Kamis, 24 Februari 2022
Markus 9:41-50
Pada suatu kali Yesus berbicara dengan tegas dengan suatu perumpamaan yang menyerukan agar setiap orang perlu menjaga dirinya agar tidak jatuh pada dosa atau kejahatan, sebab di dalam tubuh dan hati manusia, Allah hadir, serta dijadikan-Nya sebagai bait-Nya. Dengan demikian, Allah menganugerahkan seluruh jiwa(roh), akal budi, hati, dan anggota tubuh kepada manusia bertujuan untuk menyatakan keagungan dan kemuliaan Allah yang menciptakan manusia, dan bukan untuk kepentingan-kepentingan yang lain, apalagi untuk berbuat dosa atau penyesatan. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? “(1 Kor 3:16).
Bagaimana cara menjaga hati/jiwa, dan tubuh manusia agar searah dengan panggilannya sebagai anak-anak Allah. Semua bisa terjadi mulai dalam diri manusia, yaitu ketika seseorang menyadari akan kerapuhannya dan ketidakberdayaannya jika terlepas dari Allah, sebab tanpa anugerah hidup dari-Nya tidak akan terjadi seseorang bisa hidup. Dan melalui Yesus Kristus, mereka yang percaya menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”(Roma 8:2).
Oleh karena itu jika hati manusia dipenuhi oleh Roh Allah sendiri, maka hati seseorang akan di penuhi damai sejahtera dan kasih-Nya sehingga hati tidak menjadi tawar, artinya tidak peka, akan segala tawaran dan kebaikan Allah. “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”(Mrk 9:50).
Dampaknya adalah seseorang akan merasakan damai-Nya dan selalu terhubung dengan Tuhan, sehingga apa yang dipikirkan dan yang dilakukan sejalan dengan apa yang dikehendaki-Nya. Mereka tidak akan mau mengecewakan hati Tuhan Yesus dengan berbuat dosa, sebab Dia telah menganugerahkan pengampunan dan keselamatan kepada mereka manusia. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”( Efesus 1:7).
Rm. Didik, CM