Browsed by
Month: December 2021

Sabtu Minggu Kedua Advent

Sabtu Minggu Kedua Advent

Tuhan sering membuat kita penasaran dan kagum akan keintimanNya dengan umatNya

Sirah 48:1-4, 9-11

Matius 17: 9a, 10-13

Saudara-saudari terkasih,

    Bayangkan saja kalau anda sendiri yang mendengar nabi Elia berbicara dan menyaksikan dia naik ke surga … “laksana obor membakar, … dalam kereta dengan kuda-kuda berapi …” dan anda dikatakan: … “berbahagialah orang yang telah melihat dikau.” (Sirah 48:1, 9, 11). Itulah penggalan-penggalan kutipan yang saya ambil dari bacaan pertama hari ini. Menyimak kutipan-kutipan itu bisa membuat kita bangga, kagum dan penasaran akan peristiwa yang membuat anda mau mendalaminya lagi. Andaikan kalau anda seorang Yahudi pasti pernah tahu dan mungkin saja pernah mengantisipasi untuk melihat atau menyaksikan sendiri kedatangan Elia sebagai tanda penampakan Mesiah sendiri. Saya mengajak anda untuk perlahan-lahan membaca kembali bacaan pertama hari ini sambil membayangkan bahwa anda sendirilah yang menyaksikan peristiwa yang mengagumkan itu.

    Pada kenyataannya, dalam bacaan Injil hari ini ada satu bagian kecil dari peristiwa Yesus menampakan kemuliaanNya di atas gunung, dimana Yesus sedang berbicara dengan Elia dan Moses. Para murid sendiri menyaksikan peristiwa itu dimana Yesus berubah rupa; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Para murid menyaksikan … “Musa dan Elia sedang berbicara dengan dia.” (Matius 17:2, 3) Saking penasaran mereka atas peristiwa yang mengagumkan itu para murid bertanya kepada Yesus tentang Elia. “… mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” (Matius 17: 10) Dengan singkat dan jelas Yesus menjawab bahwa Yohanes Pembaptis yang dinubuatkan untuk datang sebelum Messiah … “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu, dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.” (Matius 17:10-12) 

    Saudara-saudari terkasih, hari ini kita sedikit mau mendalami kedua bacaan itu karena saya sendiripun penasaran dan kagum akan hubungan yang begitu indah dari kedua bacaan hari ini. Lebih mendalam lagi kalau kita juga pernah menyaksikannya dan mendapat kesempatan yang sama seperti ketiga murid itu yang langsung bertanya kepada Yesus dan mendengar penjelasan dari Yesus sendiri. Penasaran dan kekaguman ini mengingatkan saya akan pengalaman beberapa kali saya mendapat kesempatan merayakan Ekaristi di tempat Yesus menampakan kemuliaanNya di atas gunung itu. Satu kesempatan yang sangat berharga tentang kebenaran dan iman. Oleh karena itu pengalaman para murid itu mengingatkan saya juga akan apa yang dikatakan oleh St. Agustinus dan St. Anselmus dari Canterbury yang mengatakan bahwa: “faith seeking understanding.” Kita tidak harus menginterpretasikannya secara harafiah atas apa yang kita baca dari kitab suci …”api yang turun dari surga”, tetapi bagaimana perasaan hati anda ketika kita pernah mengalami kehadiran Allah dalam perjalanan hidup ini. Bukan tidak mungkin anda pernah merasakan kehadiran Allah dalam dan selama anda menjalani kehidupan ini. Ada peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar hadir dan berjalan bersama anda. Kedua bacaan hari ini memberi kita kesempatan untuk merenungkan betapa Allah senantiasa menyatakan kemuliaan dan kehadiranNya kepada kita. Hal ini hanya bisa kita rasakan kalau kita pernah memberi kesempatan untuk bermeditasi dan memberi waktu mengalami keintiman dengan Tuhan.

    Pada kesempatan seperti itu anda akan dapat mengalami betapa indahnya kesatuan, kedekatan serta keintiman kita dengan Tuhan. Setiap peristiwa dimana kita bisa memuji dan memuliakan Tuhan pada waktu kita melakukan puji-pujian, ketika kita secara aktip ambil bagian dalam perayaan Ekaristi, dengan demikian kitapun dapat bermasymur: “Lord, make us turn to you; let us see your face and we shall be saved. ” Amin.

Hari Jumat dari Minggu ke 2 Advent

Hari Jumat dari Minggu ke 2 Advent

Yesaya 48:17-19

Matius 11:16-19

Bimbingan dan jalan Tuhan

Saudara-saudari terkasih,

    Sebagaimana para nabi pada umumnya, Yohanes Pembaptis pun pernah mengalami dan mempunyai para pengikut yang suka akan pemberitaannya, dan bukan tidak mungkin ada pula yang tidak suka dengan pewartaan Yohanes Pembaptis. Kitapun bisa saja bertanya bahwa dengan gaya pemberitaannya yang eksentrik dan gaya hidupnya yang penuh pengorbanan, maka sementara orang akan berpandangan dan berkesimpulan bahwa dia bukanlah seorang bentara yang dapat diandalkan untuk memberitakan tentang kedatangan Mesiah. Selain itu didalam injil banyak orang yang tidak mendapat kesempatan untuk mendengarkan pewartaannya tentang kehadiran Allah di dalam diri Yesus Kristus.

    Sikap yang sama dari mereka yang tidak menyukai sikap dan gaya hidup Yohanes Pembaptis bukan tidak mungkin terjadi pada diri kita masing-masing yang tidak pernah bahkan tidak bisa fokus untuk merasakan kehadiran Allah dalam perjalanan hidup ini. Sangat boleh jadi kitapun tidak bisa melihat kehadiran Yesus dalam diri sesama, terutama dalam diri kaum marginal.

    Oleh karena itu pada kesempatan ini, singkat saja saya mau mengatakan bahwa kita masing-masing pada masa Advent ini diberi kesempatan untuk berdoa mohon kehadiran Roh Kudus untuk membuka mata hati kita agar kita dapat memberi perhatian kepada sesama kita  yang berada dalam situasi dan  kondisi apapun, mentally, physically, spiritually yang membutuhkan bantuan, pendampingan sesuai kebutuhan mereka. Dengan demikian, sekali lagi saya hanya mau menegaskan bahwa dalam bacaan pertama hari ini kita masing-masing diingatkan agar Allah berkenan membimbing kita ke jalan yang benar dan mampu mengikuti perintah-perintahNya. Dengan demikian kitapun berdoa mohon: Tuhan, semoga kami semua dapat berjalan di jalan yang benar yang sesuai dengan sikap dan bimbinganmu. Semoga kamipun akan selalu bisa bertemu dengan Dikau dalam diri sesama kami yang sungguh membutuhkan bantuan. Amin. 

Kamis dalam Minggu ke dua masa Advent – 9 December 2021

Kamis dalam Minggu ke dua masa Advent – 9 December 2021

Yesaya 41:13-20

Matius 11:11-15

“… semua orang akan melihat dan mamahami bahwa tangan Tuhan yang membuat semuanya ini  akan selalu menyertai dan menyelesaikan semua persoalan hidup kita “

Saudara-saudari terkasih,

    Nabi Yesaya dalam bacaan pertama hari ini memakai kata-kata kiasan untuk menggambarkan siapa bangsa Isarael bagi Tuhan. Mereka dilihat sebagai seperti ulat dan cacing. Namun Yesaya dengan sangat gamblang menegaskan: …”janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang akan menolong engkau, dan yang menebus engkau … ” Dan selanjutnya Allah menambahkan bahwa Allah akan membuat mereka menjadi papan pengirik yang tajam dan baru bahkan Allah akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. Sungguh suatu pernyataan dari Tuhan yang luarbiasa, benar-benar tak ada satupun yang akan luput dari tangan dan perhatian Tuhan.

    Kasih setia Allah itu dinyatakan dalam dan selama masa Advent ini. Di tengah-tengah kegelapan musim dingin, dalam keresahan selama masa Pandemic oleh Covid 19, kita masih terus dicemaskan lagi dengan adanya variant baru “Omicron” membuat kita terus menerus berada dalam ketidak pastian. Apa yang akan terjadi? Masih dapatkah kita membuat rencana kedepan untuk menghadapi situasi, keadaan yang masih terus membuat kita gelisah, takut dan pelbagai perasaan yang tidak menentu. Semoga nubuat nabi Yesaya ini akan bisa meneguhkan dan membantu kita untuk hening sejenak, merenungkan dan mau bekerjasama dengan pemerintah dan medical staff menanggulangi personal ini dengan tertib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semuanya itu akan bisa teratasi kalau kita bisa bekerja sama dengan dan saling mendukung, membantu dan terus meningkatkan ketaatan kita mendengar satu sama lain, memiliki keprihatinan satu kepada yang lain. Dalam situasi seperti ini apa sikap dan tanggapan kita kepada sesama kita di Kabupaten Malang dan Lumajang yang ditimpa musibah oleh letusan gunung Semeru? Semoga Allah akan segera mengembalikan situasi dan keadaan yang mencekam ini bagi sesama kita yang menderita, agar mereka segera keluar dari kegelapan dan ketidakpastian hidup ini.

    Yohanes Pembaptis dari bacaan Injil hari ini menyampaikan suatu kepastian kepada para pendengarnya bahwa terang akan datang dan dibawa oleh Dia yang akan mengundang kita untuk mengikutiNya. Yesus sungguh sangat menghargai Yohanes Pembaptis yang telah dengan rendah hati menyampaikan pesan keselamatan itu disatu pihak dan Yohanes Pembaptis sendiri menghimbau para pendengarnya untuk selalu percaya bahwa segala sesuatu ada di tangan Tuhan.

    Semoga hati kita dan saudara-saudari kita yang menderita, berkat doa dan perhatian serta cinta kita kepada mereka yang menderita, Advent ini akan dapat meringankan beban penderitaan mereka, agar segera dapat keluar dari kegelapan musibah ini. Datanglah Yesus, datanglah!!! Amen.

HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Perayaan ini memberi kita kemungkinan untuk mengalami kesembuhan dan rahmat melalui Yesus Putera Maria dan Putera Allah.

Kejadian 3:9-15, 20

Efesus 1:3-6, 11-12

Lukas 1:26-38

Saudara-saudariku terkasih,

    Hari ini kita merayakan rahmat khusus yang dianugerahkan kepada Bunda Maria dan peranannya dalam sejarah keselamatan. Bunda Maria dikandung tanpa noda dan digambarkan juga sebagai “yang penuh rahmat.” Dogma ini secara resmi diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX.

    Kita mengamini dogma ini karena kita yakin dan percaya bahwa Bunda Maria sejak awal  dikandung oleh rahmat Allah dan rahmat itu dianugerahkan kepadanya oleh Yesus Kristus Penyelamat Umat manusia yang pada hakekatnya bebas dari dosa asal. Sekali lagi dogma ini diumumkan oleh Paus Pius IX (Ineffabilis Deus).

    Kepercayaan kita kepada dogma ini mempunyai dasar kitab suci dan yang sejak awal juga telah digaungkan oleh Gereja. Bahwa Gereja (umat Allah)  selalu memberi hormat kepada Bunda Maria karena peranan dan keibuannya dalam sejarah keselamatan. Kesediaannya (fiat), yang ia berikan dengan bebas, telah memungkinkan dia masuk dalam sejarah keselamatan itu. Meskipun kebanyakan orang beranggapan bahwa sepertinya kita memberi tempat yang terlalu banyak dan istimewa kepada Bunda Maria; namun Yesus tetap dan akan selalu menjadi fokus atau pusat perhatian dan kepercayaan kita. Demikian pula setiap perayaan untuk menghormati Bunda Maria, perayaan hari inipun tidak dapat dirayakan tanpa ada kaitan atau hubungannya dengan Yesus Kristus. Oleh karena itu Paus Pius IX menegaskan bahwa dogma ini datang dari kehadiran Yesus Kristus sendiri dalam kehidupan Bunda Maria. Yesus Kristuslah yang menyelamatkan, tetapi dalam mystery inkarnasi, Allah telah memilih dan mepersiapkan Bunda Maria bebas dari dosa asal sebagai Bunda Yesus Kristus Putera Allah. 

Saudara-saudariku terkasih,

    Bunda Maria adalah contoh yang sempurna dalam hubungan rahmat penyelamatan Allah, karena ia telah rela menerima segala konsekwensi melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus Penyelamat kita. Saya mengutip Santu Yohanes Paulus II, beliau pernah berkata: “Chosen in advance to be the Mother of the Incarnate Word, Mary is at the same time the first-fruits of his redeeming action.” (“Sejak awal Bunda Maria telah dipilih menjadi Bunda Sang Sabda yang telah menjadi daging, maka Bunda Maria adalah buah pertama dari karya penyelamatan.”) Rahmat Kristus Penyelamat telah diantisipasi dalam diri Bunda Maria, karena itu Bunda Maria bebas dari noda dosa; dengan kata lain, Maria menjadi tak bernoda, karena itu  Bunda Maria pantas mengandung Sang Penyelamat dunia.

    Bunda Maria dikatakan yang terberkati karena sebagai Bunda Yesus dan oleh imannya dan kestiaannya sebagai rasul/murid Yesus. Bagaimana dengan kita? Kita mungkin masih sangat jauh dari keadaan itu, tetapi dengan bantuan rahmat Allah kita pun dikuatkan dan dibebaskan dari segala kesalahan dan dosa lewat Sakramen Pembaptisan. Dengan demikian, kita dapat menerima Yesus: dimana Yesus boleh tinggal di dalam diri kita, di dalam hati dan di dalam kehidupan kita sebagai murid-muridNya. Allah yang telah memilih Bunda Maria sebagai manusia seperti kita, pasti telah membebaskan kita juga dari dosa, boleh mengalami kesembuhan dan rahmat dari Yesus. Puji Tuhan dan terimakasih bahwa kita boleh merayakan hari raya Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa hari ini. Amin.

Siapkan dan luruskan jalan bagi Tuhan

Siapkan dan luruskan jalan bagi Tuhan

Selasa dalam Minggu kedua Advent

7 December 2021

Yesaya 40:1-11

Matius 18:12-14

Saudara-saudariku terkasih,

    Bacaan pertama hari ini mengedepankan thema: “Persiapkan jalan bagi Tuhan”. Seruan Yesaya ini memberi kita semangat dan motivasi mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Seruan ini juga dapat dilihat sebagai panggilan dalam masa Advent ini dan bahkan panggilan hidup kita untuk selalu dan siap membuka diri serta memberi tempat di dalam hati  untuk Tuhan. Membuka diri dan hati untuk Tuhan lewat pertobatan, membersihkan hati dan budi agar Tuhan dengan lebih  mudah masuk dan tinggal serta berjalan bersama kita, mengenal dan merasa kehadiran Tuhan dalam diri kita. Seruan dan himbauan yang diberikan Yesaya dalam bacaan hari ini: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jajan bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yng rata dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan…” Apa tanggapan anda dan saya akan seruan nabi Yesaya untuk kita yang lagi menjalani masa Advent ini? Realisasi atas seruan, himbauan dan ajakan Yesaya ini, sudah sangat pasti membutuhkan pertolongan dan rahmat Tuhan.

    Untuk maksud itu bacaan Injil hari ini memberi kita sumbangan pemikiran agar refleksi kita selama masa Advent ini memungkinkan kita melakukan  persiapan yang matang, baik secara pribadi maupun bersama-sama sebagai satu komunitas keluarga anak-anak Allah. Seruan Yesaya dan bacaan Injil hari ini juga meyakinkan kita bahwa kita tak pernah akan sendirian, Yesus akan selalu berjalan bersama kita kalau kita selalu membukan diri untuk kehadiranNya. Yesus sebagai gembala yang baik tak pernah akan membiarkan kita sesat, kalau kita selalu membuka diri dan selalu berseru kepadaNya minta tolong. Selama masa Advent ini kita akan terus menerus mohon pertolonganNya dalam doa, Sabda Tuhan (Kitab Suci) dan bahkan dalam, melalui dukungan dari teman-teman dan keluarga.

Saudara-saudari terkasih,

    Kalimat awal dari seruan Yesaya dalam bacaan hari ini untuk Yerusalem: “Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!” Semoga kitapun akan mengalami hal yang sama dalam dan melalui Perayaan Ekaristi (bagi anda yang hari ini mengikuti perayaan Ekaristi), dan untuk anda yang ikut ambil bagian dalam segala kegiatan dan peristiwa sakramental gereja. Yesus selalu dan akan membawa terang dan jalan dalam kehidupan kita, dan berangkat dari pengalaman rohani bersamaNya, anda dan saya diutus untuk membawa terang dan memberi jalan kepada dunia.Singkatnya dalam masa persiapan ini kita mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian bersama Yesus Gembala yang baik, memperkenalkan dan menghantar orang lain kepadaNya. Amin.

Translate ยป