HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA
Perayaan ini memberi kita kemungkinan untuk mengalami kesembuhan dan rahmat melalui Yesus Putera Maria dan Putera Allah.
Kejadian 3:9-15, 20
Efesus 1:3-6, 11-12
Lukas 1:26-38
Saudara-saudariku terkasih,
Hari ini kita merayakan rahmat khusus yang dianugerahkan kepada Bunda Maria dan peranannya dalam sejarah keselamatan. Bunda Maria dikandung tanpa noda dan digambarkan juga sebagai “yang penuh rahmat.” Dogma ini secara resmi diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX.
Kita mengamini dogma ini karena kita yakin dan percaya bahwa Bunda Maria sejak awal dikandung oleh rahmat Allah dan rahmat itu dianugerahkan kepadanya oleh Yesus Kristus Penyelamat Umat manusia yang pada hakekatnya bebas dari dosa asal. Sekali lagi dogma ini diumumkan oleh Paus Pius IX (Ineffabilis Deus).
Kepercayaan kita kepada dogma ini mempunyai dasar kitab suci dan yang sejak awal juga telah digaungkan oleh Gereja. Bahwa Gereja (umat Allah) selalu memberi hormat kepada Bunda Maria karena peranan dan keibuannya dalam sejarah keselamatan. Kesediaannya (fiat), yang ia berikan dengan bebas, telah memungkinkan dia masuk dalam sejarah keselamatan itu. Meskipun kebanyakan orang beranggapan bahwa sepertinya kita memberi tempat yang terlalu banyak dan istimewa kepada Bunda Maria; namun Yesus tetap dan akan selalu menjadi fokus atau pusat perhatian dan kepercayaan kita. Demikian pula setiap perayaan untuk menghormati Bunda Maria, perayaan hari inipun tidak dapat dirayakan tanpa ada kaitan atau hubungannya dengan Yesus Kristus. Oleh karena itu Paus Pius IX menegaskan bahwa dogma ini datang dari kehadiran Yesus Kristus sendiri dalam kehidupan Bunda Maria. Yesus Kristuslah yang menyelamatkan, tetapi dalam mystery inkarnasi, Allah telah memilih dan mepersiapkan Bunda Maria bebas dari dosa asal sebagai Bunda Yesus Kristus Putera Allah.
Saudara-saudariku terkasih,
Bunda Maria adalah contoh yang sempurna dalam hubungan rahmat penyelamatan Allah, karena ia telah rela menerima segala konsekwensi melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus Penyelamat kita. Saya mengutip Santu Yohanes Paulus II, beliau pernah berkata: “Chosen in advance to be the Mother of the Incarnate Word, Mary is at the same time the first-fruits of his redeeming action.” (“Sejak awal Bunda Maria telah dipilih menjadi Bunda Sang Sabda yang telah menjadi daging, maka Bunda Maria adalah buah pertama dari karya penyelamatan.”) Rahmat Kristus Penyelamat telah diantisipasi dalam diri Bunda Maria, karena itu Bunda Maria bebas dari noda dosa; dengan kata lain, Maria menjadi tak bernoda, karena itu Bunda Maria pantas mengandung Sang Penyelamat dunia.
Bunda Maria dikatakan yang terberkati karena sebagai Bunda Yesus dan oleh imannya dan kestiaannya sebagai rasul/murid Yesus. Bagaimana dengan kita? Kita mungkin masih sangat jauh dari keadaan itu, tetapi dengan bantuan rahmat Allah kita pun dikuatkan dan dibebaskan dari segala kesalahan dan dosa lewat Sakramen Pembaptisan. Dengan demikian, kita dapat menerima Yesus: dimana Yesus boleh tinggal di dalam diri kita, di dalam hati dan di dalam kehidupan kita sebagai murid-muridNya. Allah yang telah memilih Bunda Maria sebagai manusia seperti kita, pasti telah membebaskan kita juga dari dosa, boleh mengalami kesembuhan dan rahmat dari Yesus. Puji Tuhan dan terimakasih bahwa kita boleh merayakan hari raya Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa hari ini. Amin.