam sabdaNya mengingatkan kita sekalian bahwa Tuahn mewariskan kepada kita damai sejahtera. Ya, damai sejahtera. Warisan inilah yang Tuhan tinggalkan untuk kita. Ada banyak cara untuk menggapai damai sejahtera dari Tuhan ini, salah satunya adalah dengan merenungkan sabdaNya. Inti dari sabda Tuhan adalah cinta kasih, dan buah dari cinta kasih salah satunya adalah damai sejahtera. Kita mampu berbagi damai kalau kita memiliki damai. Namun selama kita tak memiliki damai maka kitapun tak mampu berbagi damai. Kalau kita ingin mmeiliki damai yang sungguh gratis, maka jalan satu-satunya adalah mau merenungkan firman Tuhan. Bila kita mau merenungkan firman Tuhan dengan tulus maka firman Tuhan ini akan mengubah hidup kita. Semoga kita sungguh mau tergerak untuk meenungkan firman Tuhan agar hidup kita semakin menjadi damai, sehingga kitapun mampu menjadi pembawa damai. Amin.

Doa:

Ya Tuhan Allah Bapa kami, buatlah kami selalu tergerak untuk merenungkan firmanMu. Bukalah hati kami, hidup kami untuk mau diubah oleh firmanMu sehingga kamipun mampu untuk menjadi pembawa damai di manapun kami berada. Amin.

15 Mei 2017

15 Mei 2017

15 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 14: 5-18

Bacaan Injil : Yohanes 14: 21-26

Pertanyaan Yudas Tadeus kepada Tuhan Yesus sungguh membuka pikiran kita bahwa memang Tuhan pertama-tama sengaja menunjukkan diriNya kepada para muridNya dan bukan kepada dunia. Kenyataan ini sungguh sama dengan adagium yang berlaku dalam masyarakat kita; lebih baik mengatakan kebenaran kepada sedikit orang yang percaya dari pada mengatakan kepada banyak orang namun tidak percaya. Para murid adalah orang-orang yang sungguh percaya kepada Tuhan dan segala karya yang Ia buat. Kesaksian para murid inilah yang diharapkan Tuhan dapat mengubah dunia. Hasilnya sungguh nyata; para murid yang hanya dua belas orang mampu mengubah sebagian dari dunia ini. Nilai-nilai yang ditanamkan Tuhan Yesus dalam hidup mereka mengubah banyak bangsa untuk percaya kepadaNya. Selain itu, Tuhan juga menjanjikan bahwa Roh Kudus yang Ia utus untuk menyertai perjalanan hidup para murid akan senantiasa mengungatkan mereka akan ajaran Tuhan.

Memang benar bahwa Roh Kudus seantiasa mengingatkan kita akan ajaran Tuhan. Persoalannya adalah, apakah kita sungguh mau terbuka, sungguh mau diingatkan oleh Roh Kudus akan ajaran Tuhan. Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah bahwa kita mengabaikan apa yang Tuhan ajarkan dan lebih mengikuti apa yang kita percayai. Kita lebih sering mengandalkan firman kita sendiri dari pada firman Tuhan. Oleh karena itu baik bila kita selalu mohon kekuatan dari Tuhan untuk mau dituntun oleh sabdaNya, mau selalu dituntun dan diingatkan oleh Roh Kudus akan ajaran Tuhan dalam hidup kita. hendaknya kita menyadari bahwa berjalan dalam jalan Tuhan memang berat, jauh lebih mudah berjalan dalam jalan yang kita buat sendiri. Semoga rahmat Tuhan dan terang Roh Kudus selalu menyertai kita. Amin.

Doa:

Ya allahTritunggal Maha Kudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus, terangilah hati kami selalu dan tuntunlah kami untuk selalu mau terbuka pada ajaranMu, teguranMu dan sappaanMu. Amin.

Translate »